IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , , » Cerita misteri - Gendruwo

Cerita misteri - Gendruwo

Aku tinggal di desa yang masih banyak tumbuh tumbuhan yang besar besar seperti randu, mahoni, meh (trembesi), menurut Kakek tumbuhan itu sudah ada semenjak dia kecil, jadi situasinya masih agak gelap walaupu siang hari karena cahaya matahari nggak bisa langsung menuju tanah karena terhalang pohon yang daunnya tebal. Kalau misalkan pohon itu di tebang bisa untuk membuat kapal yang lumayan besar. Di tambah lagi di seberang jalan ada rumah sakit yang cukup besar peninggalan zaman Belanda yang sudah agak tak terawat membuat situasinya sangat menyeramkan.

Rumah sakit itu tempatnya pas banget di depan rumah, hanya di pisahkan oleh jalan raya dan bagian itu merupakan rumah dokter, bangunan itu masih asli buatan Belanda memang belum pernah di rubah bentuknya, tegelnya modelnya bagus dan sudah berwarna dengan ciri khas bangunan Belanda pasti pintu dan jendela yang sangat besar. Tembok-temboknya di sana sini sudah mengelupas dan banyak di tumbuhi pohon-pohon perdu dan semak di samping kiri dan kanan rumah itu membikin orang yang lewat pasti bulu kuduknya merinding hi.......hi.......saya cerita gini saja ketakutan memang menyeramkan.

Cerita Kakek dulu rumah itu merupakan rumah dinas dokter dan keluarga dokter itu punya beberapa pembantu yang mereka ambil dari tetangga kami yang rumahnya agak lebih masuk ke dalam. Suatu hari pembantu itu yang namanya Wati mengambil minyak tanah, karena memang waktu itu belum ada gas seperti sekarang ini. Lalu minyak itu di masukkan ke dalam kompor, karena Wati mau menanak nasi, kejadiannya kira-kira jam 4.30 sore hari, lalu seperti biasa kalau menyalakan kompor pasti mengambil dulu biting (lidi) yang di beri minyak lalu di nyalakan dengan korek jes (pentul bukan gas), lalu lidi itu akan di masukkan ke dalam untuk menyalakan uceng (sumbunya) dan tanpa di sangka Wati kompor itu sebentar kemudian langsung meledak keras door.................ternyata yang dia kira minyak tanah ternyata bensin.

Teman-teman pembantu Wati teriak-teriak histeris dan lari keluar dari dapur dan memanggil-manggil orang untuk minta tolong. Wati langsung di bawa keluar dan di larikan ke rumah sakit tapi sayang yawanya tidak tertolong lagi. Sejak saat itu masyarakat semakin takut untuk melewati rumah dokter itu dan lama sekali sudah tak pernah di tempati lagi. Tapi kira-kira semenjak aku umur 15 tahun rumah dinas dokter itu mulai di tempati lagi dan ternyata yang menempati adalah ayah teman aku sendiri. Awal-awalnya kalau mau main ke rumah temanku itu aku takut karena rumah itu memang terlihat menyeramkan tapi lama kelamaan karena di tempati keluarga teman aku berani main ke rumah itu.

Suatu sore ketika aku habis main bola di lapangan, pulangnya pasti aku lewat jalan pintas yang nantinya pasti lewat belakang rumah temanku itu, walau lewat kebun ketela tetap aku sering lewat jalan ini karena memang sangat dekat dari pada lewat jalan raya yang cukup jauh dan ketika sampai belakang rumah temanku tadi terdengar dari dalam kamar mandi orang baru menguyurkan air di tubuhnya pakai gayung jadi terdengar byar byur byar byur...........aku agak senang karena waktu sampai di sebelah rumah temanku tadi sudah jam 6.00 sore hari, jadi sudah cukup gelap. Aku panggil temanku Jo....................Jo.............karena kalau aku manggil temanku Paijo nama keakraban tapi tak ada jawaban dari dalam masih byar byur terus...........Mas..........Mas.....aku panggil bapak temanku tak ada jawaban...........hi........hi aku menulis ini saja bulu kuduk aku merinding semua.

Mbak.....................Mbak................aku panggil ibunya teman aku tetep nggak ada jawaban dan masih byar byur..............byar byur....................seperti suara orang yang mandi menguyur tubuhnya. Jo...........ora usah guyon (bercanda) Jo..........Paijo nggak ada jawaban dari dalam kamar mandi hi.............hi..........nulis gini saja seluruh bulu kuduk aku berdiri semua. Aku baru saja ingin lebih mendekat ke pintu kamar mandi itu........tetapi tiba-tiba lampu listrinya di matikan. Aku jadi tersenyum dan semakin yakin kalau yang ada di dalam kamar mandi pasti Paijo teman aku, maka bilang Jo...............Jo..............Paijo nggak usah bermain-main aku nggak takut.............lha emangnya bencong kaya kamu.............kata aku sambil mendekati pintu kamar mandinya.

Awas aku buka pintunya lho Jo.............lampu kamar mandi menyala lagi..........sebentar kemudian di matikan kembali, Aku jadi yakin kalau yang di dalam kamar mandi Paijo yang menggoda aku, Aku mulai memegang ganggang pintu kamar mandi dan membukanya................aku kaget banget dan seluruh tubuhku serasa tak ada tenaga dan tulang belulang dan hanya bisa berdiri tanpa bisa bergerak dan mau bilang tolong tak mampu karena aku melihat dengan mata kepala sendiri orang besar hitam dan semua tubuhnya di tumbuhi bulu hi........................hi.................aku menulis ini sampai bulu kuduk aku selalu berdiri karena ingat waktu itu...........beberapa menit dia kelihatan di depan aku setelah aku berhasil memalingkan wajah orang besar hitam dan berbulu itu menghilang.

Aku mulai berhasil lari sambil bilang tolo.....ng tolong..................tolong.............sambil jatuh bangun karena ketakutan, mungkinkarena dengar suara aku yang minta tolong keluarga teman aku pada keluar di sebelah rumahnya dan pada tanya aku...............ono opo ?.....ono opo ? (ada apa.................ada apa)....eneng wong gedi ireng ono wulune...........kandaku karo nafasku terengah engah (ada orang besar hitam dan badannya di tumbuhi bulu semua). Ah kamu itu aneh-aneh saja...........makanya kalau pulang dari latihan bola nggak usah malam-malam makanya seperti itu celoteh Ayah teman aku.

Sampai rumah seluruh keluarga aku melihat aku semua karena wajahku masih memperlihatkan ketakutan, lalu Kakek tanya kepadaku "eneng opo cucuku.............kok kowe ketok wedi banget...?" (Ada apa cucuku.....kamu kelihatan sangat ketakutan). "Kakek.........tadi aku lewat di sebelah rumah dinas dokter itu yang sekarang di tempati keluarga teman aku....pas aku lewat di depan kamar mandi terdengar suara orang mandi, karena aku kira teman aku atau keluarganya aku salam dari luar.........tetapi malah main-main dengan lampunya ....pasti aku kita teman aku..............eh setelah pintu aku buka ternyata hi....................hi.......ada orang besar hitam dengan bulu-bulu di sekujur tubuhnya...............hi...............hi...........takut"

"Cucuku.............kalau sudah mahrib nggak usah lewat tempat-tempat yang gelap dan jarang dilalui oleh manusia, karena tempat itu masih banyak di huni makluk halus. Tadi yang kamu lihat itu GENDRUWO, makluk halus ini memang sering menggoda manusia..........kadang-kadang juga memperlihatkan dirinya dengan menjatuhkan pohon bambu sampai ke tanah kalau orang mau lewat wilayahnya apalagi malam hari....ciri khas tempat kalau ada Gendruwo itu...........pasti selalu ada bau ketela rebus yang sangat menyengat atau masakan yang sangat harum walau di tengah-tengah sawah, halaman belakang orang atau tengah hutan............." kata Kakek.

"Hi.....................hi...............makanya tadi sebelum sampai rumah temanku dan masih di belakang rumahnya bau ketela rebus yang sangat harum terasa menyengat di hidungku............." bantin aku dalam hati. Dan mulai hari itu aku nggak pernah lewat lagi di samping rumah teman aku, karena aku benar-benar takut dan terkencing-kencing di goda gendruwo hi......................hi...............menakutkan benar.

Paling Disuka

Translate