IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


cara pacaran - Ibu Dosenku yang cantik

Cerita cinta ini hanya fiktif belaka dan semua orang dan tempat yang disebut disini tidak benar adanya dan kalau ada kesamaan dengan tokoh dan alur cerita itu hanya kebetulan semata.

Nama aku Raditya, teman-teman memanggilku Radit dan juga ada yang manggil Ditya, kalau aku terserah mereka saja enaknya panggil aku apa saja yang penting enggak paijo apalagi painah he...........Aku udah kerja di salah satu perusahaan swasta terkenal di kota semarang dan kalau sore hari aku sempatkan untuk ambil kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di kota semarang. Karena aku kerja di bidang komputer maka aku juga ambil jurusan manajemen komputer.


Seperti biasa kalau berangkat pasti selalu telat, karena masuk kuliah jam 16.00 wib, padahal jam segitu aku baru keluar dari tempat kerjaku dan pasti kalau sampai tempat kuliah selalu telat antara 15 sampai 20 menit. Seperti hari ini setelah memarkirkan kendaraan secara aman aku langsung berlari-lari kecil menuju ke ruang kelas dan langsung permisi sambil nafas masih terengah engah..........permisi dari dalam sudah terdengar suara cewek ehm.....pasti Radit.............kalau saya mengajar pasti terlambat terus................aku buka pintu dan minta maaf pada Ibuu Maya dosen mata kuliah DBMS yang cantik.


Tanpa di persilahkan Bu Maya aku langsung ngeloyor menuju kursi paling depan yang masih kosong diantara Hany dan Heni, Aku lihat ke belakang teman akrabku semua senyum-senyum di belakang seperti Budi, Agung, Hery dan Caesar si anak Medan. Eh baru datang belum buka buku Ibu Maya yang cantik udah nyuruh aku mengerjakan soal di depan, "Coba Radit kerjakan itu soal yang nomor satu ....biar teman-teman kamu merasa adil karena kamu terlambat datangnya........." kata Ibu Maya. Aku lihat catatan Hany tapi dia sewot nggak boleh meminjami catatannyae, eh ternyata Heni malah memberi catatannya pada ku buat mengerjakan soal di depan. Aku baca sebentar catatan si Heni untuk memahami format materi pelajaran yang saya sinkronkan dengan soal.

Sebentar kemudian aku maju kedepan menuju meja Ibu Maya untuk mengambil spidol dan berjalan pelan-pelan menuju whiteboard sambil berpikir melihat catatan Heni dan aku mulai menjawab pertanyaan nomor 1 dari Ibu Maya. Kira-kira 2 menit kemudian aku kembali menuju meja Ibu Maya untuk mengembalikan spidol dan berjalan lagi untuk duduk di antara Hany dan Heni. Ibu Maya mulai memeriksa kerjaan aku di whiteboard kemudian bertanya sama teman-teman "Siapa yang menyatakan benar kerjaan Radit angkat tangan.......?!" tanya Ibu Maya, semua diam tidak ada yang menjawab setuju maupun mengangkat tangan. Sekali lagi Ibu Maya bertanya "Siapa yang menyatakan kerjaan Radit salah.........?!", semua mahasiswa diam dan tak ada yang mengangkat tangannya.

"Lha yang dinamakan aneh bin ajaib ya ini...........Radit baru datang langsung saya suruh maju untuk mengerjakan sudah paham dengan hanya membaca sebentar catatan si Heni, tapi kamu semua belum ada yang paham, padahal sudah dari tadi saya terangkan tentang materi ini........sudah dua kali aku ulang lagi " celoteh Ibu Maya, Ibu Maya mulai melihat ke arahku yang baru sibuk menerangkan pada Hany dan Heni yang duduk di samping aku. Ketika wajah aku angkat dan melihat ke arah whiteboad sambil menerangkan pada Hany dan Heni, tanpa sengaja mata aku bertemu dengan mata Ibu Maya dosen yang masih gadis itu, mata kami beberapa saat saling bertatap dan aku lihat ada sesuatu yang aneh di dalam mata Ibu Maya, Hany dan Heni mengeluarkan batuk yang di sengaja karena tahu aku dan Ibu Maya yang cantik saling berpandangan. Ibu Maya umurnya kira-kira baru 24 tahun dan dia saat ini sedang menyelesaikan pasca sarjana di bidang Magister Manajemen Komputer di Jakarta yaitu di Binus jadi setiap hari jum'at sampai hari minggu selalu berada di Jakarta.

Karena sibuk menerangkan materi kuliah sama Hany dan Heni tak terasa pelajaran Ibu Maya yang 2 sks itu sudah usai dan kita mulai bisa isoma ( istirahat solat dan makan) karena waktu sudah mau menunjukkan jam 6 sore. Karena ingin bertemu cewek cantik di jurusan lain yang sering ada di administrasi aku, Agung , Budi dan Caesar cepat-cepat menuju kesana. Baru aja aku mau duduk di sebelah Tiara si cewek komputer akutansi yang cantik itu...............eh tahu-tahu Ibu Maya sudah duluan duduk di sebelahnya dan saling mengajak ngobrol Tiara, kami berempat hanya bisa berdiri di lobi. Tapi si Budi cowok yang paling jelek diantara kami berempat yang pinter bicara dan ngibul malah bisa nimbrung ngobrol dengan Ibu Maya dan Tiara, kami bertiga karena ingin merokok langsung saja menuju warung SK yang berada di depan kampus. Kami bertiga pesan es teh sambil menikmati gorengan dan menikmati rokok sambil bersendau gurau dan tenyata sebentar kemudian Hany dan Heni ikut nimbrung dengan kami bertiga. "Mas Agung..........tahu nggak kalau ternyata Ibu Maya suka sama mas Radit..........aku perhatikan pasti setiap jam kuliahnya pasti matanya selalu lihatin dia terus.............." tanya Agung. Kami bertiga cuma berpandangan dan saling tersenyum, karena si Budi sudah pernah cerita pada kami bertiga aku, Agung dan Caesar bahwa dia pernah di ajak ngobrol sama Ibu Maya di lobi dan menyuruh Budi untuk mengajak aku ke kost Ibu Maya yang ada di belakang kampus tapi sampai saat ini aku belum mau karena aku ingin kalau memang Ibu Maya suka sama aku, aku ingin dia yang mengajak sendiri aku untuk main ke kostnya.

"Coba kurang apa mas Ibu Maya itu........sudah cantik dosen lagi dan sekarang baru menyelesaikan pasca sarjanannya di Binus Jakarta........" celoteh Heni sambil minta pendapat pada teman-teman semua. Agung menimpali "Mungkin Radit sukannya bukan sama Bu Maya Hen.............tapi sama mahasiswa itu lho yang setiap hari di jemput dari sebelah swalayan ADA.................". Heni wajahnya terlihat memerah karena hanya dia yang rumahnya memang di sebelah swalayan ADA, "Tidak lah.......mas Radit mengantar aku pulang bukan karena suka sama aku...........dia cuma kasihan kalau bapak aku tidak jemput aku kan harus jalan kaki..........' bela Heni, Kami semua tertawa karena melihat Heni yang salah tingkah karena aku memang tak pernah punya rasa sama dia. Belum selesai kita bergurau Budi datang sambil bawa berita " Hay.........stop stop dulu ini baru berita seru................Mas Radit di suruh Ibu Maya ke kantornya sekarang juga" , Hany dan Heni terlihat tidak suka dan mereka berdua spontan nyeletuk "Nggak seru ah.........lagi-lagi Ibu Maya..........lagi-lagi Ibu Maya..........." sambil ngeloyor pergi meninggalkan kami berempat. "Cepat mas di tunggu Ibu Maya di kantor suer.........nggak bohong aku........." kata Budi lagi sambil memperlihatkan muka serius dan jarinya di angkat dua memberi kode serius. Aku pamitan sama teman-teman dan langsung menuju kantor Ibu Maya, dalam perjalanan aku bertanya-tanya dalam hati kira-kira ada apa ya di panggil dia, selama dalam perjalanan aku agak gusar dan jantungku agak bergetar lebih kencang.

Sampai depan pintu, tangan aku ketukkan tok.............tok...........permisi dari dalam terdengar suara Ibu Maya mempersilahkan masuk, aku masuk dengan wajah yang agak cemas tetapi setelah melihat Ibu Maya yang tersenyum manis dan mempersilahkan aku duduk jantungku agak teratur bergerak. "Begini Dit....Ibu di beri tugas oleh dosen di pasca sarjana dan aku yakin kamu bisa menyelesaikannya karena tugasnya adalah membikin program........bantu Ibu ya.........nanti kuliah kan hanya sampai jam 8 aja, setelah selesai kuliah nanti mampir kesini ya.......dan menuju ke kost karena tugasnya ada dirumah", jantung aku terasa plong dan badan aku kembali normal tidak panas lagi ternyata Ibu Maya hanya minta bantuan untuk mengerjakan tugas pasca sarjananya yaitu membuat program "Ibu Maya saya permisi dulu , nanti setelah kuliah selesai saya langsung kesini" kata aku, Ibu Maya menganggukkan kepala sambil tersenyum manis ke arah aku, aku berjalan kembali menemui teman-teman yang masih ada di warung SK di depan kampus. "Gimana Dit.....pasti motifkan........" kata Agung yang sudah malang melintang tahu tentang cara pikir cewek, aku cuma tersenyum dan mengiyakan membuat Budi dan Caesar berpandang-pandangan nggak terlalu tahu maksud kami berdua. "Walah kamu berdua itu masih anak bau kencur tahu apa....he.........." ejek Agung, memang sih aku dan Agung sudah kerja dan umur kami sudah 24 tahun, jadi tidak imbang dengan Budi dan Caesar yang baru berumur 19 atau 20 tahun.

Kuliah selesai aku langsung cabut menuju kantor dosen aku lihat Ibu Maya sudah menunggu aku di lobi sambil membawa laptopnya. "Aku nggak bawa kendaraan, bonceng Radit aja ya................." kata Ibu Maya, aku mengangguk memberi hormat sambil berjalan menuju parkir, montor aku nyalakan menuju depan kampus, Ibu Maya sudah menunggu di depan dan langsung membonceng dalam perjalan Ibu Maya mulai bertanya-tanya sama aku "Eh..........sory banget lho Dit, Ibu belum tanya sama kamu, ngaterin pulang pacar kamu apa tidak...........nanti marah lho..........", "Ah.........Ibuu, kerja aja belum bener masak punya pacar, lha mau di kemanakan kalau pacar minta malming (malam mingguan) " jawab aku. "Yang bener Dit.......mosok kamu belum punya pacar.............Hany sama Hani aja selalu lengket di sisih kamu kalau jam pelajaran saya......." sahut Ibu Maya, "Bener Ibu.......kalau teman dekat banyak tapi kalau pacar memang saya belum ada bu........" bela aku. Tak terasa kami berdua sudah berada di depan kost Ibu Maya, aku memarkirkan kendaraan dan langsung mengikuti Ibu Maya menuju kostnya yang ternyata kostnya punya pintu satu sendiri-sendiri dan di tengah-tengahnya ada taman. Ibu Maya mempersilahkan aku masuk, setelah aku membuka sepatu langsung aku masuk ternyata kostnya cukup luas ada ruang tamu kecil dan satu kamar tidur, Ibu Maya minta ijin untuk ganti dulu, aku lihat-lihat sekeliling dan aku temukan ada meja kerja dan kursinya, ada TV 32 ' dan di rak bawah ada PS2 beserta stiknya, ternyata dia suka main game seperti aku.

Aku kaget ketika Ibu Maya keluar dari kamarnya karena hanya memakai daster yang agak pendek tapi masih sopan, dia terlihat cantik banget dengan beberapa lekukan tubuh yang bikin mata aku agak nakal memandanginya. "Sebentar Dit aku ambilkan adaptornya ternyata masih tertinggal di kamar........" kata Ibu Maya, aku taruh laptop di atas meja dan segera membukanya setelah adaptor di pasang ke listrik, aku colokan kabel adaptor ke laptop dan segera menghidupkannya. Bu Maya baru mau menunjukkan tugas dalam laptopnya dengan memegang mouse eh tanpa aba-aba ternyata pikiranku juga menyuruh tangan untuk memegang mouse, jari jemari kami bersatu di mouse karena aku lebih cepat memegang mouse jadi jari jemari Ibu Maya ada di atasnya ketika jari jemariku mau aku ambil jari jemari Ibu Maya menekan sambil memegang dan dengan reflek wajah aku melihat ke wajah Ibu Maya, matanya melihat ke mata aku cukup lama dan ada kilatan teduh,nyaman, senang, gembira di dalamnya yang menyebabkan mata aku terasa tersengat beribu-ribu watt aliran listrik senang, gembira dan suka yang bercampur jadi satu menjadi cinta. Naluri lelaki tumbuh di situ bercampur aduk dengan senang dan gembira menyebabkan andrenalin keberanianku tumbuh dan tanpa aku sadari syarafku mengerakkan kepalaku untuk mendekat dan semakin mendekat ke arah pipi Ibu Maya yang sangat cantik, karena aku lihat mata dia memancarkan cinta dan rasa yang sama, hidung aku semakin mendekat ke arah pipi yang putih dan bersih.

Hidung aku merasakan halusnya pipi Ibu Maya dan harum bau di wajahnya dan syaraf di wajah aku mulai merasakan gerakan rambut Ibu Maya yang menyentuh kening dan remasan jari jemarinya yang semakin kuat, aku dengan lembut memindahkan sentuhan hidungku dengan pelan ke pipi sampingnya dengan cinta dan sayang yang mengelora. Ketika bibir aku mulai mau menyentuh sedikit ke bibir Ibu Maya. 'Tok.................tok.............pintu berbunyi dan dari luar terdengar suara Budi permisi ", kami berdua berpandangan dan saling tersenyum bahagia, Ibu Maya melepaskan gengaman tangannya dan langsung menuju pintu untuk membukanya "Oh..........Budi.........mari.......mari masuk, itu Radit baru menyelesaikan tugas aku bud......." sapa Ibu Maya. Budi masuk ke dalam sambil senyum-senyum ketika melihat aku sibuk didepan laptop. "Kalau Radit sudah biasa membuat program untuk anak-anak yang maju ujian bu.........lha saya yang sering mencarikan ordernya..........." kata Budi, "Oh gitu ya Bud.......kalau Ibu Maya yang minta bantuan kira-kira minta bayaran nggak ya............." kata Ibu Maya sambil melirik ke arah aku. "Uh.....kalau itu sih tidaklah Bu........karena Radit.............kelihatannya SU** sama he.........." kata Budi menggoda aku, aku cuma diam sambil tersenyum-senyum "He.............Bud..........Bud.........kamu nggak tahu baru aja aku dan Ibu Maya berciuman mesra banget seperti kita sudah kenal atau pacaran bertahun-tahun........." batin aku dalam hati.

Cinta itu aneh, gila, tak tahu aturan, tak tahu waktu, tak tahu usia, tak tahu tempat dan yang penting jangan mencintai sesama jenis karena itu di larang Tuhan, "Dari pada bengong ayo Bud main Game........." pinta Ibu Maya sama Budi, "Ayo siapa takut.........lha emang Ibu Maya bisa main Game........" tanya Budi meragukan kemampuan Ibu dosennya. Ibu Maya cuma tersenyum sambil membenahi dan mulai menghidupkan PS2 nya, "kamu cowok pasti ahli main game bola kan.........ayo main bola sama aku" kata Ibu Maya sambil memberikan satu stik sama Budi. Aku sibuk berpikir membuat tugas program Ibu Maya, mereka berdua ramai main game bola dan ternyata Budi selalu di kalahkan Ibu Maya. "Gimana Dit..........udah selesai belum.......udah malam nih......." tanya Budi, aku meregangkan kedua tanganku ke atas sambil berkata "sebentar lagi Bud ini ada 1 logic yang belum ketemu", Ibu Maya mulai meninggalkan stik ps dan menuju ke samping aku dan mengelendotkan badannya di bahuku, terasa rambutnya yang panjang sesekali mengenai bahu dan wajahku. Budi cuma senyum-senyum ke arah aku sambil berguman, "Lha kalau ini sih nggak usah di bayar nggak masalah..........", Ibu Maya cuma tersenyum dan tangannya di kepalkan untuk meninju Budi yang menggodanya. Aku mulai bangun dari kursi dan turun ke lantai untuk tiduran karena pinggang aku terasa penat karena dari tadi duduk terus. "Radit ini udah selesai kan.............." tanya Ibu Maya, aku menganggukkan kepala sambil menjawab "Coba di jalankan saja..........", Ibu Maya mulai duduk di depan laptop dan mulai serius mengoperasikannya dan lama-lama wajahnya mulai tersenyum puas karena tugas programnya sudah jadi.

Aku memberi kode pada Budi untuk minta pulang, tapi dia menggoda aku tidak usah pulang tidur sini aja, aku segera bangun dan mengambil tas menuju pintu, Ibu Maya melihat ke arah aku sambil mengerdipkan mata "Udah malam mau pulang dulu.........." jawab aku, "Eh...........Dit mau kemana.....emangnya kamu mau nyuruh aku pulang jalan kaki........" kata Budi sambil berdiri menuju pintu, setelah memakai sepatu aku dan Budi berpamitan dan menuju parkir kendaraan. Tapi baru mau menyalakan kendaraan Ibu Maya manggil-manggil aku dari depan pintu "Dit...........Radit ada yang tertinggal ini ", aku menyuruh Budi untuk menunggu di kendaraan dan segera berjalan menuju ke kamar Ibu Maya lagi, eh aku disuruh ke dalam walau pakai sepatu, setelah sampai di dalam kedua tangan aku di raih dan kedua mata kami beradu dengan gembira dan berbunga-bunga aku lihat dari pancaran mata Ibu Maya, dia mulai berbicara 'Aku sangat senang banget karena tugas aku sudah selesai dan yang paling senang................." Ibu Maya berhenti berbicara tetapi aku lihat kilatan cinta di dalam matanya terlihat sangat jelas, bau nafas Ibu Maya mulai terasa di wajah aku, karena kedua tangannya dilingkarkan di leherku, gelora andrenalin keberanianku mulai tumbuh tak aku sadari kedua tanganku sudah melingkar di badannya dan aku mulai berani mendekap dengan erat-erat, sambil hidungku selalu meraba pipi yang halus mulus di kiri dan kanan di wajah Ibu Maya, beberapa saat kemudian bibir kami saling menyentuh dan mata Ibu Maya mulai terpejam................."Dit..............Radit..........ayo cepat pulang" seru Budi dari luar. Kami berdua kembali ke dunia nyata dan saling tersenyum kedua jari jemari kami berdua masih berpegangan dan aku mulai berjalan meninggalkan Ibu Maya yang sebenarnya masih ingin menikmati debaran-debaran gelora cinta kami berdua yang mulai tumbuh menghijau. Aku lihat berat sekali Ibu Maya melepas jemariku walau Budi telah memanggil untuk minta pulang........

Bersabung Bro & Bray.............................................

Cerita lucu


Brewokan
Di kira di mimik Janda
Juragan ayam dan tukang jamu
Istri ketagihan sex
Saropah dan nyonya
Nitip dong sayang
Senjata makan tuan
Maling bego
Gagal KB
Janda perawan
IQ Paijo melebihi BJ Habibie
Di hangatkan dulu
Anak dalam celana
Senjata makan tuan
Obat mujarab
Burung kaka tua

0 komentar:

Post a Comment

Paling Disuka

Translate