IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , » Takut Tapi Mau Selingkuh Dengan Pacar Teman

Takut Tapi Mau Selingkuh Dengan Pacar Teman

Baca cerita dewasa selingkuh dengan pacar teman tentang perselingkuhan memang menyenangkan dan seperti kalau selingkuh beneran ada gemetaran sedikit menyebabkan andrenalin terpacu dan bikin gimana gitu lah pokoknya. Seperti cerita di bawah ini.

Danang seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta favorit di sebuah kota besar di Indonesia, dia orangnya pede banget dan kalau masalah cewek sudah jangan di tanya, banyak sekali cewek yang sudah bisa dia tundukkan di kampus. Jangan heran masalah uang dia gudangnya karena orang tuanya punya banyak usaha maklum orang Tegal pasti punya Warung Tegal dan Bapaknya Pengusaha Properti masalah uang tidak ada duannya. Tapi memang dia punya kelemahan wajahnya pas pasan, rambut keriting dan tubuhnya cukup gelap.

Danang punya teman satu kost, bernama Alex yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri sampai-sampai Danang rela mau membayarkan uang kuliah Alex ketika orang tuanya Alex gagal panen karena sawahnya terendam banjir maklum Alex rumahnya di daerah Blora. Semua yang dimiliki Danang hampir pasti Alex ikut menikmatinya : motor, mobil, sepatu, tas, baju, makan, minum mungkin yang Alex belum merasakan mungkin pacar Danang yaitu Alexis.

Kalau cerita tentang Alexis cewek paling cantik di kampus, mungkin satu bulan tak bakal selesai membahasnya, tinggi baget, rambutnya lurus hitam agak kemerahan, putih bersih lembut, matanya berbinar-binar, alisnya tebal, bulu matanya panjang dan lentik, hidung mancung wajah lonjong halus bersih pipinya ehm ingin rasanya menyentuhnya dan bibirnya benar benar sensual, lehernya pas dengan tubuhnya yang tegap dan anggun dengan tampilan dada yang di kedua sisinya ada tonjolan yang cukup berisi, benar benar semakin sempurna membuatnya, ketika ia memakai bawahan kain katum ehm benar-benar pantatnya cukup berisi dan membuat orang ingin melihat keindahannya. Kedua kakinya putih mulus dan panjang sesuai dan pas banget dengan ukuran tubuhnya, pokoknya Alexis cewek yang top banget.

Dan yang membuat semua teman kampus angkat topi padanya, Alexis tidak sombong dan mau bergaul pada semua orang. Memang Danang di samping tajir dia itu orangnya pinter merayu cewek dan tidak pernah patah semangat untuk mendapatkan cewek, makanya dia berhasil dapatkan Alexis yang super wah itu. Sudah setahun ini Danang pacaran dengan Alexis. 

"Bro aku cabut dulu ya........kuliah hari ini di mulai jam 6.30 wib " kata Alex sambil sedikit malas di tempat tidur Danang membalikkan tubuhnya  sambil berujar "Lex.....Alex masak jam segini kamu sudah ada kuliah, bawa aja motor aku hari ini aku tak ada mata kuliah", Alex sambil tersenyum senang berjalan menuju meja dan mengambil kunci motor Kawasaki Ninja 250 cc miliknya Danang dan segera keluar dari kamar kost. Alex memang tak sekampus dengan Danang, Alex ambil jurusan hukum di Untag sedangkan Danang ambil jurusan Ekonomi Akutansi di Udinus, maklum masalah money.

Walau hidup pas-pasan Alex memang cowok yang tergolong rupawan, banyak cewek yang suka pada dia, gimana tak suka badannya aja tinggi atletis badannya putih bersih rambut lurus rapi dan wajah pasti rupawan dengan hidung mancungnya. Tapi memang sampai sekarang dia masih ngejomblo karena bapak dan ibunya sudah wanti wanti sama dia "Alex.........Bapak dan Ibu hidupnya pas-pasan kalau kamu serius kuliah, bapak dan ibu akan berusaha keras tapi kalau hanya ingin cari cewek tidak serius kuliah mendingan tidak usah kuliah........macul seperti bapak saja". Makanya Alex sampai sekarang masih ngejomblo walau banyak cewek di kampusnya yang naksir dan bilang suka sama dia tapi sampai sekarang dia ternyata masih ingat pesan ortunya.

"Wah Alex motornya baru..............nanti pulang bareng ya lex " kata Sandra ketika Alex baru turun dari motor gede milik Danang dan jalan menuju kampus D milik anak-anak hukum, "Ah Sandra.........motor gede ini milik teman aku si Danang.........." kata Alex sambil beriringan berjalan bersama Sandra. "Alex kamu pas banget pakai motor itu, udah ganteng pakai motor gede lagi........" ucap Sandra, Alex cuma tersenyum dan terus berjalan disisi Sandra yang cantik itu. "Lex........kenapa sih dari dulu aku minta kamu main ke kost tapi sampai sekarang tidak pernah sekalipun kamu mau datang........." kata Sandra sambil berjalan memegang tangan Alex. "Sandra..........bukannya aku tidak mau main ke kost kamu...........tapi........." Alek tak melanjutkan ucapannya, "Tapi.........apa Lex..........aku kurang cantik ya........." ucap Sandra. "Bukan Sandra...bagiku kamu cewek yang cabtik banget siapa sih cowok di kampus ini yang tidak suka sama kamu?" ucap Alex. 

"Lex...antar aku dulu ke toilet ya...aku kebelet pipis............." pinta Sandra, mereka berdua langsung menuju toilet terdekat di kampusnya, karena masih pagi dan hanya beberapa dosen yang mau memberi kuliah pagi maka suasananya masih sepi. "Lex...temenin masuk ke ruang tunggu ya.......aku takut masih gelap toiletnya" pinta Sandra. Alex cuma nurut aja, mengikuti Sandra dari belakang dan ketika Sandra masuk toilet dia menuju kaca yang biasa di pakai cewek merapikan wajah setelah dari toilet. Tanpa Alex sadari Sandra sudah melingkarkan kedua tangannya di tubuhnya dari belakang sambil berucap, "Lex.........aku bener-bener sayang sama kamu..." dan Sandra mulai memegang tangan Alex dan menuju ke depan sehingga mereka sekarang berhadap-hadapan dengan kedua tangan berpegangan dan mata sandra dengan tajam penuh cinta menatap ke matanya, tubuh Alex bergetar karena grogi dan nafasnya tak aturan karena belum pernah mengalaminya apalagi Sandra dengan berani semakin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Alex dan mendaratkan ciuman sayang di keningnya. Sandra tersenyum dan segera berlari ke luar meninggalkan Alex yang masih begong sambil berucap "Alex ...I love you"

Hari itu Alex tidak bisa kosentrasi sama sekali sampai-sampai dosen menegurnya, ketika pulang sampai di kamar kost Danang pun tanya sama dia "Bro...........ada apa sih lo kelihatannya aneh gitu kok nggak kayak biasanya..........seperti baru lihat setan". Setelah tiduran di kasur dan menghela nafas panjang dia mulai cerita "Nang...kamu teman aku yang paling deket, kalau tak sebegitu dekat aku nggak cerita sama kamu...aku sudah pernah cerita pesan ortu, kalau hanya kuliah untuk mencari pacar..macul aja sama bapak di rumah...tapi aku mungkin tak bisa mematuhi pesan ortuku...soalnya tadi pagi ketika mau kuliah, ketika masih di bawah aku bertemu Sandra...dan dia minta aku mengantar ke toilet tetapi ketika keluar toilet karena kampus masih sepi dia merangkul aku dari belakang dan memegang kedua tanganku dan....". Alex tak melanjutkan ucapannya membuat Danang penasaran dan dia berucap " Ayo dong lex dan apa...". Danang melihat ke arah wajah Alex dengan penasaran " Dan Sandra mencium pipiku.............langsung lari sambil mengucapkan Alex...I love you" ucap Alex. "Aku bilang sama kamu ya...Sandra itu rumahnya masih deket sama rumahku dan bokapnya Pengusaha sukses Lex...Sandra yang cantik itu kan Lex...dulu satu SMA denganku..." cerocos Danang, masih sambil geleng-geleng tak percaya jika Sandra teman SMA nya jatuh cinta sama Alex.

"Hebat hebat kamu lex..pantaslah kalau kamu dapatkan Sandra karena kamu memang tampan..." ucap Danang. "Tapi nggak usah cerita sama siappun Nang...belum tentu Sandra jatuh cinta sama aku............." kata Alex, 'Ha...ha...kamu memang masih polos lex...lex...cewek berani seperti itu kalau tidak mencintai kamu terus..terus apa bro..." kata Danang sambil menertawakan Alex yang masih bengong, "Nggak usah bego ayo ganti baju kita cari makan dan ikut aku main ke Alexis biar kamu terkencing-kencing...besok kamu liburkan mosok hari sabtu masuk kampus kamu..." ucap Danang sambil berlalu meninggalkan Alex menuju ke kamar mandi. "Lex...makan dimana ya...gini aja kita main dulu ke Alexis pacarku setelah itu kita makan di steak aja..." kata Danang. Mereka berdua sudah terlihat nernoncengan menuju ke kostnya Alexis pacar Danang, memang selama setahun ini Danang belum pernah mengajak Alex kenalan dengan pacarnya, mungkin karena Alex di cintai Sandra teman SMA nya dulu maka Danang tak mau kalah ingin melihatkan Alexis pacarnya yang sungguh wah itu.

Sampai di kost setelah parkir kendaraan Danang langsung menuju salah satu kamar sedangkan Alex menunggu di parkiran kendaraan, beberapa saat kemudian Danang keluar dengan cewek cantik. "Alexis ini temanku satu kamar Alex namanya..................Lex kenalan" ucap Danang sambil menyerahkan kunci Vario miliknya Alexis. Alex jatungnya mau copot ketika matanya Alexis bertemu dengan matanya karena ternyata Alex melihat kilatan cinta seperti yang ada dalam hatinya, tidak seperti mata Sandra. Mereka berdua cukup lama saling menatap dan berpegangan tangan, kalau saja Danang tidak memanggil Alexis mereka berdua masih saling bersalaman. Mereka bertiga segera meluncur menuju ke rumah makan steak langanan Danang, tapi selama perjalanan Alex sudah mulai punya rasa nggak enak dengan Danang, jangan-jangan peristiwanya seperti Sandra tadi, kalau tidak bawa Varionya Alexis dan sama Danang, dia sudah kabur pulang ke kost. Benar juga ketika sudah sampai di warung steak dan duduk, ketika Danang mengambil kunci motor yang tertinggal Alexis merebut HP Alex yang di pegang dan langsung mencari bar kode BBnya dan mengambil dengan foto HPnya untuk di Add. Alex tak kuasa menahan karena memang antara suka dan pertemanannya dengan Danang. 

Alex tak menyangkal kalau dengan Alexis dia merasa sudah kenal lama sekali walau baru pertama kali ini ketemu Alexis, memang getar-getar cinta itu nggak bisa di tolak dan jarang orang yang bisa merasakannya. Dari awal Danang datang ke bangku sampai pesanan nyampai Alex nggak pernah berani memandang Alexis, apalagi berbicara jadi kelihatan suasananya agak kaku. Setelah makan selesai Alex memanggil Danang keluar sebentar ke tempat parkir dan memutuskan untuk pamitan pada Danang karena demi pertemanan dengan Danang, "Nang...aku pulang dulu ya, Vario aku bawa dulu nanti kalau mau pulang sms aja, aku langsung menuju kost Alexis " kata Alex, "Kenapa sih lex..masak gitu.." sahut Danang, "Ya masak aku sudah gede jadi obat nyamuk..." Alex memberi alasan, Danang tersenyum dan setuju kalau Alex pulang dulu, maka Alex segera ambil motor Alexis bayar parkir dan segera cabut untuk pulang ke kost. Eh belum sampai ke kost telpon sudah berdering, alex menghentikan kendaraan ke pinggir jalan dan segera membuka HPnya ternayat nomor tak di kenal, Alex ragu-ragu mengangkatnya "Halo siapa ya..." dari seberang terdengar suara lembut "Halo...ini benar nomornya Alex, ini temannya yang di tinggal tadi tanpa pamit he...ini aku lex, Alexis" ucap Alexis dari seberang. Dengan suara bergetar antara suka dan takut Danang Alex menyaut "Ka..kamu dimana Alexis kok berani nelpon aku...", "He...kak alex nggak usah kawatir ini aku lagi ijin Danang untuk ke toilet...udah ya, cuma ingin dengar suara kamu aja dah...kak" ucap Alexis.

Wajah dan badan Alex berkeringat dingin, dia terlihat masih tertegun di pinggir jalan duduk diatas Varionya Alexis, kepalanya terasa pusing tujuh keliling antara takut dan mau bergumul menjadi satu di dalam hatinya. Kalau dia menolak telpon atau sms dari Alexis, hatinya seperti tersayat karena memang dia juga cinta tetapi di lain sisi, dia juga takut kalau-kalau teman karibnya satu kost dan memberi bantuan beribu bantuan yaitu Danang harus dia kianati. Sampai di kost sudah jam sembilan malam, Alex nunggu bel atau sms Danang tidak masuk mau sms atau bel dikira menganggu, Alex tunggu sampai jam 10.30 malam belum juga ada kabar untuk mengembalikan motor Alexis. Eh tahu tahu karena agak kantuk Danang sudah datang di kasur sebelahnya "Kapan mengantar motor Alexis Nang..." kata Alex, "Ehm...dia bilang besuk motornya nggak di pakai...besuk kan sabtu Lex..." ucap Danang sambil menggoda Alex.

Paginya peristiwanya gila lagi, karena Danang pasti males bangun kalau terlalu pagi maka dia menyuruh aku mengantarkan motornya Alexis ke kost, karena Alexis sudah ngebel terus motor mau dipakai. "Nang...lha aku pulangnya gimana " kata Alex, "Aduh lex...menganggu orang tidur aja, naik angkot atau taksi kan bisa uangnya ambil aja di dompet di belakang pintu kamar...aku masih kantuk" sahut Danang dengan mata terpejam. Setelah mandi dan ganti baju Alex mngeluarkan Vario dari kost dan langsung cabut menuju ke tempat kost Alexis, 15 menit kemudian dia sudah nyampai dan terlihat Alexis duduk di depan kamar kostnya dan ketika melihat Alex langsung berlari-lari kecil menuju tempat parkir kendaraan dan seperti sudah kenal lama langsung menyambut Alex layaknya pacar. "Lex antar aku ya ke temen...rumahnya agak jauh jadi aku nggak berani sendirian ..." pinta Alexis, "A..Aku..cuma di suruh ngantar motor...Alexis" kata Alex, Alexis mendekatkan tubuhnya dekat sekali Alex sambil telunjuk jarinya menutup mulut Alex. "Kagak usah kawatir bos kamu aku yang ngatasi yang penting kamu mau ngantar aku...tunggu sini aku mau ganti baju awas kalau menghilang seperti tadi malam" memang sih cinta itu tidak bisa di bendung walau setinggi gunung himalaya pasti akan didaki.

Sambil berpegangan erat pada tubuh Alex, Alexis selalu menunjukkan jalan menuju ke rumah temannya, "Alexis...setahu aku ini ke arah Gedung Songo Bandungan...emangnya teman kamu rumahnya mana" kata Alex, "Ya rumahnya dekat-dekat situ aja...Lex" sahut Alexis, sampai di Gedung Songo Alexis menunjuk ke parkiran dan langsung mengajak jalan Alex untuk menikmati pemandangan pagi yang masih sejuk, mereka menyusuri pohon pinus dengan canda tawa dan kadang-kadang berkejaran seperti dua sejoli yang memadu kasih, tak terasa oleh mereka berdua ternyata mereka sudah meninggalkan perkampungan dan masuk ke hutan pinus yang cukup lebat karena hanya melewati jalan setapak karena tak hati-hati Alexis terjatuh ke bawah bahu jalan yang satu meter maka Alex segera menolong untuk membangunkan. "Alexis nggak kenapa-kenapa kan..." ucap Alex sambil agak gugup karena tubuh yang lembut dan seputih itu kalau berdarah sungguh eman, Alex terdiam karena tanpa sadar kedua tangannya merengkuh tubuh Alexis dan mata mereka bertemu, lama sekali mereka saling memandang dan tanpa tahu siapa yang memulai mereka berdua sudah saling mencium pipinya dan kedua tangan Alexis di rengkuhkan ke leher Alex, tubuh Alex bergetar hebat tak kala dengan mata terpejam Alexis menyentuhkan bibirnya ke bibir Alex dan mulai melumatnya, sampai Alex tak bisa bernafas dan tersenggal-senggal menjadi batuk batuk dan mereka berdua tertawa geli maklum Alex seumur hidup baru kali ini melakukannya.

Alex mengajah Alexis untuk kembali ke parkiran, dan mereka berdua terlihat berjalan beriringan di bawah hutan pinus yang hijau dan rindang, Alexis selalu menyandarkan kepalanya ke bahu Alex walau sambil berjalan.
Semarang, 19 April 2002

Baca terus bersambung........     

Paling Disuka

Translate