IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , , , » Kisah Asmara Ibu dan Anak

Kisah Asmara Ibu dan Anak

Kisah asmara Ibu dan Anak pasti membikin banyak orang ingin mengetahui motifnya karena secara adat istiadat yang diwariskan para leluhur dan aturan agama pasti melarang hal ini. Tetapi pada kenyataannya masih ada beberapa masyarakat di lingkungan kita yang melakukannya, ada yang dengan paksaan maupun suka sama suka sehingga menyebabkan kita tertarik untuk mengetahui latar belakangnya seperti juga dengan kisah asmara ibu dan anak pada cerita legenda ini.

Pada zaman dahulu kala di ceritakan bahwa terjadi perkelahian yang sangat seru antara dewa dan dewi di kayangan. Karena tidak ada yang mau mengalah maka Sang Hyang Widi (Tuhan) menghukum mereka untuk di jadikan hewan di bumi selama menjalani hukumannya. Maka yang Dewa menjadi seekor anjing bernama Tumang dan sang dewi menjelma menjadi seekor babi hutan bernama Wayung Hyang, babi hutan jelmaan sang dewi harus melakukan kebaikan di dalam hutan dan jelmaan anjing ini harus mengabdi pada raja yang suka berburu bernama Sungging Perbangkara.

Suatu hari sang Raja Sungging Perbangkara sedang berburu di hutan di tepi kerajaannya, karena cukup lama mengadakan pengintaian babi hutan sang Raja jadi ingin buang air dan berpamitan pada para pengawalnya untuk menyendiri sebentar ke belakang, maka diapun menuntaskan keinginannya untuk buang air kecil, secara kebetulan air kencingnya jatuh tepat di dalam batok kelapa yang sudah terbelah menjadi dua bagian. Ketika sang Raja dan para pengawalnya pergi dari daerah itu muncullah Wayung Hyang yang menjelma menjadi babi hutan karena haus dia mencari air kebetulan sekali dia melihat air di dalam batok kelapa, maka diminumlah air itu dan karena kekuasaan Sang Hyang Widi maka hamilah Wayung Hyang dan setelah 9 bulan berlalu lahirlah seorang bayi cewek yang sangat sehat.

Wayung Hyang sangat hafal kapan sang Raja akan berburu ke hutan dan tempat-tempat mana biasanya sang Raja akan berburu, maka di letakkan bayi Wayung Hyang di atas batu besar dimana sang Raja sering lewat, betul juga hari itu sang Raja mengajak berburu para pengawalnya di hutan di pinggir kerajaannya dan seperti biasa pasti lewat jalan-jalan yang sudah ia lalui ketika sudah cukup jauh masuk dalam hutan sang Raja kaget karena di atas batu besar yang setiap buru ia lalu ada bayi di atasnya yang sedang menangis, maka dengan rasa iba di ambilnya bayi itu dan ketika Raja lihat ternyata bayi perempuan yang sangat sehat dengan tampilan yang menawan, maka dibawanya pulang ke kerajaan dan sang Raja tak jadi untuk berburu di dalam hutan.

Bayi itu di namai Dayang Sumbi, setelah beberapa tahun berlalu tumbuhlah Dayang Sumbi menjadi gadis yang cantik jelita dan molek sampai-sampai tak ada seorangpun gadis yang menyamai kecantikan dan kemolekan Dayang Sumbi, sehingga banyak sekali anak raja di wilayah itu yang suka padanya dan tak ketinggalan pula para panglima kerajaan semuanya pada kesengsem kecantikan dan kemolekan Dayang Sumbi, mereka semua pada intinya belum tahu semua kalau sebenarnya Dayang Sumbi adalah titisan dari sang dewi kayangan. Dayang Sumbi punya kesenangan yang sampai sekarang juga di gemari kaum hawa yaitu menenun. Banyak sekali anak raja dan panglima kerajaan mengutarakan niatnya untuk meminang Dayang Sumbi tetapi tidak ada satupun yang diterimanya.

Dayang Sumbing tidak mau kalau terjadi pertumpahan darah gara-gara para panglima kerajaan ataupun putra raja pada memperebutkan dirinya. Maka suatu hari dia matur sama sang Raja untuk mengasingkan diri ke hutan saja sambil mencari pasangan yang sesuai, awalnya sang Raja selalu melarang dan melarangnya karena kuatir kala ada sesuatu yang membahayakan nyawa sang putri. Karena Dayang Sumbi selalu memaksa maka akhirnya sang Raja mengabulkan permintaannya. Maka di suruhlah beberapa pengawal dan si Tumang untuk selalu menjaga Dayang Sumbi selama mengasingkan diri di dalam hutan. Maka mulai saat itu Dayang Sumbing berada di dalam hutan sendirian dengan si Tumang yang sebenarnya jelmaan dari sang dewa. 

Suatu hari ketika sedang menenun jarum kecil yang baru mau dia masuki benag jatuh dan sulit untuk dia cari, karena itu hanya satu-satu jarum di dalam hutan Dayang Sumbi merasa sangat kehilangan sampai-sampai dia memohon dan melakukan sumpah pada Sang Hyang Widi, "kalau yang menemukan jarum menenunku seorang perempuan maka akan aku angkat menjadi saudaraku dan akan aku beri warisan yang banyak tetapi kalau dia laki-laki maka akan aku jadikan suamiku selama hidupku" ucap Dayang Sumbi, baru saja mulutnya tertutup dia sangat kaget karena si Tumang anjing yang selalu setia menemani di dalam hutan, sudah di dekatnya dan seperti berbicara bahwa dia melihatkan sambil menunjukkan tempat jarum itu. Dayang Sumbi senang sekali karena memang benar bahwa apa yang di tunjukkan Si Tumang adalah jarum menenunnya. Dayang Sumbi melihat si Tumang sambil berbicara "Tumang karena kamu yang menemukan jarum ini, berarti aku harus melakukan sumpahku yaitu menjadikan kamu suamiku" kata Dayang Sumbi.

Malam itu pas bulan purnama ketika tertidur Dayang Sumbi merasa seperti bermimpi di sebelahnya ada seorang pangeran yang gagah dan tampan dan ketika dia sedikit sadar maka di usap-usap berkali-kali matanya teryata dia bukan mimpi, awal-awal dia takut secara sepontan memanggil si Tumang "Tumang...............tumang............." tolong aku, maka pengeran itu tersenyum dan menyapa "Hai.....Dayang Sumbi.............akulah Tumang..................aku adalah jelmaan dewa yang harus menjalani hukuman karena dulu pernah bertengkar dengan salah satu dewi di kayangan" kata sang Pangeran. Maka senanglah Dayang Sumbi karena ternya anjing yang menemukan jarum menenunnya adalah jelmaan dewa. Malam itu mereka berdua memadu kasih dan sayang ketika menjelang pagi sang pangeran berbicara sama Dayang Sumbi "Hai..Dayang Sumbi........aku harus berubah wujud lagi menjadi si Tumang dan hanya bisa berubah wujud setiap ada bulan purnama saja dan kamu jangan sampai cerita sama siapapun". Dayang Sumbi hanya menganggukkan kepala antara sedih dan senang luar biasa di dalam hatinya.

Setelah satu bulan berlalu Dayang Sumbi merasakan ada sesuatu yang aneh dengan tampilan badannya, ternyata dia hamil, dia tersenyum-senyum sendiri merasa senang sambil melihat si Tumang yang selalu mengongong juga senang. Setelah berbulan-bulan berlalu maka lahirlah bayi dari Dayang Sumbi, dan ternyata bayi itu laki-laki yang sangat sehat dan tampan dan Dayang Sumbi memberi nama "Sangkuriang". Hari-hari Dayang Sumbi dan Tumang di isi hanya dengan merawat dan merawat Sangkuriang maka tumbuhlah dia menjadi anak yang gesit dan pemberani hampir setiap hari berburu dengan si Tumang walau masih berumur 7 tahun dan suatu hari ketika Sangkuriang mau berangkat berburu pesan "Hai..Sangkuriang hari ini bunda ingin sekali kamu membawakan hati babi hutan untuk aku masak........." kata Dayang Sumbi, "Ia bunda hari ini pasti aku akan membawakan hati babi hutan untuk bunda masak.........." sahut Sangkuriang.

Maka berangkatlah Sangkuriang dan Tumang untuk berburu, benar-benar beruntung hari ini Sangkuriang baru saja berjalan sebentar dari gubugnya ternyata dia sudah melihat babi hutan besar yang berada di bawah pohon jambu yang lagi makan jambu-jambu yang berjatuhan. Maka dia langsung arahkan panahnya tepat ke bagian jantung babi itu, tapi dia sangat geram karena baru berjalan pelan-pelan untuk mendekati sasaran si Tumang malah ribut ke sana kemari sambil menggonggong, membuat babi hutan lari terbirit-birit dan marahlah Sangkuriang sama si Tumang, padahal si Tumang tahu bahwa babi hutan yang mau di panah Sangkuriang adalah titisan dewi yang dulu bertengkar dengan sang dewa (tumang) maka dia berusaha menggagalkan usaha Sangkuriang. "Hai...Tumang kamu memang nggak mau di untung setiap berburu aku pasti kasih bagian untuk kamu makan...tapi apa balasan darimu, hari ini bunda ingin masak hati babi hutan eh.....malah kamu halau babi hutan itu............." kata Sangkuriang dengan geramnya.

Maka dia pura-pura mengarahkan panah ke jantung si Tumang, tapi karena memang sudah takdir dari Sang Hyang Widi maka anak panah busur Sangkuriang terlepas dan melesat tepat mengenai jantung si Tomang dan terkaparlah si Tomang langsung tewas. Sangkuriang sedikit takut karena sudah sore belum juga dapat hati babi hutan maka di ambilah hati si Tumang untuk di bawa pulang dan di serahkan pada bundanya. Maka dengan senang hati Dayang Sumbi segera memasak hati dan segera memakannya dengan Sangkuriang. Dayang Sumbi merasakan sesuatu yang aneh tentang masakan hati yang sudah biasa dia makan maka di panggilah Sangkuriang untuk duduk di depannya dan dia mulai berbicara.

"Anakku Sangkuriang.........bunda ingin tanya..hati apa kiranya yang engkau berikan pada bunda, karena bunda merasakan hati itu tidak hati babi hutan" kata Dayang Sumbi

Sangkuriang menundukkan muka dengan tampilan lesu dan sedikit takut, makanya Dayang Sumbi menayai sekali lagi.

"Anakku Sangkuriang...bicaralah hati yang engkau berikan pada bunda bukan hati babi hutan...dan mana si Tumang kok tidak kelihatan" kata Dayang Sumbi

Dengan masih menundukkan wajahnya Sangkuriang mulai menjawab dengan terbata-bata.

"Bu...bu..nda tadi saat ber...ber..berburu...ada babi hutan besar tapi pas aku mau memanahnya malah Tumang ribut..maka larilah babi hutan itu...............aku jadi marah, karena jengkel aku arahkan pa...panah tepat ke jantungnya...............entah kenapa busur melesat mengantam Tumang..............." kata Sangkuriang.

Sambil Menangis Dayang Sumbi marah besar kepada sangkuriang ketika melihat muntu (oleg bumbu) maka diambilnya dan di pukulkan dengan keras ke kepala bagian atas Sangkuriang dan langsung darah mengalir deras, Sangkuriang ketakutan karena Dayang Sumbi benar-benar sangat marah, maka diapun berlari kencang meninggalkan gubug itu dan tak pernah kembali walau setiap hari bundanya selalu mencari sambil memanggil-manggil namanya. Karena kesedihan yang luar biasa Dayang Sumbi memutuskan untuk bertapa dan juga makannya hanya daun-daunnan dan buah-buahan. Aneh sekali Dayang Sumbi bukannya semakin tua tetapi dia semakin kelihatan muda seperti gadis-gadis yang lagi mekar-mekarnya dengan tampilan cantik jelita serta molek sehingga siapa saja yang melihatnya berdecak kagum akan kecantikan dirinya.

Ternyata Sangkuriang juga tumbuh menjadi jejaka yang gagah dan tampan rupaman dan dia gemar mengikuti berbagai pendekar yang berilmu tinggi, sehingga Sangkuriang semakin lama memiliki kesaktian yang luar biasa sehingga terkenal dengan sebutan pendekar Saka, karena dia sudah tumbuh menjadi jejaka yang gagah tampan rupawan ketika desas-desus banyak orang yang cerita bahwa ada seorang gadis cantik luar biasa yang menetap di pinggir suatu kerajaan tepatnya di pinggir hutan, maka Pangeran Saka penasaran juga ingin berjumpa dengan gadis itu, maka suatu hari Pangeran Saka mengembara untuk menuju kesana dan setelah beberapa hari dia berjalan sampailah dia di perkampungan kecil di tepi hutan. Karena penasaran maka semua rumah yang ada di daerah situ dia samperin semua dan ketika sampai pada rumah yang agak jauh dari perkampungan, dia benar-benar terkesima dan langsung jatuh hati karena melihat gadis yang sangat mempesona dengan kecantikannya.

Pas kebetulan banget saat itu Dayang Sumbi lagi menyapu di depan rumahnya, karena Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda yang gagah rupawan maka berdegup dengan kencang hatinya ketika kedua mata mereka bertemu dan sesuatu yang aneh yang mereka berdua tidak bisa menerangkannya selalu mengelitik hatinya. saat itu dan tergeraklah kedua insan itu saling mendekatkan diri untuk berkenalan. "Dinda yang cantik nan jelita...apa boleh hamba tahu siapa nama dinda ?" kata Pangeran Saka. Dayang Sumbi terlihat malu-malu untuk memperkenalkan diri tapi karena yang tanya pemuda yang sungguh menawan dan sangat sopan maka akhirnya Dayang Sumbi mau menyapanya juga "Seharusnya kanda dulu yang harus memperkenalkan diri nanti baru dinda....kanda" jawab Dayang Sumbi. "Oh benar juga....perkenalkan kanda bernama Pengeran Saka, semua di dunia persilatan memanggilnya demikian dinda...". Dan Dayang Sumbi mempersilahkan tamunya untuk masuk kerumahnya, setelah dibuatkan minum dan sedikit memberi makanan kecil maka Dayang Sumbi mulai memperkenalkan dirinya "Dinda....disini diberi nama Dewi Kesambi, mungkin karena saya selalu makan dedaunan muda kanda..." cerita Dayang Sumbi.

Karena Sangkuriang dan Dayang Sumbi sudah berganti nama maka mereka berdua sudah tidak mengenal lagi, apalagi Dayang Sumbi tidak memperlihatkan wajah yang menua tetapi masih tetap awet muda seperti gadis-gadis yang baru mekar, sejak saat itu mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih yang saling mencinta. Dimana ada Dayang Sumbi pasti disitu ada Sangkuriang, mereka memadu kasih layaknya sepasang kekasih yang baru dimabuk cinta, mereka selalu bergandeng tangan dan selalu berangkulan dengan mesranya dan mereka saling mencium dengan gelora cinta yang membara. Sering terlihat kepala Sangkuriang selalu dipangkuan Dayang Sumbi begitu pula sebaliknya, sepertinya cinta mereka berdua sulit untuk terpisahkan. Sampai pada suatu ketika ketika Sangkuriang sedang tiduran di pangkuan Dayang Sumbi, dengan otomatis Dayang Sumbi akan mengelus-elus rambut Sangkuriang dan tanpa sengaja dia merapikan rambut Sangkuriang dan Dayang Sumbi agak kaget tapi dengan ketenangan seorang ibu Dayang Sumbi bisa menguasai dirinya dengan baik dan mulai bertanya pada Pangeran Saka "Kanda...kok rambut di kepala yang bagian atas ada yang hilang dan kelihatannya pernah tergores...." tanya Dayang Sumbi. Karena tak ada curiga sama sekali Sangkuriang langsung menjawabnya dengan lancar "Oh....itu, goresan itu...dulu di pukul ibuku dengan muntu dan tidak hilang sampai sekarang dinda..." jawab Sangkuriang.

Maka hancur dan galau seketika hati Dayang Sumbi, hatinya seperti tertusuk-tusuk beribu-ribu jarum yang selalu menyayatnya, karena naluri seorang ibu maka Dayang Sumbi masih mengelus-elus dengan sayang Sangkuriang. Karena Dayang Sumbi takut kalau diberitahu maka anaknya akan goncang hatinya dan pergi dan tak akan kembali, walau kalau malam menangis dan meminta pengampunan sama Sang Hyang Widi tetapi Dayang Sumbi tidak memperlihatkan sedikit perubahan sama Sangkuriang dan pada suatu hari Sangkuriang bicara sama Dayang Sumbi "Adinda kelihatannya kanda sudah sangat mencintai adinda perkenankan kanda untuk menikahi adinda..........tapi sebelum menikah adinda boleh ada satu permintaan untuk kakanda..." kata Sangkuriang. Siang malam Dayang Sumbi berpikir bagaimana caranya membatalkan pernikahan antara dirinya dengan anaknya Sangkuriang dan akhirnya ketika dia ditanya Sangkuriang maka dia menjawabnya "Kakanda kalau kamu memang cinta adinda maka adinda ingin kanda membuat danau dengan kapalnya dalam waktu semalam" kata Dayang Sumbi, Sangkuriang tanpa tanya lagi tersenyum langsung pergi meninggalkan Dayang Sumbi untuk bertapa memanggil semua bala tentara jin dan setan yang dia kenal. Benar juga semua jin dan setan panglimanya menghadap Sangkuriang "Hai..pangeran ada apa kiranya hamba di panggil menghadap...." kata jin.

"Hai...bala tentaraku....aku mau menikah tapi ada satu syarat yang aku harus kerjakan...yaitu membuat danau dan kapal dalam waktu hanya semalam dan saya yakin kamu semua bisa melakukannya..." kata Sangkuriang.

Maka ketika matahari mulai menghilangkan diri, Sangkuriang beserta jin dan setan segera bekerja untuk membuat danau dan perahu seperti yang diinginkan Dayang Sumbi. Ketika jam menunjuk tengah malam Dayang Sumbi dengan rasa gusar yang mendalam melihat pekerjaan Sangkuriang dan dia sangat kaget karena danau sudah jadi dengan airnya dan tinggal menyelesaikan perahunya, Dayang Sumbi berlarian kesana kemari kebingungan bagaimana cara menggagalkan Sangkuriang dalam membuat perahu, karena dia juga sakti maka Dayang Sumbi tahu kalau Sangkuriang dibantu jin dan setan. Maka dia mengumpulkan dengan cepat daun padi dan daun pisang yang kering dan di lembah bagian timur dia segera membakarnya sambil dia memukul lesung dan menaburkan berbagai bunga biar seperti pagi hari sungguhan, ketika melihat cahaya di ufuk timur maka ayam jago semua pada berkokok kuku ruyuk.....maka semua jin dan setan pada meninggalkan Sangkuriang dan kembali ketempatnya masing-masing, walau sudah dimarahi Sangkuriang kalau hari masih malam tetapi jin dan setan tak mengubris. Maka dengan senang hati Dayang Sumbi mendekati Sangkuriang dan berbicara "Kakanda gimana syarat permintaanku apa sudah kakanda wujudkan.........". Maka marahlah Sangkuriang, karena tahu kalau Dayang Sumbi curang, karena begitu marahnya maka Sangkuriang menendang dengan keras perahu yang belum selesai sampai terbalik dan jadilah gunung tangkuban perahu sampai sekarang ini.

Hi.........hi........ternyata tidak cerita saru

Paling Disuka

Translate