IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


cerita lucu - Memasukkan Burung

Paimin sekarang ini baru dapat pekerjaan yang lumayan menghasilkan makanya dia selalu menghindar sama Paijan dan Paidi yang selalu mengajak nongkrong di Pos Kampling dekat rumah mereka. Hampir setiap pagi hari Paimin terlihat berangkat kerja dengan berjalan kaki menuju perempatan desa biasa angkutan Izusu mangkal untuk menunggu penumpang, dia terlihat membawa bebrapa kotak yang terbuat dari anyaman bambu.

Selidik punya selidik menurut info A1 dari Paidi ternyata Paimin sekarang ini baru mengambil burung-burung perkutut dari Purwodadi untuk di jual di Semarang karena pendapatannya lumayan besar.

Singkat cerita hari itu setelah membeli dari warga desa Paimin memasukkan burung-burung perkutut di dalam keranjang kecil yang terbuat dari bambu biar masih bisa bernafas karena memang perjalanannya cukup jauh. Setelah semuanya beres maka kotak-kotak kecil tempat burung itu di masukkan dalam keranjang yang lebih besar biar ringkes dan Paimin segera menuju jalan raya untuk menunggu angkutan Izusu yang hanya lewat 1 jam sekali itu pun penuh sesak.

Tak berapa lama terlihat angkutan Izusu menuju ke arah Paimin, dan dia melambaikan tangan minta di angkut dan mobil angkutan Izusu berhenti tepat di depannya ketika Paimin mau masuk ke dalam terlihat banyak ibu-ibu dan cewek-cewek muda yang baru pulang dari kerja pabrik. Paimin mengangkat kerangjangnya untuk di masukkan dulu tetapi terlihat ibu-ibu dan cewek-cewek protes, Paimin tak kurang akal dia masih melihat tempat yang cukup untuk keranjangnya di bawah kaki ibu-ibu dan cewek-cewek itu. Maka dengan sedikit mengiba iba Paimin minta ijin sama ibu-ibu, begini katanya :

"Ibu-ibu maaf tolong buka kakinya sedikit saya mau memasukkan burung saya di sela-sela kaki ibu " kontan aja semua yang ada di dalam mobil menjadi gaduh ada yang tertawa terpingkal-pingkal, ada yang memaki-maki Paimin karena berkata tak senonoh. Menyadari ada kesalahpahaman maka Paimin segera memberi penjelasan.

"Ibu-ibu tenang tenang maksud saya burung perkutut saya yang ada di dalam keranjang itu lho....bukan burung saya...."

Setelah mendapat penjelasan dari Paimin seluruh penumpang tertawa terpingkal pingkal... dasar Paimin...Paimin



Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

cerita lucu - Beda Gajah Sama Tikus

Suatu hari Paimin dan Paijo baru asik nongkrong di Pos Krambil eh salah Pos Kamling
karena tak ada gosip yang paling gres mereka akhirnya pada main tebak tebakkan

Paimin : Paijo.......coba apa beda Gajah sama Tikus ?!

Paijo  :  Walah........paling-paling, kalau Gajah besar kalau Tikus kecil pasti min..........min

Paimin  :  Walah.......kalau itu orang seluruh dunia sudah tahu Jo...........Jo.......

Paijo  :  Terus jawaban yang benar apa coba !!!

Paimin  :  Kalau lem Tikus ada yang cap Gajah tapi kalau lem Gajah tak ada yang cap Tikus he..........he........

Paijo  :  Oh ya...........ya..............asem tenan kono pintermen ha...........ha...........

Ingat ketawa membuat kita waet muda dan sehat..........

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

Tentang Kami





ABOUT

Nama:Joedhy Kristianto
Alamat:Ds. Ngijo Rt. 02 Rw. 02 Gunungpati - Semarang
Jawa Tengah - Indonesia 50227

CONTACT US

Telepon:+6224 3549781
HP:+62 81325579288
Email:joedhykristianto@rocketmail.com

PRIVACY POLICY

Blog ini boleh di share atu di copy paste, karena kalau anda sampai mengambil data yang ada di blog ini, berarti blog ini sangat bermanfaat buat anda

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

Tips awet pacaran - Cinta Pertama DEA

"Ups.........panas banget siang ini.............padahal aku sudah pakai jaket...........tangan aku seperti terbakar...........lama banget sih lampu hijaunya menyala....... bikin emosi saja............." gerutu Ryan.

Yamaha Vixion Ryan bergerak dengan cepat di perempatan ketika lampu terlihat hijau, motornya terlihat meliuk-liuk melewati beberapa mobil di depannya dengan kecepatan 60 km/jam. Memang dia memacu kendaraan cukup kencang juga yang notabene di jalan raya dalam kota, tetapi karena dia merasakan matahari jam 13.30 siang terasa sangat membakar tubuhnya maka dia terpaksa mempercepat laju kendaraannya.

Ketika kendaraan Yamaha Vixion sudah dia parkir di garasi rumahnya, Ryan segera berjalan menuju pintu depan, membukanya lalu masuk dan segera menuju ke dalam kamarnya. Setelah ganti baju Ryan langsung panggil-panggil Mamanya, ya dari saat dia masih kelas 1 SD sampai sekarang sudah kelas XI SMA, Ryan memang senang sekali ketika makan siang selalu ditemani Mamanya.

"Ma.................Mama...............aku mau makan Ma...........sudah lapar nih....................." kata Ryan, panggil-panggil nama Mamanya.

"Yan...........Ryan..........Mama pasti udah siapkan di meja makan kan..............ih pasti Mama selalu di panggil jangan manja ah................" sahut Mamanya dari dapur sambil membersihkan gelas dan piring yang kotor.

Ryan mulai membuka penutup meja makan.........dia langsung semangat mengambil piring dan sendok karena masakan Mamanya hari ini adalah masakan yang sangat dia sukai.

"Ehm..............pasti enak sekali semur jengkol ini..........tapi memang sangat tidak menyenangkan kalau kita buang air kecil...............ih baunya minta ampun.............tapi semua itu mengalahkan nikmatnya semur jengkol........" bisik Ryan dalam hati sambil mulai mengambil nasi dan semur jenkol.

"Gimana masakan semur jengkol Mama..................Enakan Yan..." kata Mama Ryan sambil duduk di depannya.

Tanpa mengucap dengan wajah berseri-seri Ryan mengacungkan ibu jari tangan kirinya sambil terus mengunyah makanan dalam mulutnya, Mamanya tersenyum senang, ia tak lepas memandangi anak satu-satunya yang sangat ganteng itu.

Setelah makan siang Ryan langsung masuk kamarnya sambil istirahat dia mulai menyalakan laptopnya, memasang modem dan langsung klik mozilla firefox.

"Ehm...........ada cewek cantik add nih........siapa ya..............Dewi Ayu Wulansari...........siapa ya......." bisik Ryan dalam hati sambil senyum-senyum sendiri. 

Beberapa saat kemudian setelah profil facebook cewek ia konfirmasi, cewek itu langsung menulis status di profilnya "Makasih baget.........ya konfirm nya.............salam kenal dari DeA........." . Ryan langsung klik foto di profil facebook cewek tersebut, dia mulai mengamati foto-foto cewek itu.

"Ehm.........DeA cantik juga.........tubuhnya semampai, rambutnya lurus..........matanya indah banget........hidung mancung.........bibirnya ehm..........bikin aku senang banget ketika melihat dirinya....dia benar-benar sempurna......." bisik Ryan sambil senyum-senyum sendiri.

Dia segera membalas tulisan cewek itu lewat chatting.

"DeA.....sory ya....boleh tanyakan, kamu sekolah dimana.......?! " tulis Ryan.

"Ih.....masak kak Ryan nggak tahu sih.............tanya Mama kamu aja...............pasti tahu deh.............." tulis DeA.

"Ok deh DeA..........makasih ya sudah kasih infonya....................." tulis Ryan.

Ryan segera mematikan laptopnya, karena memang sudah pusing di depan layar monitor terus, sambil bernyanyi-nyanyi kecil Ryan berjalan keluar kamar dan segera duduk di sofa sebelah Mamanya yang lagi nonton sinetron televisi sambil ikut nonton acara televisi.

"Ma...........dulu kelihatannya pernah cerita DeA...........siapa sih Ma.........itu lho dulu waktu masuk SMA....sudah 2 tahun yang lalu................" kata Ryan.

Mamanya mulai memandang ke wajahnya Ryan sambil tersenyum penuh arti, Ryan jadi tak senang karena mamanya menyelidik di matanya.

"Ah..............Mama..........Ryan cuma penasaran karena ada cewek yang bernama DeA add di facebook aku..............." kata Ryan dengan nada tak suka dengan Mamanya.

"Oh........DeA yang dulu pernah Mama cerita itu anaknya Tante Nirwan..............teman Mama kala SMA dulu...............kelihatannya dia sekolah di SMA MM........." kata Mama Ryan sambil mengelus-elus rambut anaknya yang tidur di pangkuannya.

Ryan terlihat berjalan menuju ke kamarnya kembali dia segera menghidupkan laptopnya dan terlihat memejet beberapaka kali keyboardnya dan dia mulai tersenyum ketika dia membaca tulisan DeA di profilnya.

"Gimana kak..........udah tahukan..........bolehkan aku jadi teman kak Ryan.............." baca Ryan sambil tersenyum.

"Aku udah tahu semuannya..................yang belum tahu nomor BB kamu...........sama........ni nih........udah punya cowok belum...........eh sory bercanda deh aku................" tulis Ryan.

"Ih...........masih kecil masak udah pacaran..........belum lah kak..........ok aku kasih deh........nomor BB nya........" balas DeA.

"Ini misalkan aja, nggak usah di maksukkan ke hati DeA.........kalau malam minggu besok lusa.........aku main ke rumah boleh apa tidak ya.........." tulis Ryan sambil senyum-senyum sendiri.

"Ya........pasti boleh masak nggak boleh kak...............tanyanya jangan gitu DeA malam minggu kira-kira jam 19.00 wib sampai jam 21.30 wib di rumah nggak ya...........he.............soalnya kakak mau main ke rumah........" tulis Dea sambil tersenyum sendiri memandangi BB nya.

"Ha...........ternyata kamu menyenangkan juga.............pintar bercanda juga...........ok deh malam minggu aku pasti main ke rumah kamu..........." tulis Ryan.

"Ok deh.....kakak aku tunggu.................da..........." tulis DeA.

Hari itu DeA sangat bahagia, karena cowok yang di kenalkan Mamanya di Facebook ternyata ganteng banget dan klop banget waktu dia ajak ngobrol di facebook. Dia jadi segera ingin bertemu langsung dengan Ryan.

"Wajahnya sih cakep banget di facebook.......tapi aku ingin bertemu langsung.......ih DeA kenapa sih.......sampai begitunya kamu.........apa diam-diam kamu jatuh hati ya sama cowok itu..........." bisik DeA dalam hatinya.

"Ryan..........ayo bilang sendiri sama Papa.................masak dengan Papanya nggak berani ngomong.......Gini Pap.......besok sabtu anak kamu yang ganteng ini mau main........ke rumah cewek.......dia mau pinjam mobilnya boleh apa tidak.........." kata Mama Ryan.

"Ehm.........kelihatannya mau apel pertama nih................dipakai aja.........tapi ingat besoknya bangun pagi dan langsung dicuci ya Yan..........." kata Papanya sambil senyum-senyum memandangi wajah anaknya.

Siang itu semenjak Ryan pulang sekolah dia merasa ada sesuatu yang salah, setelah dia beberapa menit berpikir di dalam kamarnya ternyata dia menemukan penyebabnya. Dia mulai gelisah dan sebentar-sebentar jantungnya menjadi sedikit cepat berpacu memikirkan moment pertama kali main ke rumah cewek. Malam itu dia terlihat rapi dan semakin maco dan ganteng ketika mulai di atas mobil Papanya dan mulai meluncur ke rumah DeA.

Setelah memarkirkan mobilnya di pinggir gang rumah DeA yang cukup lebar, Ryan mulai keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam pagar rumah yang tak terkunci. Ryan melihat ada dua orang yang duduk-duduk di teras yang cukup luas dan di depannya taman yang luas penuh bunga dan beberapa tumbuhan perdu dan ditengahnya ada kolam ikan.

"Permisi Om dan Tante..........DeA nya ada ......................." kata Ryan dengan suara parau karena agak gemetaran.

"Oh..........masuk dulu Ryan.............." kata Tante sambil mengajak suaminya untuk masuk ke dalam.

Ryan terlihat tersenyum ke arah mereka berdua, mereka berdua tersenyum sambil berjalan masuk ke dalam rumah untuk memanggil DeA.

"Aduh.........sayang nggak usah kuatir anak Mama udah cantik banget..........Ryan pasti nanti bilang kalau kamu cantiiiiiiiiik banget......." kata Mama DeA sambil menyuruh anaknya keluar untuk menemui tamunya.

Ryan hanya memandang DeA ketika DeA keluar dari pintu rumahnya menuju teras untuk menemui Ryan, sambil tersenyum DeA mulai duduk di depan Ryan. Dea mulai membuka percakapan mereka berdua.

"Ih....kakak bikin DeA malu saja.........jangan gitu dong kalau melihat ke arahku............." kata DeA malu.

Ryan mulai tersenyum sambil matanya terus mengawasi DeA dari atas sampai bawah, di saat itu kedua mata mereka bertemu, beberapa saat mereka berdua terdiam sambil tersenyum........DeA segera menundukkan wajahnya karena malu.

"DeA..........malam ini kamu bener-bener cantik banget.............bener aku tak bohong, rasanya aku tak bosan menatap wajah kamu terus........." kata Ryan.

"Sebentar ya...............aku lupa........., mau minum apa..............." tanya DeA sambil tersenyum manis.

"Apa sajalah.............yang penting kamu temenin kalau meminumnya..............." goda Ryan sambil terus tersenyum memandang DeA.

DeA mulai berjalan masuk rumah dan dia sedikit berlari menuju ke dapur, ketika dia lihat Mamanya, DeA memberi kode untuk membuatkan minuman dan memberi snak, sambil dia senyum-senyum melihat Mama dan Papanya yang mulai menggodanya.

"Gimana DeA ok nggak Ryan................" kata Mamanya sambil menyiapkan minuman dan snak di nampan.

DeA cuma tersenyum sambil ibu jari tangan kanannya di acungkan di depan wajah Mamanya, sambil kedua tangannya menerima napan untuk segera dia bawa ke Ryan yang sedang menunggunya di depan teras rumahnya.

"DeA........aku jujur ya.............tadi aku sedikit grogi ketika masuk rumah ada Om dan Tante di depan ....tapi setelah bertemu kamu semuannya hilang................he.............he..............Dea kita jalan-jalan saja ke simpang lima yuk........" kata Ryan sambil meminum sirup yang di taruh DeA didepannya.

"Ok........aku pamit dulu ya sama Mama dan Papa..............." kata Dea sambil bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam.

Sebentar kemudian DeA terlihat keluar pintu rumah bersama Mamanya.

"Ryan.........jangan malam-malam ya.............." kata Mama Dea sambil mengantar mereka berdua menuju mobil Ryan yang di parkir di pinggil jalan.

Ryan dan DeA masuk ke dalam mobil dan langsung meluncur ke jalan raya, ketika sampai simpang lima mobil Ryan hanya bisa berjalan 5 km/jam.

"Aduh.........kalau malam minggu pasti seperti ini..............macet terus................" keluh mereka berdua.

Beberapa saat kemudian Ryan mengarahkan mobilnya ke jalan pahlawan dan dia segera memarkir kendaraan di depan gedung anggota dewan. Terlihat mereka ngobrol di dalam mobil sambil sesekali terdengar tawa dan candanya. Beberapa saat kemudian terlihat sunyi di dalam mobil itu saat jari jemari tangan kiri Ryan menyentuh jari jemari tangan kiri DeA, mereka berdua secara otomatis saling memandang kedua mata mereka bertatapan, Ryan mulai mengerakkan tangannya dan membawa jari jemari tangan kiri DeA dekat ke bibirnya lalu mengecupnya dengan sayang.

"DeA........mungkin bagi kamu aku cowok yang terlalu berani dan kurang ajar...........tapi aku lakukan ini.....karena aku benar-benar sayang dan cinta sama kamu.............." ucap Ryan sambil terus menatap kedua mata DeA.

DeA mulai menunduk malu sambil tersenyum bahagia, dalam hati dia juga berkata.

"Kak Ryan...........DeA juga sayang dan cinta.............mungkin kamu adalah cinta pertama DeA yang selama ini DeA rindukan di setiap mimpi dan lamunan DeA............." bisik DeA dalam hati, tanpa berusaha menarik jari jemari tangan kirinya yang digengam Ryan.

Karena sudah jam 20.00 wib Ryan segera meluncurkan mobilnya untuk menuju rumah DeA dan tak berapa lama kemudian terlihat mereka berdua keluar dari mobil yang terpakir di depan rumah DeA. Ryan segera pamit sama Mama dan Papa DeA untuk pulang, ketika mereka berdua sudah sendirian di depan rumah dan berjalan menuju mobil, Ryan terlihat menghentikan lankah DeA terus memegang kedua jari jemari DeA.

"DeA...A.........aku...........cinta dan sayang sama kamu........." bisik Ryan di telingga DeA dan segera mengecup kening DeA.

DeA tak bisa berkata apa-apa.....kedua tangannya langsung di rangkulkan ke tubuh Ryan, serasa dia tak mau melepasnya sampai kapanpun juga.




 

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

cerita lucu - Bareng Cewek Kalijodo di Kereta

Suatu hari Paijo yang selama ini mencari nafkah di kota metropolitan Jakarta, mau pulang kampung karena sudah hampir 6 bulan belum pulang. Makanya pagi-pagi sekali sudah pesan tiket kereta ekonomi di Indomaret yang hampir setiap hari dia lalui ketika berangkat kerja. Singkat cerita Paijo dapat tempat duduk yang lumayan enak karena di dekatnya ada cewek umur kira-kira 25 tahun yang lumayan cantik dan sexy. Mereka tak berapa lama sudah akrab ngobrol sana sini seperti sudah kenal.

Cewek : Kok rapi banget kerja di kantoran ya Mas...........?! (tanya cewek)

Paijo : Ah........nggak mbak....

Cewek : Pasti pegawai Bank ya..........

Paijo : Nggak Mbak..........

Cewek : Jangan sombong kaya gitu dong Mas...........

Paijo : Bener aku nggak kerja di kantoran

Cewek : Terus apa dong.......?!!

Paijo : Aku hanya kuli kok mbak.......kalau nggak percaya nih lihat tangan saya kapalan semua ( Paijo memperlihatkan tangannya yang kapalan pada cewek itu.......)

Paijo : Kalau Mbak kerja mana ?! pasti kantoran ya..........

Cewek : Ah masak ada tampang kantoran gitu Mas.......?

Paijo : Lha hiyalah........tampang Mbak kan putih bersih.......cantik dan rapi gitu pasti kerja kantoran....

Cewek : Ah Mas.............Mas kamu ada ada saja...........( cewek itu terlihat menghela nafas panjang sambil matanya lihat ke luar jendela kereta)

Paijo : Memang kerja apa Mbak ?! (bikin Paijo penasaran aja Mbak ini )

Cewek : Aku kerja di Kalijodo Mas...............karena di gusur aku pulang kampung

Paijo : Yang bener Mbak ?!!

Cewek : Kalau Mas nggak percaya coba pegang ****** ku, juga kapalan seperti tangan Mas........

Paijo : ***^&^$%@#$%^^&!!!

He...............ketawalah selagi bisa karena ketawa bikin kita awet muda

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

cara pacaran - Ibu Dosenku yang cantik

Cerita cinta ini hanya fiktif belaka dan semua orang dan tempat yang disebut disini tidak benar adanya dan kalau ada kesamaan dengan tokoh dan alur cerita itu hanya kebetulan semata.

Nama aku Raditya, teman-teman memanggilku Radit dan juga ada yang manggil Ditya, kalau aku terserah mereka saja enaknya panggil aku apa saja yang penting enggak paijo apalagi painah he...........Aku udah kerja di salah satu perusahaan swasta terkenal di kota semarang dan kalau sore hari aku sempatkan untuk ambil kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di kota semarang. Karena aku kerja di bidang komputer maka aku juga ambil jurusan manajemen komputer.


Seperti biasa kalau berangkat pasti selalu telat, karena masuk kuliah jam 16.00 wib, padahal jam segitu aku baru keluar dari tempat kerjaku dan pasti kalau sampai tempat kuliah selalu telat antara 15 sampai 20 menit. Seperti hari ini setelah memarkirkan kendaraan secara aman aku langsung berlari-lari kecil menuju ke ruang kelas dan langsung permisi sambil nafas masih terengah engah..........permisi dari dalam sudah terdengar suara cewek ehm.....pasti Radit.............kalau saya mengajar pasti terlambat terus................aku buka pintu dan minta maaf pada Ibuu Maya dosen mata kuliah DBMS yang cantik.


Tanpa di persilahkan Bu Maya aku langsung ngeloyor menuju kursi paling depan yang masih kosong diantara Hany dan Heni, Aku lihat ke belakang teman akrabku semua senyum-senyum di belakang seperti Budi, Agung, Hery dan Caesar si anak Medan. Eh baru datang belum buka buku Ibu Maya yang cantik udah nyuruh aku mengerjakan soal di depan, "Coba Radit kerjakan itu soal yang nomor satu ....biar teman-teman kamu merasa adil karena kamu terlambat datangnya........." kata Ibu Maya. Aku lihat catatan Hany tapi dia sewot nggak boleh meminjami catatannyae, eh ternyata Heni malah memberi catatannya pada ku buat mengerjakan soal di depan. Aku baca sebentar catatan si Heni untuk memahami format materi pelajaran yang saya sinkronkan dengan soal.

Sebentar kemudian aku maju kedepan menuju meja Ibu Maya untuk mengambil spidol dan berjalan pelan-pelan menuju whiteboard sambil berpikir melihat catatan Heni dan aku mulai menjawab pertanyaan nomor 1 dari Ibu Maya. Kira-kira 2 menit kemudian aku kembali menuju meja Ibu Maya untuk mengembalikan spidol dan berjalan lagi untuk duduk di antara Hany dan Heni. Ibu Maya mulai memeriksa kerjaan aku di whiteboard kemudian bertanya sama teman-teman "Siapa yang menyatakan benar kerjaan Radit angkat tangan.......?!" tanya Ibu Maya, semua diam tidak ada yang menjawab setuju maupun mengangkat tangan. Sekali lagi Ibu Maya bertanya "Siapa yang menyatakan kerjaan Radit salah.........?!", semua mahasiswa diam dan tak ada yang mengangkat tangannya.

"Lha yang dinamakan aneh bin ajaib ya ini...........Radit baru datang langsung saya suruh maju untuk mengerjakan sudah paham dengan hanya membaca sebentar catatan si Heni, tapi kamu semua belum ada yang paham, padahal sudah dari tadi saya terangkan tentang materi ini........sudah dua kali aku ulang lagi " celoteh Ibu Maya, Ibu Maya mulai melihat ke arahku yang baru sibuk menerangkan pada Hany dan Heni yang duduk di samping aku. Ketika wajah aku angkat dan melihat ke arah whiteboad sambil menerangkan pada Hany dan Heni, tanpa sengaja mata aku bertemu dengan mata Ibu Maya dosen yang masih gadis itu, mata kami beberapa saat saling bertatap dan aku lihat ada sesuatu yang aneh di dalam mata Ibu Maya, Hany dan Heni mengeluarkan batuk yang di sengaja karena tahu aku dan Ibu Maya yang cantik saling berpandangan. Ibu Maya umurnya kira-kira baru 24 tahun dan dia saat ini sedang menyelesaikan pasca sarjana di bidang Magister Manajemen Komputer di Jakarta yaitu di Binus jadi setiap hari jum'at sampai hari minggu selalu berada di Jakarta.

Karena sibuk menerangkan materi kuliah sama Hany dan Heni tak terasa pelajaran Ibu Maya yang 2 sks itu sudah usai dan kita mulai bisa isoma ( istirahat solat dan makan) karena waktu sudah mau menunjukkan jam 6 sore. Karena ingin bertemu cewek cantik di jurusan lain yang sering ada di administrasi aku, Agung , Budi dan Caesar cepat-cepat menuju kesana. Baru aja aku mau duduk di sebelah Tiara si cewek komputer akutansi yang cantik itu...............eh tahu-tahu Ibu Maya sudah duluan duduk di sebelahnya dan saling mengajak ngobrol Tiara, kami berempat hanya bisa berdiri di lobi. Tapi si Budi cowok yang paling jelek diantara kami berempat yang pinter bicara dan ngibul malah bisa nimbrung ngobrol dengan Ibu Maya dan Tiara, kami bertiga karena ingin merokok langsung saja menuju warung SK yang berada di depan kampus. Kami bertiga pesan es teh sambil menikmati gorengan dan menikmati rokok sambil bersendau gurau dan tenyata sebentar kemudian Hany dan Heni ikut nimbrung dengan kami bertiga. "Mas Agung..........tahu nggak kalau ternyata Ibu Maya suka sama mas Radit..........aku perhatikan pasti setiap jam kuliahnya pasti matanya selalu lihatin dia terus.............." tanya Agung. Kami bertiga cuma berpandangan dan saling tersenyum, karena si Budi sudah pernah cerita pada kami bertiga aku, Agung dan Caesar bahwa dia pernah di ajak ngobrol sama Ibu Maya di lobi dan menyuruh Budi untuk mengajak aku ke kost Ibu Maya yang ada di belakang kampus tapi sampai saat ini aku belum mau karena aku ingin kalau memang Ibu Maya suka sama aku, aku ingin dia yang mengajak sendiri aku untuk main ke kostnya.

"Coba kurang apa mas Ibu Maya itu........sudah cantik dosen lagi dan sekarang baru menyelesaikan pasca sarjanannya di Binus Jakarta........" celoteh Heni sambil minta pendapat pada teman-teman semua. Agung menimpali "Mungkin Radit sukannya bukan sama Bu Maya Hen.............tapi sama mahasiswa itu lho yang setiap hari di jemput dari sebelah swalayan ADA.................". Heni wajahnya terlihat memerah karena hanya dia yang rumahnya memang di sebelah swalayan ADA, "Tidak lah.......mas Radit mengantar aku pulang bukan karena suka sama aku...........dia cuma kasihan kalau bapak aku tidak jemput aku kan harus jalan kaki..........' bela Heni, Kami semua tertawa karena melihat Heni yang salah tingkah karena aku memang tak pernah punya rasa sama dia. Belum selesai kita bergurau Budi datang sambil bawa berita " Hay.........stop stop dulu ini baru berita seru................Mas Radit di suruh Ibu Maya ke kantornya sekarang juga" , Hany dan Heni terlihat tidak suka dan mereka berdua spontan nyeletuk "Nggak seru ah.........lagi-lagi Ibu Maya..........lagi-lagi Ibu Maya..........." sambil ngeloyor pergi meninggalkan kami berempat. "Cepat mas di tunggu Ibu Maya di kantor suer.........nggak bohong aku........." kata Budi lagi sambil memperlihatkan muka serius dan jarinya di angkat dua memberi kode serius. Aku pamitan sama teman-teman dan langsung menuju kantor Ibu Maya, dalam perjalanan aku bertanya-tanya dalam hati kira-kira ada apa ya di panggil dia, selama dalam perjalanan aku agak gusar dan jantungku agak bergetar lebih kencang.

Sampai depan pintu, tangan aku ketukkan tok.............tok...........permisi dari dalam terdengar suara Ibu Maya mempersilahkan masuk, aku masuk dengan wajah yang agak cemas tetapi setelah melihat Ibu Maya yang tersenyum manis dan mempersilahkan aku duduk jantungku agak teratur bergerak. "Begini Dit....Ibu di beri tugas oleh dosen di pasca sarjana dan aku yakin kamu bisa menyelesaikannya karena tugasnya adalah membikin program........bantu Ibu ya.........nanti kuliah kan hanya sampai jam 8 aja, setelah selesai kuliah nanti mampir kesini ya.......dan menuju ke kost karena tugasnya ada dirumah", jantung aku terasa plong dan badan aku kembali normal tidak panas lagi ternyata Ibu Maya hanya minta bantuan untuk mengerjakan tugas pasca sarjananya yaitu membuat program "Ibu Maya saya permisi dulu , nanti setelah kuliah selesai saya langsung kesini" kata aku, Ibu Maya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis ke arah aku, aku berjalan kembali menemui teman-teman yang masih ada di warung SK di depan kampus. "Gimana Dit.....pasti motifkan........" kata Agung yang sudah malang melintang tahu tentang cara pikir cewek, aku cuma tersenyum dan mengiyakan membuat Budi dan Caesar berpandang-pandangan nggak terlalu tahu maksud kami berdua. "Walah kamu berdua itu masih anak bau kencur tahu apa....he.........." ejek Agung, memang sih aku dan Agung sudah kerja dan umur kami sudah 24 tahun, jadi tidak imbang dengan Budi dan Caesar yang baru berumur 19 atau 20 tahun.

Kuliah selesai aku langsung cabut menuju kantor dosen aku lihat Ibu Maya sudah menunggu aku di lobi sambil membawa laptopnya. "Aku nggak bawa kendaraan, bonceng Radit aja ya................." kata Ibu Maya, aku mengangguk memberi hormat sambil berjalan menuju parkir, montor aku nyalakan menuju depan kampus, Ibu Maya sudah menunggu di depan dan langsung membonceng dalam perjalan Ibu Maya mulai bertanya-tanya sama aku "Eh..........sory banget lho Dit, Ibu belum tanya sama kamu, ngaterin pulang pacar kamu apa tidak...........nanti marah lho..........", "Ah.........Ibuu, kerja aja belum bener masak punya pacar, lha mau di kemanakan kalau pacar minta malming (malam mingguan) " jawab aku. "Yang bener Dit.......mosok kamu belum punya pacar.............Hany sama Hani aja selalu lengket di sisih kamu kalau jam pelajaran saya......." sahut Ibu Maya, "Bener Ibu.......kalau teman dekat banyak tapi kalau pacar memang saya belum ada bu........" bela aku. Tak terasa kami berdua sudah berada di depan kost Ibu Maya, aku memarkirkan kendaraan dan langsung mengikuti Ibu Maya menuju kostnya yang ternyata kostnya punya pintu satu sendiri-sendiri dan di tengah-tengahnya ada taman. Ibu Maya mempersilahkan aku masuk, setelah aku membuka sepatu langsung aku masuk ternyata kostnya cukup luas ada ruang tamu kecil dan satu kamar tidur, Ibu Maya minta ijin untuk ganti dulu, aku lihat-lihat sekeliling dan aku temukan ada meja kerja dan kursinya, ada TV 32 ' dan di rak bawah ada PS2 beserta stiknya, ternyata dia suka main game seperti aku.

Aku kaget ketika Ibu Maya keluar dari kamarnya karena hanya memakai daster yang agak pendek tapi masih sopan, dia terlihat cantik banget dengan beberapa lekukan tubuh yang bikin mata aku agak nakal memandanginya. "Sebentar Dit aku ambilkan adaptornya ternyata masih tertinggal di kamar........" kata Ibu Maya, aku taruh laptop di atas meja dan segera membukanya setelah adaptor di pasang ke listrik, aku colokan kabel adaptor ke laptop dan segera menghidupkannya. Bu Maya baru mau menunjukkan tugas dalam laptopnya dengan memegang mouse eh tanpa aba-aba ternyata pikiranku juga menyuruh tangan untuk memegang mouse, jari jemari kami bersatu di mouse karena aku lebih cepat memegang mouse jadi jari jemari Ibu Maya ada di atasnya ketika jari jemariku mau aku ambil jari jemari Ibu Maya menekan sambil memegang dan dengan reflek wajah aku melihat ke wajah Ibu Maya, matanya melihat ke mata aku cukup lama dan ada kilatan teduh,nyaman, senang, gembira di dalamnya yang menyebabkan mata aku terasa tersengat beribu-ribu watt aliran listrik senang, gembira dan suka yang bercampur jadi satu menjadi cinta. Naluri lelaki tumbuh di situ bercampur aduk dengan senang dan gembira menyebabkan andrenalin keberanianku tumbuh dan tanpa aku sadari syarafku mengerakkan kepalaku untuk mendekat dan semakin mendekat ke arah pipi Ibu Maya yang sangat cantik, karena aku lihat mata dia memancarkan cinta dan rasa yang sama, hidung aku semakin mendekat ke arah pipi yang putih dan bersih.

Hidung aku merasakan halusnya pipi Ibu Maya dan harum bau di wajahnya dan syaraf di wajah aku mulai merasakan gerakan rambut Ibu Maya yang menyentuh kening dan remasan jari jemarinya yang semakin kuat, aku dengan lembut memindahkan sentuhan hidungku dengan pelan ke pipi sampingnya dengan cinta dan sayang yang mengelora. Ketika bibir aku mulai mau menyentuh sedikit ke bibir Ibu Maya. 'Tok.................tok.............pintu berbunyi dan dari luar terdengar suara Budi permisi ", kami berdua berpandangan dan saling tersenyum bahagia, Ibu Maya melepaskan gengaman tangannya dan langsung menuju pintu untuk membukanya "Oh..........Budi.........mari.......mari masuk, itu Radit baru menyelesaikan tugas aku bud......." sapa Ibu Maya. Budi masuk ke dalam sambil senyum-senyum ketika melihat aku sibuk didepan laptop. "Kalau Radit sudah biasa membuat program untuk anak-anak yang maju ujian bu.........lha saya yang sering mencarikan ordernya..........." kata Budi, "Oh gitu ya Bud.......kalau Ibu Maya yang minta bantuan kira-kira minta bayaran nggak ya............." kata Ibu Maya sambil melirik ke arah aku. "Uh.....kalau itu sih tidaklah Bu........karena Radit.............kelihatannya SU** sama he.........." kata Budi menggoda aku, aku cuma diam sambil tersenyum-senyum "He.............Bud..........Bud.........kamu nggak tahu baru aja aku dan Ibu Maya berciuman mesra banget seperti kita sudah kenal atau pacaran bertahun-tahun........." batin aku dalam hati.

Cinta itu aneh, gila, tak tahu aturan, tak tahu waktu, tak tahu usia, tak tahu tempat dan yang penting jangan mencintai sesama jenis karena itu di larang Tuhan, "Dari pada bengong ayo Bud main Game........." pinta Ibu Maya sama Budi, "Ayo siapa takut.........lha emang Ibu Maya bisa main Game........" tanya Budi meragukan kemampuan Ibu dosennya. Ibu Maya cuma tersenyum sambil membenahi dan mulai menghidupkan PS2 nya, "kamu cowok pasti ahli main game bola kan.........ayo main bola sama aku" kata Ibu Maya sambil memberikan satu stik sama Budi. Aku sibuk berpikir membuat tugas program Ibu Maya, mereka berdua ramai main game bola dan ternyata Budi selalu di kalahkan Ibu Maya. "Gimana Dit..........udah selesai belum.......udah malam nih......." tanya Budi, aku meregangkan kedua tanganku ke atas sambil berkata "sebentar lagi Bud ini ada 1 logic yang belum ketemu", Ibu Maya mulai meninggalkan stik ps dan menuju ke samping aku dan mengelendotkan badannya di bahuku, terasa rambutnya yang panjang sesekali mengenai bahu dan wajahku. Budi cuma senyum-senyum ke arah aku sambil berguman, "Lha kalau ini sih nggak usah di bayar nggak masalah..........", Ibu Maya cuma tersenyum dan tangannya di kepalkan untuk meninju Budi yang menggodanya. Aku mulai bangun dari kursi dan turun ke lantai untuk tiduran karena pinggang aku terasa penat karena dari tadi duduk terus. "Radit ini udah selesai kan.............." tanya Ibu Maya, aku menganggukkan kepala sambil menjawab "Coba di jalankan saja..........", Ibu Maya mulai duduk di depan laptop dan mulai serius mengoperasikannya dan lama-lama wajahnya mulai tersenyum puas karena tugas programnya sudah jadi.

Aku memberi kode pada Budi untuk minta pulang, tapi dia menggoda aku tidak usah pulang tidur sini aja, aku segera bangun dan mengambil tas menuju pintu, Ibu Maya melihat ke arah aku sambil mengerdipkan mata "Udah malam mau pulang dulu.........." jawab aku, "Eh...........Dit mau kemana.....emangnya kamu mau nyuruh aku pulang jalan kaki........" kata Budi sambil berdiri menuju pintu, setelah memakai sepatu aku dan Budi berpamitan dan menuju parkir kendaraan. Tapi baru mau menyalakan kendaraan Ibu Maya manggil-manggil aku dari depan pintu "Dit...........Radit ada yang tertinggal ini ", aku menyuruh Budi untuk menunggu di kendaraan dan segera berjalan menuju ke kamar Ibu Maya lagi, eh aku disuruh ke dalam walau pakai sepatu, setelah sampai di dalam kedua tangan aku di raih dan kedua mata kami beradu dengan gembira dan berbunga-bunga aku lihat dari pancaran mata Ibu Maya, dia mulai berbicara 'Aku sangat senang banget karena tugas aku sudah selesai dan yang paling senang................." Ibu Maya berhenti berbicara tetapi aku lihat kilatan cinta di dalam matanya terlihat sangat jelas, bau nafas Ibu Maya mulai terasa di wajah aku, karena kedua tangannya dilingkarkan di leherku, gelora andrenalin keberanianku mulai tumbuh tak aku sadari kedua tanganku sudah melingkar di badannya dan aku mulai berani mendekap dengan erat-erat, sambil hidungku selalu meraba pipi yang halus mulus di kiri dan kanan di wajah Ibu Maya, beberapa saat kemudian bibir kami saling menyentuh dan mata Ibu Maya mulai terpejam................."Dit..............Radit..........ayo cepat pulang" seru Budi dari luar. Kami berdua kembali ke dunia nyata dan saling tersenyum kedua jari jemari kami berdua masih berpegangan dan aku mulai berjalan meninggalkan Ibu Maya yang sebenarnya masih ingin menikmati debaran-debaran gelora cinta kami berdua yang mulai tumbuh menghijau. Aku lihat berat sekali Ibu Maya melepas jemariku walau Budi telah memanggil untuk minta pulang........

Bersabung Bro & Bray.............................................

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

Cerita lucu - Gara -gara Burung

Pak RW sebelah rumah saya punya hobi memelihara burung, bermacam-macam burung ia pelihara, Pak RW di bantu keponakannya untuk merawat burung-burungnya itu karena ada 200 burung.

Suatu pagi ketika mau memberi makan burung-burungnya Pak RW kaget bukan kepalang karena semua burung yang ia pelihara ludes di gondol maling. Karena ulah si maling kampret ini udah kebangetan sekali, maka Pak RW punya rencana mengumpulkan semua warga satu RW.

Ada sekitar 500 warga hadir dalam pertemuan di depan rumah Pak RW, setelah berbicara mengenai moral agama mengenai mencuri, Pak RW mulai bertanya pada warga, "Siapa yang punya burung ?!", maka semua warga yang laki-laki semua berdiri. Menyadari kesalahannya buru-buru Pak RW meralat pertanyaannya "Bukan itu maksud saya, siapa yang melihat burung ?!". Semua warga yang perempuan berdiri. "Wah gawat....." pikir Pak RW. Dengan muka marah dia berkata " Maksud saya siapa yang pernah lihat burung bukan miliknya ?!". Separo dari wanita yang hadir berdiri, muka Pak RW semakin merah padam karena marah dan gugup dan dia berkata lagi " Maaf sekali lagi, bukan kearah situ pertanyaan saya, maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung saya ?!". Ternyata ada 5 warga wanita di situ yang berdiri, Pak RW semakin marah sambil lari kepontang panting karena Bu RW lari ambil sapu untuk memukul Pak RW........he..............

Makanya teman-teman semua kalau mau berbicara di depan orang banyak harus di persiapkan dengan baik ya he....................

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

Cerita cinta - Cinta Bertepuk Sebelah Tangan


Cerita ini hanya fiktif belaka jika ada nama tokoh atau tempat yang sama dengan kehidupan anda, itu hanya kebetulan saja dan ini hanya cerita hiburan belaka.

"Jo..............jo............." sapa Tri sambil berlari menyusul aku yang mulai menuruni anak tangga di Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Akutansi salah satu Universitas terkenal di Kota Semarang. Aku berhenti dan menyuruh beberapa teman karibku untuk jalan dulu, dengan tatapan mata aku menyapa dan menanya pada Tri Harini teman satu jurusan denganku. "Jo.........please jangan ngomong dulu ya sebelum aku berhenti cerita........" kata Tri, sambil berjalan berdua Tri mulai cerita "Jo.........kemarin aku dapat ticket gratis dari temen aku.............ticketnya 2..............ini nih............." Tri mulai memperlihatkan dua lembar ticket untuk nonton film di plaza simpang lima. "Gimana Jo.........bisa nemeni aku nonton nggak...........eman sekali kalau ticketnya hanya terpakai satu...........please ya kamu pasti bisa..........".


Joan Putra Sanjaya adalah nama pemberian kedua orang tua yang sangat aku sayangi dan semua orang biasa memanggil aku dengan sebutan "Jo", dari kedua orang tua ku, adik-adik ku, tetangga ku, teman-teman karib ku sampai teman kuliah. "Gimana Jo..........kok malah ngelamun..........mau .........kagak............." pinta Tri, "Kapan sih Tri...........ticket kamu bisa di pakai..........." tanya aku, "Besuk malam minggu jam 18.30 Wib.....gimana bisa ya Jo..........." jawab Tri sambil merengek di depan aku. "Gini aja aku mau tapi dengan syarat..........kalau ada acara dengan teman-teman karib (gank)..........berarti aku besuk sms kalau batal tetapi kalau tak ada acara, aku samperin kamu di kost........" jawab aku, dengan wajah semringah dan tersenyum manis Tri menganggukkan kepala sambil mengerdipkan mata tanda setuju dan berlari menuju teman-teman ceweknya yang sudah nunggu dia di parkiran.

Aku juga menyusul teman-teman karibku seperti Antok, Heri, Irawan, Han yang dengan setia menunggu aku di parkiran kampus. "Ada apa Jo..........kelihatannya kita perhatikan kok Tri serius banget ngobrol sama kamu,.........emannya dia suka kamu.............nggak usah di tanggapi aja Jo...........dia itu berisik banget kalau di dalam kelas.........." kata Heri sambil menunjukkan muka tak senang pada teman-teman yang lain. Aku perhatikan mereka semua kompak menganggukkan kepala ke arah Heri walau tak terlalu kompak. "Eh.......kamu-kamu itu serius amat..........lha Tri tadi itu hanya bilang bahwa besuk jum'at kalau pulang dia mau nunut sampai halte bawah karena dia mau pulang kampung........" sahut Aku sambil berbohong sama mereka semua. "Walah.................Jo..................Jo................masak nggak tahu modus cewek sekarang, itu hanya cara cewek untuk bisa menggaet kita dengan cara halus........" sahut Anto."Terserah kamu aja deh.....yang penting aku tak ada hubungan apa apa dengan anak itu......" sahut aku sambil menuju kendaraan dan mulai menghidupkannya.

Kami semua mulai menghidupkan mesin kendaraan dan mulai bersama-sama meninggalkan parkiran kampus dan menuju arah ke kost, "Jo.........kita main saja ke kost Reny dulu yuk.........." kata Han sambil mendekatkan kendaraannya di sebelah kendaraan aku,  "Anak-anak yang lain gimana sudah jauh di depan tuh........" sahut aku, Han memberi kode untuk meninggalkan mereka semua dan berbelok menuju ke arah kostnya si Reny. Aku ikut membelokkan kendaraan ke arah kostnya Reny dan karena deket beberapa saat kemudian sudah sampai. Dari awal masuk kuliah dulu semester 1, aku udah tahu kalau Han suka banget sama Reny tapi sampai semster 2 ini, dia belum mampu menaklukkannya. Kami berdua mulai masuk tempat parkir kostnya Reny. Setelah turun dari kendaraan Han langsung duluan menuju lorong dan masuk ke dalam sambil memberi kode pada aku untuk turut masuk ke dalam. Aku melihat kost Reny cukup mewah karena di tengah-tengahnya ada taman dan kolam dan setiap kamar langsung punya meja kursi di depannya yang langsung menghadap ke taman dan kolam. Han terlihat mengetuk kamar Reny dan langsung duduk di kursi depan kamar yang di sebelahnya ada meja kecil dan juga kursi di sebelahnya lagi, aku menuju kursi kosong di sebelah kiri meja.

Sebentar kemudian muncul cewek putih bersih tinggi dengan rambut lurus sebahu dengan memakai kaos putih agak ketat dengan bawahan jean pendek yang memperlihatkan kakinya yang panjang putih bersih, jantung aku agak bergetar ketika matanya yang besar dan alis tebal dengan bulu mata lentik tersenyum melihat ke arah mataku, beberapa saat kami sempat saling pandang dan sadar ketika Han berdehem agak kenceng. "Ren...........gimana sudah bisa ngerjakan, tugas yang kemarin soalnya kamu sms kan di hp aku..." tanya Han, "Oh ya belum sempat aku lihat lagi sih...........masalahnya sudah menumpuk tugas yang baru.....kamu kerjakan saja ya...........sebentar aku ambil......." sahut Reny sambil berjalan menuju dalam kamarnya lagi. Sebentar kemudian Reny datang sambil membawa buku dan di serahkan pada Han, ketika sedang memberikan buku pada Han, Reny badannya agak turun.......secara reflek mata saya langsung melihat sesuatu yang muncul di bawah dadanya karena belahan kerah kaosnya agak turun..........ehm lumayan besar juga batin aku dalam hati he..........

Han terlihat sibuk dengan tugas si Reny, aku hanya duduk di sebelahnya tanpa sepatah katapun karena takut salah paham kalau aku memulai percakapan dengan Reny, cewek yang sudah hampir empat semester di deketin Han sahabat karibku. Reny duduk di bok pembatas teras dan sesekali aku meliriknya untuk melihat-lihat kecantikannya. "Ehm...........cewek ini boleh juga.........badannya cukup berisi dengan lekuk tubuhnya........wajahnya juga putih bersih dengan alis yang tebal mata yang berbinar dan bulu mata melengkung (lentik) .....rambut lurus panjang agak sedikit merah, membuat parasnya semakin ayu...." batin aku dalam hati. Aku tersentak kaget ketika Reny juga memperhatikan kearahku dengan pandangan yang tajam dan penuh arti.....jantungku terasa berhenti berdetak dan terasa kering kerongkonganku.........badanku mulai bergetar tatkala dia mulai tersenyum manis dengan masih memandang mataku. Mata kami cukup lama saling menyelidik, untuk mencairkan keadaan aku mulai ikut tersenyum manis.

"Han.........kok nggak kamu kenalkan teman kamu..........namanya siapa udah punya pacar atau belum......." kata Reny memecah keheningan..........dia mulai mengoda dengan sebentar-sebentar menyibakkan rambutnya yang panjang itu. "Mau kenalan..............ya kenalan aja.........itu Joan..........anak-anak sih kalau manggil Jo.........saja.........." sahut Han sambil masih sibuk mengerjakan tugas Reny. Reny mulai menyodorkan tangan kanannya ke arahku, sambil tersenyum manis aku sambut tangannya yang putih dan lembut  " Aku Joan teman karib Han..............sejak kita masih di SMA dulu..............." terang aku kepada Reny. " Punya Facebook atau Twitter nggak.........boleh aku jadi teman kamu Jo................" tanya Reny, Aku nggak berani bilang ya atau tidak.........aku melihat ke arah Han.............dan aku lihat Han berkedip memberi isyarat ya............"Facebook aku Joan Putra Sanjaya dan Twitter nya @Joanputras..........." sahut aku. Reny mulai membuka HP nya dan mulai sibuk mencari-cari profil facebook dan twitter milik aku, "Kamu aku add ya Jo........nanti di konfir lho................jangan sampai lupa..............." pinta Reny, aku cuma mengganggukkan kepala dan merasa kurang nyaman dengan Han.

Aku ambil HP dari dalam saku celana dan mulai membuka Facebook........aku lihat profil Reny mengajak pertemanan langsung saja aku konfirmasi, begitu juga dengan twitternya. "Ok.......udah kamu konfirmasi kok Jo.............eh siapa ini cewek di profil kamu Jo..........pasti pacar kamu ya......." tanya Reny, "Oh itu...........itu adik aku nomor tiga atau yang paling buncit..........cantikkan.........." jawab aku. Aku mulai tidak enak hati sama teman karib aku Han.........karena Reny malah semakin akrab dengan aku.........add Facebook dan twitter lagi, aku mulai menjaga jarak dengan Reny, sebisa mungkin aku tak terlalu menanggapi pertanyaan-pertanyaan dia. Karena tak enak dengan Han, aku pamit aja untuk pulang..............tapi gimana ya alasannya, "Tri...........cepet aku di bel ya..............tolong place penting............." tulis aku dalam sms dan langsung aku kirim, sebentar kemudian HP aku berdering dan aku berdiri dan agak menjauh dari Han dan Reny, Belum sempat Tri bicara HP aku matikan dan langsung menuju tempat Han dan Reny untuk minta ijin pulang. "Han.......sory ya...........Antok nggebel katanya bannya dia bocor di depan gapura kampus..........." kata Aku sedikit berbohong biar bisa meninggalkan mereka berdua. Mereka berdua kompak untuk memberi ijin dan aku segera keluar dari kost Reny menuju ke parkiran, eh sampai parkiran HP berdering lagi "Kak ada ya kok sms aku di suruh ngebel.........." tanya Tri dari seberang, "Mau aku suruh bantu bayarkan tambal ban kendaraan Antok karena dia tidak bawa uang.............tapi nggak jadi...........karena sekarang aku sudah bisa kesana ini............." jawab aku. "Ingat ya kak.........malam minggu aku tunggu di kost.......awas kalau tidak datang............." sahut Tri dari seberang dan langsung menutup telponnya.

Aku langsung menuju ke rumah karena ternyata sudah sore jam 15.15 wib, karena rumah aku cukup dekat dengan kampus hanya berkendara 10 menit sudah sampai. Sampai rumah setelah parkir kendaraan langsung menuju meja makan..............setelah puas makan, aku langsung menuju kamar, menaruh tas di atas meja belajar dan langsung merebahkan badan di kasur..........terasa nyaman tubuh yang penat ketika di rebahkan di kasur batin aku dalam hati. Aku mulai kantuk dan terlelap dalam tidur dan tahu-tahu sudah berboncengan kendaraan dengan Reny, aku merasakan dekapan tubuhnya di tubuhku, Reny mulai cerita 'Jo.........aku itu cinta pada kamu.............aku tidak cinta dengan Han..........walau dia sudah hampir 4 semester ini berusaha mendekatiku........." cerita Reny, Aku benar-benar senang sekali ketika Reny bicara seperti itu karena aku juga sebenarnya cinta sama dia batin aku dalam hati. "Jo.........terserah kamu aku kamu bawa ke mana ikut saja, yang penting aku selalu bersama kamu........." bisik Reny di telingaku. Aku benar-benar terasa di awang-wang sap ketujuh, aku gas semakin kencang kendaraan dan aku arahkan menuju ke jalan alteri karena aku ingin mengajak Reny ke marina tempat yang asyik untuk ngobrol berduaan dan lagian ini masih jam 15.00 wib. Kami berdua asyik bercekerama dan sesekali Reny dengan manja mencubit perutku karena aku jail mengodanya, Reny mulai berani menyandarkan tubuhnya di bahuku dan aku mulai mengusap-usap rambutnya yang panjang dan halus itu " Ren lihat di sana itu ada kapal nelayan kecil" kata aku sambil mengarahkan wajahnya dengan jariku, Reny tak melihat bibir aku yang sudah aku arahkan ke pipinya yang halus dan cup..........Reny marah berusaha memukul aku, aku berlari-lari kecil menghindarinya, ketika kami ke lelahan kami kembali duduk berdua lagi dan aku berbisik di telingannya "Kamu marah tapi senang kan.." ih kamu memang nakal sukanya mencuri aja, sambil dia merebahkan tubuhnya di pangkuan aku...........aku semakin terasa melayang saja. Sedang asyik-asyiknya berduaan.................aku lihat dari kejauhan Tri berjalan menuju tempat kami berdua...............aku mulai gelisah mengajak Reny untuk pergi. "Ren..............ayo pulang saja.........soalnya kalau sore di sini banyak orang yang pinta uang..............." ajak aku, aku perhatikan Tri jalannya makin cepat saja..............dan semakin cepat membuat aku semakin panik dan tanpa sadar berteriak " aku lebih cinta Reny......................Aku lebih cinta Reny " teriak aku dengan kencang, terasa tubuh aku tergoncang-goncang dan aku mendengar suara Ibu "Jo.....................Jo.................ada apa kok berteriak-teriak" tanya Ibu.

Aku lihat wajah Ibu ada di atasku dan ternyata aku cuma mimpi batin aku dalam hati, aku jadi malu sama Ibu karena pasti Ibu sudah lama mengoncang-goncang tubuh aku karena aku ngelindur dalam mimpi. "Jo..........siapa sih Reny..............teman kampus...............pasti cantik ya dia..............." tanya Ibu, aku cuma memalingkan tubuh menghadap ke tembok biar Ibu tak bisa melihat wajahku yang mulai memerah karena malu. Aku ambil HP untuk melihat jam eh........ternyata sudah pukul 19.30 wib, setelah aku perhatikan eh ada pesan masuk di profil facebook setelah aku buka "Halo........cakep malam minggu main ke kost ya........pokoknya aku tunggu deh.........nggak usah kawatir dengan Han.........soalnya dia pulang kampung besuk malam minggu......." ternyata pesan facebook dari Reny, aku tersenyum sendiri senang karena Reny benar-benar sempurna kalau di lihat semua cowok, cantik, pinter, badannya tinggi sedikit berisi, pokoknya sempurna. Sebentar kemudian aku mulai bersedih........karena ingat teman karib aku sejak SMA yaitu Han........yang sudah hampir 4 semester ini mengejar Reny tapi ternyata Reny memang tidak suka, padahal aku lihat Han sudah melakukan hal yang terbaik untuk menaklukkan Reny.........cinta memang misteri.

Aku semakin sedih ketika ingat Tri teman satu jurusan yang sering sekali membantu aku dalam mengerjakan tugas-tugas dari dosen. Sampai-sampai dia rela membuat dua tugas ketika aku tidak masuk kuliah demi dia membantu aku mendapatkan nilai yang baik, padahal malam minggu besok Tri juga sudah bilang mau mengajak nonton film layar lebar di Plaza Simpang Lima, lama sekali aku tidak beranjak dari tempat tidurku karena hatiku di antara dua percabangan yaitu antara senang dan sedih, Tuhan mengapa engkau berikan cinta pada kami.................manusia kalau harus ada yang tersakiti diantara kami, apakah aku harus menerima cinta kedua cewek ini ? dan harus menghancurkan persahabatan yang sudah lama Han dan aku bangun hanya gara-gara cewek yang sama-sama kita cintai ? Kenapa tidak Engkau satukan Han dan Tri, sementara aku dengan Reny sehingga tak ada yang merasa tersakiti ? Kepala aku terasa berat dan bingung mau gimana mengambil sikap di antara pilihan yang sulit, jam aku lihat sudah pukul 23.00 wib ketika aku keluar dari kamar dan aku langsung kembali lagi ke kamar karena baru ingat pesan facebooknya Reny belum aku bales. Tangan aku terasa bergetar ketika mau membalas pesan Reny antara mau dan tidak.........aku benar-benar cinta dia.............tapi dilain sisi aku tak mau menyakiti hati teman karibku Han........

Cerita bersambung....................lebih seru !!!!

 
Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

Cerita - Siti Fatimah Cewek Yang Cantik

Setiap liburan semester aku paling suka untuk main ke rumah kakek yang masih di desa dan penuh dengan sawah yang masih sangat luas yang dikelilingi bukit yang masih dipenuhi dengan pohon-pohon besar. “Anton…………..tolong antar makan dan minum kakek ke sawah ya………….” Suruh nenek padaku. “Ya…….nek nanti…….aku mau mandi dulu……….” Jawab aku sambil menuju kamar mandi ………..sambil bersiul-siul menyanyikan lagu……….kesenanganku dari group band D’masiv.

Selesai mandi ganti baju makan pagi dulu……………lalu aku tanya nenek “ Mana nek makanan yang mau di kirim untuk kakek………..” jawab nenek masih sambil mengupas pisang…….”Itu ada di meja dapur……..sudah aku beri rantang tinggal bawa aja………”. Aku menuju ke dapur untuk mengambil rantang dan langsung menuju ke persawahan milik kakek yang cukup lumayan jauh dari perkampungan………….walau lumayan jauh tapi aku senang…..karena memang sudah jenuh dengan bisingnya suara deru kendaraan yang tak penah berhenti di kota besar seperti Jakarta tempat orang tua aku berada. Sambil menyusuri pematang persawahan yang hijau ………dan melambai-lambai……….aku bersiul-siul senang dan menikmati udara yang segar serta pemandangan yang masih serba hijau…..”sungguh daerah yang bagus…………..persawahan yang di kelilingi bukit yang masih dipenuhi pohon-pohon besar………….disana-sini……..” pikir aku sambil melihat ke sana kemari tanpa henti………apalagi di bagian lembah yang selatan terdapat air terjun yang cukup tinggi…….yang sudah bisa aku lihat dari dekat persawahan kakek. Dari jauh aku udah panggil kakek yang masih mencangkul di tengah persawahan..”Kek………………hay………………..sambil melambaikan tangan………aku bawakan makan nih……….”. “Hay……………ant kakek menyambut aku dengan senangnya karena memang aku jarang main ke desa…….makanannya di taruh di gubug (rumah kecil di sawah)…..”. Aku sambil agak berlari-lari kecil menuju gubug milik kakek yang benar-benar nyaman untuk berteduh dari terik matahari maupun hujan dan bisa juga untuk tiduran karena memang dibuat cukup tinggi dari tanah. Kakek mulai menuju ke gubug tempat aku berada untuk makan siang,………ternyata kakek belok arah untuk cuci kaki dan tangan dulu………belum sampai gubug aku udah menghampiri untuk cium tangan dan mulai membukakan kakek makan dan minum yang sudah aku bawa dari rumah dan kakek mulai makan…..dengan lahapnya dengan hanya memakai lauk yang hanya sederhana “ Tempe goreng & tahu goreng” serta sedikit sayur gori yang aku lihat di beri tulang sapi (he……..kenapa aku bilang tulang sapi)…….karena biasanya karena orang jawa di namakan tetelan (tulang yang berdaging sangat sedikit) ha…………itu aja kakek sampai nambah beberapa kali …..aku ambilkan minum sesekali………

Setelah melayani makan kakek aku ijin “ Kek……..aku mau jajalan dulu ke air terjun sana ya……..”, “Ya………………ya…………..sana jalan-jalan kakek mau istirahat dulu…….habis makan kok kantuk….” jawab kakek aku sambil tiduran di gubugnya yang memang bersih dan nyaman. Aku mulai menyusuri pematang persawahan yang lumayan licin karena habis kakek beri tanah basah di atasnya…untuk menuju ke arah air terjun yang cukup mengoda………hampir 15 menit aku berjalan baru sampai dengan melalui hutan kecil di sekitar persawahan kakek. “Benar………benar masih asli dan bagus air terjun yang cukup tinggi ini dalam batin aku……….”. Di bawahnya terdapat danau kecil yang di sekitarnya terdapat batu-batu besar hitam yang bersih……….aku semakin penasaran untuk mendekati dan menikmatinya air yang masih bersih…….. Aku mulai mendekat dan melewati beberapa batu hitam besar tetapi belum sampai aku melewati batu terakhir……….aku mengurungkan niat aku karena di kejutkan cewek yang masih muda…..yang mandi di pinggir danau kecil di bawah air terjun…….agak sembunyi di belakang batu besar aku amati cewek itu…..aku agak tidak percaya dengan keadaan cewek yang ada didepan aku ini………..dengan rambut hitam lurus…….putih bersih………hidung mancung……..mata besar dengan bulu lentik dan hanya memakai jarit untuk menutupi bagian wanita yang sensitif………..aku pikir dan perhatikan cewek itu tak menyadari kedatangan aku…………….yang mungkin tak pernah dia bayangkan di tempat seperti ini ada orang yang mau jalan-jalan hanya untuk melihat air terjun…………..karena bagi orang desa pemandangan ini mereka temukan setiap hari…….kecuali kakek yang mencangkul di sawah untuk membersihkan tubuhnya yang penuh lumpur dan pastinya……..hanya dilakukan sore hari dan tak mungkin siang seperti aku ini………..

Cewek cantik itu mulai agak melepas jarit yang menutup tubuhnya sambil agak berjongkok masuk ke air……..degup jatung aku mulai hampir berhenti……..ketika dia memcunci jaritnya………sambil berjongkok di dalam air…….aku tutup mulut aku untuk tak bersuara karena nafas aku tersegal………dan jantung aku berdegup keras……….begitu putih….tubuhnya dan sedikit aku lihat dada yang putih bersih yang ditumbuhi dua buah yang cukup menonjol….. ….dengan tanpa ragu cewek cantik itu mulai mengambil sabun yang dia taruh di atas batu dan mulai digosokkan di semua bagian tubuhnya yang putih mulus….tengorokanku mulai terasa kering dan nafas bertambah terasa berat aku rasa……..ough…….terasa panas dingin tubuh ini………busyet…….mulus banget………….batinku Mata aku tanpa berkedip ketika cewek cantik itu mulai membersihkan tubuhnya yang ranum dan menatang…………..emh…………..tak tahan aku di buatnya ……..pingin aku lari menubruknya…tetapi aku tahan gejolak lelaki yang semakin berkobar di semua aliran darah………..betul-betul cantik dan putih mulus………..batin ku dalam hati. Beruntung banget seandainya aku bisa kenalan dan jadi pacarnya……… dia mulai duduk di batu dan tepat di hadapan tempat persembunyian…..dia mulai mengangkat salah satu kaki kecilnya yang putih mulus dan mulai membersihkan pakai batu……….ough…….my God………. aku hanya bisa menarik nafas dan terasa berat dan………….benar-benar aku tak tahan dibuatnya……………badan aku terasa panas dingin…….benar-benar sempurna cewek ini batin ku dalam hati………..

Dia mulai memakai lagi jarit yang tadi di cucinya dan mulai mencuci pakaian-pakaian dalam yang masih tersisa………….aku sedikit ragu untuk melangkah mendekati………..aku tunggu beberapa menit baru aku jalan melingkar agak jauh dari cewek cantik itu………..dan sedikit berdehem …………..ukh…..uhk…..cewek cantik tadi sedikit terkejut melihat kearah ku………aku pura-pura tak tahu ada dia dan mulai mencuci wajah aku yang memang cukup kepanasan dengan udara jam 10 wib……..aku mulai melihat dia sambil tersenyum manis…………..dan cewek itu agak ragu untuk tersenyum…….pada ku…….tetapi agak takut diapun membalas senyuman manis ku………”hay……………pagi……….pagi kok udah mandi dan cuci pakaian rajin amat………..” sapa aku sambil agak mendekat ke arah dia……….cewek itu dengan agak tersipu………menjawab “udah biasa den………kalau pagi gini saya memang cuci pakaian sekalian mandi…….” Cewek itu kelihatan malu sama aku karena sering menunduk terus……….dan sesekali membetulkan jarit yang di buat kemben (penutup tubuh dari atas payudara sampai ke bawah lutut) di tubuhnya. Aku dekati dan mengajaknya bersalaman……..”Nama ku Anton……….rumah aku di ujung persawahan sana…….” . “Nama aku Siti Fatimah den………” kata cewek itu sambil agak malu-malu dan tak berani menatap aku……….nggak usah panggil den....aku jadi nggak enak........panggil aja anton.........pinta ku pada Fatimah dia cuma tersenyum tak berani menatap ku........cantik banget waktu Fatimah tersenyum bantin aku dalam hati.............. Terus................rumah Fatimah mana..........kok sampai sini cuci dan mandinya tanya ku penuh selidik..............”rumah aku ada di bukit sebelah sana..........” kata Fatimah sambil menunjuk ke arah utara.............aku tak menyangka kalau disini ada cewek secantik kamu..........mau mandi di danau...............rayu aku .......dan Fatimah cuma tersenyum tersipu sedikit melihat aku..........”Aden.........eh....mas Anton pasti bukan orang sini kan.............soalnya aku tak pernah melihat sebelumnya...........” tanya Fatimah. ”Aku anak Jakarta tapi kakek nenek aku asli orang daerah sini...........” jawab aku sambil memperhatikan kecantikannya...........dia cuma mangut-mangut.........sambil masih sedikit malu waktu aku perhatikan terus matannya yang indah..............”pasti udah punya pacar ya..............? tanya aku penuh selidik...........”. ” Mas Anton pasti tak mau menjadi teman aku.........setelah aku beritahu........keadaan ku ” jawah Fatimah dengan agak menarik nafas...............”emangnya kenapa...............kan kita sama-sama makan nasi........” tanya aku sambil sedikit mengoda dia ........”ya bukan begitu........soalnya aku sebenarnya ........udah janda karena udah berumah tangga tetapi sudah........2 tahun yang lalu cerai.......” cerita Fatimah sambil melihat tajam pada ku..........walau agak sedikit kecewa.......”

Lha memangnya kenapa kalau janda memangnya tak bisa berteman........” tanya aku.............ya tak begitu biasanya orang kampung mencibir janda apalagi masih muda seperti saya jawab Fatimah sambil agak sendu.......... Gak apa...........khan masih ada aku..................aku mulai berani merayunya dan aku perhatikan di mulai bisa menerima ku...........karena dia mulai memainkan kakinya di air.............tak tahu bagaimana awalnya tahu..........tahu aku sudah memegang tangannya sambil terus mengamati kecantikan Fatimah yang membikin aku mabuk kepayang..................Fatimah berusaha melepaskan tangannya dari gegaman tangan ku.............tetapi aku mengambilnya kembali...”Kamu cantik................sempurna lagi.................” rayuku sambil berusaha semakin mendekatkan tubuhku ke arahnya..........awalnya Fatimah meronta dan meronta...........tetapi akhirnya Fatimah mau juga..........sambil duduk di atas batu dan kaki di air..........aku mulai meremas-remas kedua jari jemari tangannya yang halus mulus....................dan aku perhatikan Fatimah mulai ikut menikmati................ketika aku pandang matanya yang indah...............aku mulai nakal memandang matanya dengan sedikit nakal...............Fatimah menunduk malu dan mulai lagi memandang mataku dengan cinta di dalam matanya. Ku dekatkan wajahku menuju pipi Fatimah yang halus mulus itu.....berusaha untuk menciumnya.......ternyata dia diam dan terasa jari jemarinya di tanganku mulai terasa hangat dan wajahnya mulai terlihat memerah........beberapa saat kemudian dia melepaskan jari jemari tangannya yang halus dari gengaman tanganku dan berusaha mendorong aku. ”Anton.........aku nggak mau ah.......aku takut.........pokoknya aku nggak mau............., kalau kamu memang suka aku ayo mampir saja kerumah aku”. Karena aku terpana oleh kecantikan Fatimah, aku cuma menganggukkan kepala saja dan kami berdua mulai berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumah Fatimah. Ketika berjalan sudah agak jauh sambil terus ber gandengan tangan aku tanya pada Fatimah, ”mana sih rumah kamu kok belum kelihatan................” tanya aku, ”Nanti sebentar lagi di belokkan pohon itu ada rumah.........lha itu rumah aku” sahut Fatimah.

Ketika sudah mulai melewati tikungan pohon besar terlihat rumah besar yang bagus...........dan Fatimah tersenyum manis kepadaku sambil menunjuk rumahnya dan berkata ” itu rumah aku mas.............”, tanpa berpikir yang aneh-aneh aku langsung masuk ke dalam rumah besar itu bersama Fatimah, cewek desa yang sangat cantik itu. ”Mas....aku buatkan minum dulu ya dan aku gorengkan pohong, kira-kira 10 menit berlalu Fatimah mulai kedepan ruang tamu sambil membawa minum dan pohong goreng. Aku tak menghiraukan apa yang sedang dia bawa tetapi mata aku mulai melihat kecantikan yang terpancar dari tubuh Fatimah................ehm benar-benar cewek yang sangat sempurna batinku dalam hati. ”Mas........kok dari tadi melihat aku seperti itu....ada apa sih.........” tanya Fatimah, aku cuma tersenyum dan berguman agak kenceng ”Benar-benar cantik banget.................”, Fatimah terlihat tersipu dan sedikit menundukkan wajahnya untuk menghindar dari tatapanku. Ketika Fatimah mau duduk di kursi depanku.........aku memberi isyarat padanya untuk mau duduk di sebelahku dengan malu-malu diapun menuju kursi di sebelahku. Aku mulai memegang jari jemarinya yang halus mulus dan langsung mencium pipinya yang putih bersih, aku mulai berani merangkul tubuhnya dan mendekapnya dengan erat dan mulai berani aku mengelus rambutnya yang hitam dan wangi, aku mulai meciumnya dan mengelusnya terus, kami berdua sudah mulai lupa dengan cinta kami yang membara.............

Bagun-bangun...........aku ternyata telanjang bulat dan..............celana dan pakaian ada di samping aku tidur di atas batu tertata rapi seperti telah disetrika.......dan Fatimah aku panggil....................panggil.................Fatimah.....................Fatimah...............tetapi tetap tak ada jawaban...............celana dan baju aku pakai dan mulai jalan untuk kembali ke tempat gubug kakek yang lumayan jauh.............sampai di gubug.............ternyata kakek udah menunggu aku untuk pulang...........”Ant..........kenapa lama................lihat air terjunnya.............sampai kakek selesai menyangkulnya.....................? ” tanya kakek terheran-heran melihat aku. Tadi waktu di air terjun aku ketemu cewek cantik kek..................namanya Siti Fatimah...........tapi panggilannya Fatimah.........dan aku dan dia asyik mengobrol.............sampai aku ketiduran.................tetapi setelah bangun....................Fatimah sudah tidak ada lagi......................” jawab aku. ”Tadi yang menemui kamu di air terjun itu yang nunggu danau.................” cerita kakek..................”Yang benar aja kek...........................masak Fatimah penunggu danau.............aku tadi melihat dengan 2 mata kepalaku sendiri.................” jawab ku meyakinkan kakek. ”Benar..........Ant........kalau penunggu danau menginginkan dan suka sama laki-laki yang ke danau itu maka dia akan memperlihatkan dirinya.....................”. Aku mulai sesak bernafas..........berkunang-kunang dan hilang semuanya..............................dan tahu-tahu udah ada di rumah kakek nenek yang sangat aku cintai.................
Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

Paling Disuka

Translate