IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , » Kisah Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Kisah Roro Jonggrang dan Candi Prambanan

Kalau sekarang ini banyak wanita cantik dan molek di pulau Jawa itu sesuatu yang wajar karena dari tahun 1200 M di pulau Jawa sudah terjadi pernikahan anak-anak raja Jawa dengan anak-anak bangsawan dari negeri China, India dan Arab, wajar kalau sekarang ini banyak kita temukan banyak wanita cantik dan molek, begitu juga dengan cerita Roro Jonggrang yang cantik jelita dan sampai sekarang masih bisa kita temukan di dalam Candi Prambanan.

Di kisahkan waktu itu hiduplah seorang raja bernama Prabu Baka berkauasa di Prambanan, dia memiliki badan yang super besar dan memiliki kesaktian yang mandra guna oleh sebab itu kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya pasti tunduk. Prabu Baka mempunyai putri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang, karena begitu cintanya pada anaknya Prabu Baka mewariskan semua kesaktian kepada anak satu-satunya yang cantik jelita ini dan tumbuhlah Roro Jonggrang menjadi putri yang cantik jelita serta sakti mandraguna.

Sementara itu di kerajaan lain hiduplah juga seorang raja yang berkuasa dengan kerajaan yang besar yaitu kerajaan Pengging. Kerajaan ini mempunyai kesatria yang sakti bernama Bondowoso, kesaktian Bondowoso terletak pada senjatanya yang bernama Bandung, selain itu Bondowoso juga mempunyai bala tentara makhluk halus yang selalu siap membantunya. Ketika Bondowoso ingin meminta bantuan dengan sekejap dia mampu memanggil makhluk halus tersebut.

Suatu hari Bondowoso di panggil ke istana oleh Raja Pengging, karena raja Pengging mempunyai niatan untuk memperluas kerajaannya.

"Hai.......Bondowoso, siapkan bala tentaramu untuk menyerang Prambanan......." perintah Raja Pengging

"Baik Gusrti, perintah akan paduka laksanakan.........." ucap Bondowoso mantap

Maka bersiap-siaplah Bondowoso untuk segera menyerang Prambanan, dengan beberapa panglima kepercayaan Bondowoso segera menyusun siasat untuk menyerang kerajaan Prambanan yang di kuasai oleh Prabu Baka yang sakti mandraguna. Dan Bondowoso memutuskan untuk mengadakan penyerangan kejutan di malam hari ketika semua pasukan Prabu Baka semuanya pada tidur. Benar juga setelah jam 1 malam, semua pasukan kerajaan Prambanan pada tidur pulas maka menyeranglah pasukan Bondowoso dan bala tentara makluk halus untuk mengalahkan kerajaan Prambanan.

Terjadilah pertempuran yang seru dan karena tak ada persiapan yang baik pasukan Prabu Baka mengalami kekalahan telak, Prabu Baka juga tewas oleh senjata Bondowoso yaitu Bandung dan sejak itu Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Karena kerajaan Prambanan sudah kalah maka semua yang ada di kerajaan Prambanan menjadi tawanan kerajaan Pengging, maka pulanglag Bandung Bondowoso untuk menemui raja Pengging. Dan raja Pengging bersabda pada Bandung Bondowoso.

"Hai.......Bandung Bondowoso, sebagai ucapan trimakasih atas kemenangan kamu mengalahkan Prabu Baka maka aku beri amanat untuk mengurus kerajaan Prambanan dan segala sesuatu yang ada di kerajaan itu yaitu semua keluarga Prabu Baka" kata Raja Pengging.

"Trimakasih Gusti, hamba berjanji menjaga amanat Gusti dengan sebaik-baiknya" jawab Bandung Bondowoso.

Setelah itu Bandung Bondowoso segera menuju ke Prambanan dengan di ikuti oleh para pengawalnya dan masuk ke dalam istana untuk memimpin kerajaan Prambanan, sejak saat itu Bandung Bondowoso memerintah kerajaan Prambanan. Suatu hari setelah bangun pagi Bandung Bondowoso berniat jalan-jalan untuk melihat-lihat dari dekat situasi kerajaannya, ketika sampai ke prabon keputren alangkah terkejut Bandung Bondowoso karena disitu ada perempuan yang maha cantik dan molek yang di dampingi oleh beberapa danyang (abdi dalem keputren). Dalam hati Bandung Bondowoso berguman "ini pasti istri muda dari Prabu Baka yang sudah saya bunuh, benar-benar sangat rupawan putri ini".

Maka sebentar kemudian Bandung Bondowoso meninggalkan tempat itu dan kembali keprabon, disana sudah di tunggu para pengawal dan pembantunya.

"Hai.....pengawal siapakah perempuan cantik yang ada di dalam dalem keputren sana........." kata Bandung Bondowoso.

"Dawuh Gusti....kata para pembantu, putri itu adalah anak satu-satunya Prabu Baka bernama Roro Jonggrang gusti" jawab Pengawal.

"Hai pengawal.......panggil putri Roro Jonggrang kemari..........." kata Bandung Bondowoso

Pengawal berlari-lari kecil segera menuju ke prabon keputren untuk memanggil Roro Jonggrang, karena takut kalau di bunuh maka Roro Jonggrang dan abdi dalemnya menuju ke hadapan Bandung Bondowoso.

"Wahai, putri Roro Jonggrang yang cantik jelita.....maukah engkau aku sunting sebagai ratu di kerajaan Prambanan ini ?" kata Bandung Bondowoso.

Roro Jonggrang tidak langsung menjawab pertanyaan Bandung Bondowoso, dia terlihat menundukkan kepala sambil kebingungan. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahnya yaitu Prabu Baka. Namun dia tahu kalau menolak pinangan Bandung Bondowoso maka nyawanya akan melayang juga karena pasti di bunuh, setelah berpikir sejenak Roro Jonggrang langsung menjawab permintaan Bandung Bondowoso.

"Baiklah....Bandung Bondowoso, tapi kamu harus memenuhi satu syarat dariku....." jawab Roro Jonggrang.

"Syarat apakah Roro Jonggrang ?" jawab Bandung Bondowoso

"Kalau kamu benar-benar menginginkan diriku, bangunkan seribu candi dan dua sumur dalam semalam " kata Roro Jonggang.

Tanpa berpikir panjang Bandung Bondowoso langsung menyanggupi permintaan Roro Jonggrang, karena dia berpikir gampang sekali untuk membuat candi dan sumur satu malam. Hanya memanggil pasukan makhluk halusnya maka semuannya bisa diatasi. 

Dan pada malam itu juga Bandung Bondowoso memanggil pasukan makhluk halusnya untuk membangun seribu candi dan dua sumur. Maka pasukan makhluk halusnya begitu cepat bekerja untuk membuat candi dan sumur, baru tengah malam sudah separo lebih candi yang jadi dan malam masih begitu panjang maka kuatirlah Roro Jonggrang kalau sampai jadi maka dia akan menjadi istri dari Bandung Bondowoso yang sangat dia benci.

Maka dia menemui semua danyang untuk memberi pertimbangan bagaimana cara untuk membuat makhluk halus, pasukan Bandung Bondowoso untuk mengakiri pekerjaannya. Maka muncullah ide untuk membuat cahaya yang sangat terang benderang dari sebelah timur karena semua mkhluk halus pasti takut akan kemunculan matahari. Maka semua danyang disuruh membawa jerami dan membakarnya serta menumbuk padi dengan lesung serta menebarkan berbagai bunga yang wangi biar makhluk halus mengira pagi sudah menyingsing.

Semua makhluk halus banta tentara Bandung Bondowoso mulai menghentikan pekerjaannya semua dan pergi meninggalkan tempat itu, walau Bandung Bondowoso mengingatkan bahwa hari masih malam tapi makhluk-makhluk itu tidak menggubrisnya karena takut kalau matahari beneran maka mereka semua akan meleleh. Dengan amarah yang memuncak Bandung Bondowoso mengerjakan sendiri satu candi dan satu arca yang belum jadi, dan dengan senyum kemenangan Roro Jonggrang menghampiri Bandung Bondowoso yang bekerja sendiri membuat arca.

"Bagaiamana Bandung Bondowoso ? apakah candi dan arcaku sudah selesai ?" tanya Roro Jonggrang

Betapa marahnya Bandung Bondowoso melihat pertanyaan dan ejekan Roro Jonggrang, karena dia tahu bahwa yang menggagalkan usahanya adalah Roro Jonggrang.Maka dengan kesaktian yang mandraguna Bandung Bondowoso mulai bicara.

"Hai.......Roro Jonggrang !, kamu telah menggagalkan usahaku dengan berbuat curang, maka aku kutuk engkau jadilah arca dalam candi keseribu " teriak Bandung Bondowoso.

Seketika itu juga Roro Jonggrang menjadi arca, wujud arca itu sangat cantik secantik wajah Roro Jonggrang dan sampai sekarang arca itu masih bisa di saksikan di dalam candi besar Roro Jonggrang yang berada di dalam komplek candi Prambanan.

Cerita ini disadur dari Daryatun 2008 


Paling Disuka

Translate