IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , » Cerita Misteri-Macan Bumi

Cerita Misteri-Macan Bumi

Ketika saya kecil kira-kira umur10 tahun ya kira-kira kelas 4 SD setiap tengah malam saya selalu di bangungkan oleh gerengan suara macan yang berjalan dari sebelah kanan rumah dan berjalan menuju ke depan rumah dan berhenti. 

Awalnya saya agak nggak percaya dengan apa yang saya dengar, tapi di setiap hari selasa dan jum'at hampir pasti di tengah malam, saya selalu mendengar gerengan suara macan yang berjalan dari samping kanan rumah menuju depan rumah dan berhenti. Saya nggak pernah cerita sama siapapun tentang hal ini, saya takut semua orang yang aku ajak bicara pada ketawa mengejek aku, mereka pasti mengira aku sedang bermimpi saja.

Tapi lama kelamaan saya penasaran dan ingin tahu apakah suara gerengan macan yang berjalan dari samping rumah itu benar adanya. Suatu sore ketika cuaca cerah dan saya dan kakek bercengkerama di teras rumah saya memberanikan diri untuk tanya ketika itu saya sudah kelas 1 SMA.

"Kek.........saya hampir setiap tengah malam...mendengar suara gerengan macan yang berjalan dari samping rumah sebelah kanan menuju depan rumah dan berhenti...........memangnya benar-benar ada macan beneran kek..." tanya aku sambil sedikit ketakutan membuat bulu-bulu di tubuhku terangkat semua.

"Kamu kok tahu.........?! " Tanya Kakek , malah balas menanya saya.

"Ya Kek...........saya bukan tahu tetapi hanya mendengar suaranya ketika terbangun tengah malam, awalnya saya masih ragu kalau saya hanya bermimpi tetapi kejadiannya berulang terus menerus sampai sekarang" jawab saya.

Lama sekali Kakek memandang saya kelihatannya agak ragu tentang cerita saya.....dan saya tahu Kakek ragu apakah memang benar-benar saya mendengarkan suara itu.

Ceritannya seperti ini, Kakek mulai cerita..........

Dulu ketika Kakek baru punya anak satu........desa ini masih banyak pohon besar dan gerumbul (semak), situasi desa masih sedikit gelap wakau siang hari, apalagi malam hari tambah gelap gulita karena memang tidak ada listrik, cahaya di malam hari hanya bisa temukan kalau orang berjalan pakai oncor saja.

Ketika itu Kakek pulang dari rumah teman yang kira-kira jaraknya dari rumah 2 km dan Kakek harus melewati jalan setapak, malam itu pas bulan purnama jadi Kakek masih sedikit bisa melihat cahaya bulan dari celah-celah pohon sepanjang jalan yang sangat rindang, ketika Kakek sampai setengah jalan dan melewati pinggir lapangan bola.

Kakek melihat blarak (daun dan pelepah kelapa) yang bisa melompat kesana-kesini.........karena Kakek nggak terlalu percaya maka Kakek  mengusap-usap mata Kakek berkali-kali ternyata memang blarak itu bisa berjalan kesana kemari dan melompat, saat itu juga bulu kuduk Kakek berdiri dan langsung mengendap-endap di rerimbunan semak sambil mengamati.

Lama-lama karena penasaran yang segunung, Kakek mengendap-endap untuk lebih dekat ternayata memang blarak itu bisa berjalan dan lompat sana dan kesini membuat bulu kuduk Kakek merinding lagi. Entah ada kekuatan dari mana datangnya.......Kakek beranikan diri untuk mendekati barang itu dan berbicara, hay jin atau apapun se kaumnya.....kalau kamu memang ingin berkenalan dengan aku tunjukkan tubuh asli kamu.

Beberapa saat setelah Kakek menutup mulut........begitu kaget dan gemetaran karena yang tampil adalah Macan besar putih dengan loreng-loreng hitam dan macan itu tingginya hampir menyamai tinggi Kakek. Belum sempat berbicara karena masih gemetaran lihat macan sebesar itu, ternyata macan itu bisa berbicara.

"Hai Kakek..........akulah Macan Bumi yang dicari-cari semua orang itu....................sudah beberapa bulan ini aku mengembara karena tuanku meninggal dan aku tidak mau ikut dengan salah satu anaknya..........." kata Macan Bumi itu.

Dengan gemetaran dan terasa mau buang air kencing dan hajat Kakek tak kuasa berkata-kata dan nggak kuasa mengerakkan kaki sedikitpun, saat itu Kakek hanya pasrah saja. Dan Macan Bumi bicara lagi sama Kakek.

"Kek bolehkah aku ikut kerumah kamu..............aku tak bakal terlihat oleh orang yang tidak punya niat jahat sama Kakek dan keluarga Kakek" kata Harimau Bumi itu.

Karena masih ketakutan luar biasa Kakek hanya bisa menganggukkan kepalanya saja tanda menyetujui permintaan Macan Bumi, dengan masih ketakutan Kakek mulai berjalan untuk pulang ke rumah dengan di ikuti Macan Bumi di belakangnya. Sampai di halaman rumah Kakek sudah mulai bisa mengendalikan diri dan mulai berani berbicara dengan Macan Bumi.

"Macan Bumi.........kamu mau tinggal di sebelah mana itu terserah kamu..........tapi ingat jangan takuti keluarga aku dan semua orang desa yang tidak punya niat jahat.........." kata Kakek

"Kakek..........aku berterimakasih karena kamu telah mau menjadi tuanku dan memberi tempat padaku.......aku ingin tinggal di sebelah kamar mandi yang di bawah pohon jambu itu saja..............dan kalau kamu ingin bertemu aku bilang saja...........Macan Bumi aku ingin ketemu sebanyak 3 x nanti aku pasti muncul " kata Macan Bumi.

"Lha itu ceritanya cucuku..........sejak saat itu di sebelah kamar mandi yang di bawah pohon jambu itu Macan Bumi minta tempat dan setiap tengah malam dia akan selalu berjalan dari samping rumah menuju depan rumah untuk menjaga rumah Kakek.......walau Kakek tidak pernah memintanya" cerita kakek.

Karena sangat penasaran ingin melihat Macan Bumi, suatu malam aku sengaja mempersiapkan diri untuk tidak tidur dan akan mengendap-endap menuju ke jendela depan rumah dan akan mengintip ke luar benar tidak sih cerita Kakek itu, Tengah malam aku ada di kamar tiduran tapi tak aku dengar suara gerengan macam dan akhirnya aku tertidur pulas tahu-tahu sudah pagi.

Malam berikutnya aku jadi sudah tidak tertarik untuk melihatnya karena aku tunggu sampai tengah malam ternyata malah nggak ada, kira kira jam 21.30 wib aku tidur dan ketika tengah malam aku terbangun karena mendengar gerengan macan yang mulai berjalan di samping rumah.

Dengan sedikit deg degan dan gemetaran dan bulu merinding aku memberanikan diri turun dari tempat tidur dan mengendap-endap menuju jendela depan rumah, setelah sampai jendela dengan tangan gemetar dan bulu kuduk merinding, aku mulai sedikit demi sedikit menyingkap tabir dan...........mata saya terbelalak dan hampir pingsan karena tak sanggup menahan getaran jantung yang sangat kuat dan air dingin yang keluar dari tubuh.............ada Macan putih loreng-loreng hitam yang besar sekali, tingginya mungkin setinggi badan aku dan mengeram-eram duduk di depan rumah.

Saya sedikit terperanjat dan mengeluarkan air dingin dari tubuh ketika Macan Bumi berdiri dan membalikkan tubuhnya dan langsung menghadap ke arahku dengan sorot mata yang tajam dan mulai berbicara..........

"Hai Cucu Kakek aku tahu kamu mengintip dari tirai jendela itu......................................." saat itu semuanya menjadi gelap dan banyak kunang-kunang di kepalaku.....................

Cerita ini beneran dan tak takayul !!


Paling Disuka

Translate