IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , » cerita romantis - malu malu tapi mau season 2

cerita romantis - malu malu tapi mau season 2

Tanpa terasa hubungan cinta aku dan Reny sudah berjalan 1 bulan dan Reny kelihatan bahagia sekali berjalan sama aku dan terlihat dia semakin manja dan mulai memperlihat ciri khas cewek yang suka mengatur menyebabkan aku mulai agak tak suka walau aku sebetulnya sangat mencintainya. Seperti hari ini pagi-pagi banget udah sms "Sayang.......ayo bangun berdoa dulu biar Tuhan selalu membantu kamu dalam menghadapi semster ganjil nanti ya........." dan aku selalu menjawabnya simple ciri khas cowok "Ya.......sayang", aku sebenarnya cowok yang tidak suka di atur, wajarlah semua cowok kalau setiap hari selalu di sms harus beginilah.......begitulah lama-lama juga bete kali.

Bener-bener kebetulan banget entah apa eh, waktu pagi-pagi banget mau ujian semester tak tahu dari mana ada cewek nyelonong dan gedubraaak, motor kami bersenggolan dan kami berdua jatuh tersungkur di tanah dan aku langsung bangun menolong karena ternyata yang nyenggol aku cewek sma karena aku lihat dia berseragam putih abu-abu.

"Aku minta maaf.......tadi motor kamu yang nyerempet saya.......kalau adik ada sesuatu yang sakit, aku antar ke rumah sakit aja gimana ?" tanya aku, eh.....dia langsung menjawab "Nggak papa kok kak..........tadi aku yang salah karena, motornya remnya agak blong jadi aku kaget.........." sahutnya, hati aku terasa di guyur es yang sangat dingin.........benar-benar cewek ini hatinya baik sekali batin aku dalam hati. Cewek sma itu mulai bangun dan melihat-lihat kendaraannya kalau-kalau ada yang rusak, aku hanya mengikuti dia dari belakang, dan aku mulai tanya "Kalau boleh tahu.........nama adik siapa ya.........", cewek itu membalikkan badannya dan dengan wajahnya yang cakep dengan mata yang indah itu mulai melihat ke arahku, dengan bibir yang tipis indah, bibir itu mulai bergerak "aku Maraika..........teman-teman memanggiku Raika, aku sekolah di SMA N 3" jawabnya dengan sedikit malu malu. Aku langsung mengulurkan tangan kepadanya sambil memperkenalkan diri "Aku Reza........ini nomor hp aku, kalau nanti kamu merasakan sesuatu yang aneh dan mau periksa ke rumah sakit.....kamu bisa ngebel di nomor ini, soalnya hari ini aku lagi ada ujian di kampus". Raika mulai mencatat nomor hp ku ke dalam hpnya dan dia selalu memperhatikan gerak gerikku sambil senyum-senyum, aneh banget pikir aku dalam hati, motornya tabrakan dengan montor aku tapi cewek ini terlihat sekali kalau naksir sama aku "Za..........Reza nggak usah gr...kamu". "Kok melamun.........ada apa kak.........." tanya Raika, membuat aku tersadar dari lamunan.

"Kagak.......ada apa apa Raika..........kamu cantik sih........aku jadi sedikit grogi........kamu coba stater motor kamu dulu nanti aku baru berangkat ujian" sahut aku,Raika mulai menyalakan kendaraannya, dia tersenyum senang karena kendaraan hidup dan mulai menjalankan kendaraannya untuk menuju jalan pemuda Semarang yaitu di mana sma dia berada. Aku baru pusing-pusingnya ngerjakan ujian eh terasa hp aku bergetar karena memang aku hilangkan suaranya. Setelah aku buka ternyata dari Raika "Kak Reza.....setelah aku cermati ternyata bemper yang kanan pecah.......tolong dicariin bengkel nanti habis aku pulang sekolah ya kak.........jam 1.30 siang aku tunggu di depan sekolah gimana? kakak bisa kan ?", aku langsung jawab "Ok aku pasti kesana Raika.....", Raika langsung membalas sms aku "Trimakasih Kakak Reza, sampai ketemu nanti ya.........", setelah menyelesaikan ujian dengan susah payah, aku langsung pulang menuju kost tapi belum sampai pasrkir sudah aku lihat Reny dan teman-temannya lagi asik ngobrol di bangku tukang parkir, aku cepat-cepat sembunyi di balik salah satu ruang dekat parkir. Eh ternyata dia sms "ayo pulang nggak, aku tunggu di parkiran.......cepet dikit ya aku udah mau di tinggal teman-teman", uh terpaksa deh pulang bareng Reny.....aku sebenernya sangat mencintai dia, dan lagi dia itu cinta pertama aku, tapi kalau diatur-atur aku jadi males, aku mulai berjalan menuju parkiran tempat dia nunggu aku. 

"Hay...kok lama banget kemana aja kamu Za........?" tanya Reny, aku nunjukkan wajah yang agak masam tanpa memperhatikan dia dan mengomel sendiri "Ih.....ujian semesterannya sulit banget.......dosennya killer lagi kacau.....kacau". "udahlah sayang.....nggak usah dipikirin kan udah terlanjur.......ayo cepet pulang udah laper nih........" hibur Reny. Aku tersenyum padanya dan langsung menuju motor dan kami berdua segera meninggalkan kampus untuk menuju kost. Baru aja merebahkan diri di kasur sebentar hp sudah berdering karena ada sms "Kak Reza........jangan lupa aku tunggu jam 1.30 nanti di depan sekolah ya........makasih kakak", aku langsung bales dengan cepat "Ok....Raika" jawab aku di sms, kira-kira jam 1 siang aku mulai keluar kost dan langsung menuju ke jalan pemuda dan aku lihat Raika sudah menunggu dengan temannya cewek, ketika aku mulai mendekat dan memperhentikan kendaraan di depan mereka lalu membuka helm, Raika mulai berbisik pada temannya, dan aku mulai curiga dan bertanya "Ada apa sih.....Raika, apa ada yang salah.......?", mereka berdua senyum-senyum dan teman Raika mulai nyeletuk "Kak.....Raika bilang....", eh tangan Raika langsung menutup mulut temannya itu sambil segera nimpali "Kak Reza.....Iin bohong.......kagak gitu.."

"Kamu berdua bicara apa sih.......aku nggak paham aneh banget.......?" celetuk aku, Raika ternyata memboceng aku dan kendaraannya di bawa temannya yang bernama Iin, selama perjalanan terasa punggung aku agak hangat karena tubuh Raika sengaja di tempelkan sambil kepalanya di doyongkan ke depan dekat kepalaku, sepanjang perjalanan menuju bengkel kendaraan aku dan Raika cerita kesana kemari dan kadang-kadang Raika memukul-mukul punggung aku karena merasa tergoda oleh bicaraku. Selama berada di bengkel kendaraan Raika tak terlihat sedikitpun memperlihatkan sedih karena tadi pagi baru jatuh sampai motornya rusak tetapi dia terlihat sumringah dan mencuri foto diriku ketika aku tak memperhatikan dia, ketika motornya udah selesai di perbaiki, eh.......dia langsung lari menuju ke kasir untuk membayarnya tanpa tanya aku dulu, aku langsung mendekatinya dan membuka dompet untuk membayar sampai-sampai mbak kasirnya tersenyum sambil menggoda kami "udah dua-duanya membayar juga boleh.......nanti yang satu buat mbak saja ya...........". 'Udah kak........nggak usah.....nanti kamu nraktir kita berdua saja..........ya" kata Raika sambil matanya yang indah itu menatap manis ke mataku membuat aku terpana menatap mata yang masih tanpa berdosa itu. Ketika mau meninggalkan bengkel Raika mulai bikin ulah........."hai kenapa nggak jalan........" kata aku sambil mendekati mereka berdua, "Ini kak.....Raika nggak mau pakai kendaraan dulu katannya masih takut.........". kata Iin, Ih....anak ini tadi bisa ke sekolah kok, masak baru sekarang bilang sakit batin aku dalam hati.

"Ayo deh........aku antar aja Raika sampai rumah..........lha motor kamu gimana?" kata aku untuk membujukya, "Motornya biar saya yang bawa kak........besuk aku jemput Raika" jawab Iin. Iin segera meninggalkan kami berdua, aku segera menuju ke sepeda motor dan Raika dengan agak cemberut mengikutiku, "Ayo tersenyum dong, masak cemberut gitu.............." pinta aku pada Raika, Raika tersenyum malu sambil memukul-mukul pundak aku, hi........hi......anak sma memang gitu suka ngambek batin aku dalam hati. "rumahnya yang mana Raika........." tanya aku, Raika menunjuk tangannya ke depan dan aku arahkan kendaraan semakin ke depan lagi "Eh...........eh..............ini" kata Raika, aku kaget bukan kepalang karena Raika memperhentikan aku tepat di depan rumah yang super mewah. Aku melihat Raika tanpa berkedip, aku agak keder juga untuk mengantarnya, tapi Raika membuka pintu dan menyuruh aku untuk masuk ke dalam "ayo..........masuk..........ayo..........." kata Raika sambil mengeret-ngeret tanganku, aku terpaksa ikut masuk ke dalam dan aku agak canggung untuk duduk di ruang tamu karena perabotannya besar-besar dan mewah. 'Tunggu sebentar ya........aku ganti baju dulu dan aku ambilkan minuman " katanya sambil meninggalkan aku yang sedikit kebingungan melihat rumah Raika. Aku benar-benar tidak menyangka kalau dia yang ke sekolah cuma naik sepeda montor honda Vario jadul ternyata rumahnya gede dan super mewah batin aku dalam hati. 

Jantung aku dibuat Raika berdegup kencang ketika dia keluar memakai celana pendek berkelas dengan hanya memakai kaos ting top yang keren, aku hanya bisa memandang dia tanpa bisa berkedip sambil berguman dalam hati, Raika kamu benar-benar cantik banget. "Kak........ayo diminum sambil dimakan kuenya..........kok lihat aku gitu........." kata Raika, aku tersentak dan tanpa sadar mulai berkata "Raika kamu cantiiiik.........banget", dasar anak sma Raika terlihat tersipu-sipu malu malah bikin dia semakin mempesona dengan rona merah yang muncul dari kedua pipinya. Aku sedikit grogi ketika muncul tante tante seusia 40 tahun muncul dari dalam dan langsung menuju dimana aku dan Raika sedang ngobrol dan Raika langsung manggil "Ma.........kenalin ini teman yang aku ceritain tadi pagi lewat telepon.........", tante-tante itu langsung menghampiri kami berdua dengan tersenyum renyah dan menyalamiku sambil mulai menggoda "Raika.....ini temen atau temen..........", "Ah........mama.........temen.........lha baru ketemu tadi pagi kok.........." sahut Raika sambil malu-malu kucing, "Tante........istirahat dulu ya...........kamu lanjutkan ngobrolnya....." kata Mama Raika, dia berjalan masih terus menggoda Raika dengan isyarat matanya. Aku berdiri memberi hormat pada Mama Raika, tapi Raika melarang aku sambil memberi isyarat untuk aku tetap duduk. Sejak hari itu sepertinya hp aku sampai menangis minta di matikan karena terlalu lelah menerima telepon dan sms dari Raika yang anak sma itu.

Sampai kadang-kadang kalau aku sedang sendirian, hatiku terasa ser...........seran........sendiri karena kawatir Reny membuka hp tanpa aku sadari dan kalau-kalau pas Raika ngebel Reny pas berada di samping aku, tapi sampai beberapa hari ini hubungan aku dan Raika aman-aman saja he.......pas malem minggu aku dibikin pusing kepala karena Reny sms "sayang nanti malam antar aku ke Matahari Mall ya........mau ganti hp, udah jadul nih.......kamu mau nambahin khan sayang....uang aku kurang sedikit nih.....", 'Oke aku antar tapi sore jam 4 tan ya.......soalnya nanti malam aku dan teman-teman mau nonton bersama siaran langsung bola di pahlawan" balas sms aku, bohongin aja soalnya nanti malam jam 7 aku di suruh Raika main kerumahnya, sms bunyi ting..........ting aku segera buka "Ok.......tapi awas kalau bohongin aku sayang.....", aku langsung balas "Iya sayang..........suer tanya Bondan kalau nggak percaya". Ya bodan itu teman satu kost yang super bloon he..........cowok di deketin cewek kok malah lari dasar bencong he..........Tepat jam 4 sore malam minggu kita berdua berboncengan menuju ke Matahari Mall dan setelah parkir kami berdua menuju ke lantai dua di mana penjual-penjual hp berkumpul disitu, Reny selalu memegang tanganku dengan manja, kami berdua memilih-milih hp sambil Reny selalu mngelayut manja di pundakku, maklumlah namanya pacaran dan malam minggu cewek suka pamer sama cewek lain, apalagi kalau cowoknya ganteng he...."pilih yang mana..........Ren" tanya aku karena sudah kesana kemari kita memilih, "Aku bingung.....yang mana ya sayang......"jawab Reny sambil manja memainkan matanya melihat mataku, bikin aku ingin menciumnya saja, kalau tidak di matahari mall udah aku cium kamu batin aku dalam hati, ternyata si Reny tahu maksudku dan dia segera mencubit pinggang aku dengan kencang aku pun merintih rintih kesakitan.

Tepat jam 6 sore kami sudah pulang menuju ke kost, eh aneh-aneh aja Reny langsung ikut masuk ke kamar karena memang kostnya dia disebelah kost aku. sampai dalam kamar dia langsung menjatuhkan dirinya di kasur sambil menjatuhkan aku untuk di ajak foto selfi dan tanpa sengaja tangan aku menyentuh bagian yang sensitif. Reny langsung marah dan memukul aku dengan bantal dan mulai mengarahkan badannya ke tembok. 'Aduh sayang....aku bener-bener nggak sengaja..........." kata aku sambil membujuk-bujuk dia biar tidak ngambek, ternyata bantalnya aku ambil tidak dilarangnya dan dia mulai berdiri mau pulang tapi tangannya bisa aku pegang, lalu aku balikkan tubuhnya membuat kami berhadap-hadapan, ketika aku mau menciumnya dia memalingkan wajah.........lagi-lagi memalingkan wajahnya dan akhirnya dia mau menatap aku dan meminta aku untuk mengankat jari telunjuk dan jari tengah sambil bilang bahwa aku tak sengaja. Dan dia mulai meninggalkan aku tapi dia berpaling ke arahku lagi, aku mulai mendekati dan kami mulai berangkulan dan saling mencium dengan sayang dan cinta........aku pegang samping kepalanya dengan kedua tangan...mata kami saling bertemu dan saling tersenyum, dia merangkul aku dengan erat serasa tak mau lepas sambil berbisik di telingaku "Za.....aku sangat cinta dan sayang sama kamu...........aku hanya ingin kamu hanya milikku saja.......", Reny mulai ke luar dari kamar dan menuju ke kostnya yang hanya terpisah oleh tembok saja, karena memang kost dia di sebelah kost cowok. Ketika Reny sudah tak terlihat aku segera mengeluarkan kendaraan dan langsung tancap menuju rumah Raika karena jam sudah menunjukkan jam 6.45 malam. Sampai di depan rumah tepat banget Raika ada disitu dan langsung mempersilahkan aku masuk ketika baru sampai teras rumah sudah ada Mama dan Papa Raika yang lagi santai, mereka berdua menyambut aku dengan ramah.

"Mari masuk..........silahkan sana langsung ke dalam saja.......Reza sudah dari tadi Raika menunggu lho di depan pintu..........." goda Mama Raika, "Ih.........Mama.........malu-maluin aja kali..........." rengek Raika, kami berdua masuk ke rumah dan ternyata Raika mengajak aku ke bagian belakang rumah yang mewah itu dan ternyata di sana ada taman luas dan kolam renangnya segala. Setelah ngobrol kesana kemari aku berbicara serius sama Raika, "Raika.....sebenarnya aku merasa kurang pantas untuk main kesini........karena ternyata orang tua kamu sangat kaya........sedangkan aku anak orang biasa.....", "Ih...kaka Reza gimana sih....lihat saja.....apakah orang tua aku mengusir kamu.........?" jawab Raika, aku tersenyum sambil melihat ke arah Raika dan menghiyakan pemikirannya. Kami berdua saling berdekatan dan memandang dan tangan kami saling berpegangan, ketika aku mau menciumnya Raika terlihat bingung sambil berbicara agak berbisik "Kaka Reza.......aku takut.............aku takut..........." ucapnya, aku rasakan tangannya mulai berkeringat dingin, maka aku mulai mencium tangannya sambil berbisik "Raika.....kamu cantik banget........aku suka kamu masih polos..........mungkin juga kamu belum pernah dicium sama cowok.......", dengan pandangan kedua mata yang indah Raika melihat ke mataku sambil tanpa berkata seakan berkata bahwa memang dia belum tahu apa-apa tentang cinta. "Kak Reza.....boleh aku cerita sama kamu........tapi jangan diketawai ya" kata Raika, aku menganggukkan kepala, "Ketika kemarin kita tabrakan dan Raika sampai pingsan dan ketika terbangun lihat kamu, hatiku bergetar-getar dan rasanya ingin melihat kamu terus.......sampai-sampai ketika sampai sekolah dan dapat pelajaran di tegur sama guru karena aku melamun.........Kak Reza.....apakah itu dinamakan cinta?". Aku tersenyum pada Raika sambil menganggukkan kepala, Raika mulai menjatuhkan kepalanya ke lengan tanganku yang duduk disebelahnya sambil melihat air kolam yang tenang, setenang hati kami berdua.

Ketika sudah jam 9 malam ketika aku mau berdiri untuk ijin pulang Raika selalu menahannya, akhirnya aku paham bahwa Raika ingin aku menciumnya walau tangan dan tubuh dia gemetaran. Aku memandang dia dengan sahdu dan mulai mengarahkan wajahku lebih dekat dan lebih dekat sampai menyentuh pipinya, aku rasakan keringat dingin di kedua tangannya dan badannya sedikit bergetar dengan mata tertutup, aku sentuhkan bibirku dengan lembut di bibirnya dan sedikit melumatnya, aku rasakan bibir Raika terasa dingin aku mulai mendekap tubuhnya dan mempererat dekapan dengan kedua tangan melingkar ketubuhnya. Raika membalasnya dengan dekapan yang erat, cukup lama kami saling berdekapan dan saling memandang, kami saling melepaskan diri ketika mendengar suara baruk dari ayah Raika yang ada didalam rumah, kami berdua tersenyum "Raika aku pulang dulu ya.......udah malam" kata aku, Raika memandang ke arah wajahku dengan senyum cinta yang dalam sambil menganggukkan kepala. Kami berdua menuju ke dalam rumah dan aku mulai berpamitan "Om........Tante........aku pulang dulu........udah malam" , Mama dan Papa Raika aku salami dan mereka hampir bersamaan bilang "Hati..........hati di jalan...............". Raika mengikuti aku sampai di luar sambil selalu berpengangan pada lenganlku, "Kak Reza.........besuk Papa dan Mama mau ke Yogya, aku udah bilang bahwa aku mau ngajak kamu dan mereka setuju........." kata Raika, "Kalau nggak ada acara besok pasti aku mau.........." sahut aku sambil meyetarter kendaraan ketika mau berjalan Raika menyetop dan dia langsung berlari mendekat ke kendaraan dan mendaratkan ciuman dipipiku dan lari ke dalam sambil melambaikan tangan. 

He........he........cewek itu memang aneh, takut untuk dicium tetapi kalau mau pulang tidak boleh, tapi kalau sudah dicium, eh pacarnya disuruh cepat pulang karena takut ada sesuatu di jalan karena sudah larut malam. Sampai di kost sudah larut malam dan aku lirik pagar kost Reny sudah terkunci, dalam hati aku berkata aman-aman.......untuk saat ini Reny tidak tahu. Apa memang iya........ya, cewek itu sukanya kalau dibohongin.....kalau tidak di bohongin malah dia tidak suka, he.......nggak tahu sih soalnya aku kan cowok. Aku jujur Reny itu cinta pertamaku dan sulit sekali untuk meninggalkannya, tapi Raika itu cewek yang cantik banget dan aku adalah cinta pertamanya, benar-benar pilihan yang sulit tapi pada akhirnya pasti aku harus memilih karena kita tidak bisa menyembunyikan bangkai, pada akhirnya semua orang akan tahu tempatnya juga karena bau yang menyengat. Ketika baru memarkirkan kendaraan di dalam kost ternyata ada bang gendut nasi goreng lewat "teng...............teng.............", aku segera keluar dan menghentikan "Ndut........ndut........nasi gorengnya satu ya.......pedes" kata aku, aku sedikit kaget karena Reny dari samping kost muncul dan pesan juga, ketika aku lihat wajahnya terlihat sewot langsung masuk ke dalam karena tahu kalau aku bohong padanya. 'Ah.......kacau ternyata aku belum bilang sama Bondan.......pasti dia tadi bertemu Reny di depan kost...........bloon Za..........blon memang kamu"

Bersambung 


  

Paling Disuka

Translate