IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , » Cerita Misteri - Anjing Jadi Jadian (Pesugihan)

Cerita Misteri - Anjing Jadi Jadian (Pesugihan)

Ketika dulu waktu kecil tatkala mau tidur saya selalu di beri cerita-cerita Kakek yang kadang-kadang ceritannya sangat menyeramkan, juga ada cerita tentang kebaikan, juga ada cerita tentang hewan atau setan jadi-jadian (pesugihan). Dulu walau masih kecil ketika Kakek cerita tentang hewan jadi-jadian saya terus terang sedikit nggak percaya karena memang belum pernah melihat sendiri.

Dan ketika mulai paham tentang sesuatu yaitu ketika smp, banyak teman-teman juga cerita tentang binatang-binatang pesugihan seperti, babi ngepet, ajing besar, ayam jadi-jadian dan masih banyak lagi dan semuanya itu pada hakekatnya cerita dari Kakek atau Nenek mereka semua. Yang membuat aku sedikit takut dan merinding seluruh bulu kuduk ketika Kakek cerita tentang Wewe Gombel, Kuntil Anak, Gendruwo, Sundel Bolong, karena Kakek benar-benar bisa persis menceritakan wajahnya yang menakutkan itu.

Waktu itu aku baru lulus perguruan tinggi dan masih belum kerja dan pastinya banyak teman-teman yang kadang-kadang main ke rumah dan juga ada yang menginap di rumah. Suatu hari ada teman aku yang main ke rumah sebut saja nama Wawan, kira-kira jam 10 malam Wawan aku ajak keluar rumah untuk duduk-duduk di depan Balai Desa karena memang rumah saya berada di belakang Balai Desa. Kami berdua cerita ke sana kemari sampai larut malam, malam itu suasananya benar-benar senyap walau dari seberang jalan agak jauh terdengar pengeras suara dari orang yang mantenan (resepsi nikahan) tapi suasananya benar-benar senyap dan dingin.

Karena Wawan dan saya cerita masa-masa sewaktu kecil yang mengelikan jadi kami berdua tidak terlalu menghiraukan suasana di sekitar kami, kami berdua kadang-kadang tertawa lepas ketika kami berdua bercerita kenakalan kami waktu mengambil mangga tetangga kami yang memang super galak, biasa zaman dulu kalau ada tetangga yang punya buah-buahan yang super galak pasti malamnya di kerjain dan kami juga cerita waktu mencari keong atau ikan pada malam hari pakai petromak dan di kejar yang punya sawah karena padi baru di tanam kita injak-injak dan lari dari sawah ke jalan raya yang cukup jauh he........he....benar-benar kenangan yang tak bisa kita lupakan.

Ketika kita bercengkerama itu Wawan duduk menghadap ke timur dan aku berdiri menghadap ke barat, ketika kami berdua diam sebentar, tiba-tiba.......aku jadi merinding sendiri.......terlihat olehku ada anjing hitam besar menyeberang jalan.....awalnya aku biasa saja tapi lama-lama aku heran dan ih........merinding di belakangnya anjing kecil kalau di tempat saya nama kikik banyak sekali berlari di belakangnya, dengan sepontan aku berseru sama temanku "Wan........wan.......lihat banyak sekali ajing kecil-kecil menyeberang jalan..........." Wawan langsung membalikkan badan dan kami berdua terbengong-bengong karena begitu banyaknya anjing yang menyeberang jalan.

Wawan bilang sama aku "Ayo........kita kejar.........anjing-anjing itu menuju kemana........." dengan sedikit ragu aku menganggukkan kepala, Wawan menambahi lagi "anjing ini pasti anjing-anjing jadi-jadian atau pesugihan" kami berdua mengikuti larinya anjing-anjing itu dan melewati samping-samping rumah yang gelap gulita membuat kami berdua merinding ketakutan. Tiba-tiba ajing yang hitam besar sebagai pemimpin berhenti, Wawan memberi kode pada saya untuk sembunyi di balik pohon, terlihat semua anjing-anjing kecil yang mengikuti berhenti semua. Kami perkirakan anjing-anjing kiki kecil mungkin ada 200 an anjing, jantung kami berdua berdetak kencang dan bulu kuduk kami merinding ketika anjing hitam yang besar pemimpinnya matanya menuju ke pohon tempat kami berdua sembunyi.

Saat itu nafas kami berdua seperti berhenti dan ketika anjing hitam besar, pemimpinnya mulai berjalan lagi, kami berdua merasa plong tapi bulu kuduk kami berdua masih berdiri karena antara penasaran dan takut jadi satu. Karena memang Wawan dan saya ingin tahu pergi kemana anjing-anjing jadian itu maka kami berdua terus mengikuti kemana anjing-anjing itu itu pergi. Setelah melewati kanan kiri sebelah rumah tetangga-tetangga saya, maka anjing hitam yang besar berhenti dan melihat ke sana kemari dan langsung masuk ke rumah salah satu tetangga saya yang cukup jauh dan anjing-anjing kecil mengikuti di belakangnya masuk ke dalam rumah. Wawan yang memang pemberani memberi kode aku, untuk semakin mendekat ke rumah yang punya anjing-anjing itu untuk mengintip ke dalam.

Saya memberi kode untuk menolak tapi dia pelan-pelan menuju ke samping rumah, karena aku takut ditinggal sendirian aku terpaksa mengikuti di belakangnya. Wawan berusaha mencari celah untuk bisa melihat ke dalam rumah dan ternyata dia mendapatkannya, sambil mengintip ke dalam tangan Wawan mengajak saya untuk melihat ke dalam rumah, dengan kaki gemetaran dan bulu kuduk merinding semua aku beranikan diri mendekat ke tempatnya berdiri untuk mengintip ke dalam rumah. Dengan gemetaran (moplok boso jowo) saya beranikan diri mengintip ke dalam rumah, saya dengan badan dan kaki yang terus bergetar semakin ketakutan ketika saya melihat dengan kepala sendiri anjing-anjing kecil satu persatu mengeluarkan daging yang ada di mulutnya ke dalam baskom (jawa). Dan di sebelah pojok kamar ada lilin di dalam nampan yang menyala, lama sekali kami melihat ke dalam rumah itu dengan rasa penasarn dan bandan gemetar karena ketakutan.

Dan kami berdua semakin gemetar nggak karuan ketika semua anjing-anjing sudah memutahkan daging yang ada di mulutnya selesai dan ketika anjing-anjing ini menghilang munculah yang punya rumah entah dari mana datangnya. Wawan memberi kode untuk segera meninggalkan rumah itu dan segera kami berjalan berdua dengan masih ketakutan untuk semakin menjauh dari rumah itu untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan Wawan bertanya sama aku "Orang itu sehari-hari kerjaan apa ", "Dia itu menyewakan berbagai keperluan resepsi manten seperti tratag, sound system, gelas, piring dan lain-lain dan juga jualan gule dan sate di pasar"cerita saya sama wawan. Wawan dan saya saling pandang dan terasa perut kami berdua terasa mual dan ingin muntah karena memang saya pernah mengajak Wawan untuk membeli sate di warung itu huek.............huek..............Wawan dan aku bersaut-sautan karena mau muntah.

Semoga anda tidak pernah dan jangan sampai mengalami peristiwa seperti saya karena anda semua pasti terkencing-kencing dengan badan gemetaran karena takut.

   

Paling Disuka

Translate