IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , » cerita fiksi - Setengah Manusia

cerita fiksi - Setengah Manusia

Cerita ini dimulai ketika Santa seorang ibu yang bijak dan santun yang berada dari keluarga pintar (dukun) melahirkan bayi laki-laki yang cakep dan besar. Betapa sukacitanya Santa dengan suaminya yang bernama Dorka, apalagi Dorka sungguh sangat sukacita karena dia mendapatkan anak laki-laki yang bisa meneruskan cita-citanya kelak. Setelah seminggu berlalu datanglah kakek dari si bayi yaitu Ayah dan Ibu Santa, yang dengan senang hati langsung ingin meminang cucunya. Sang Kakek memperhatikan si cucu sambil berguman, kamu besok punya sesuatu yang bikin semua orang takut, heran bahkan takjub cucuku.

Santa tersenyum pada semua orang yang ada sambil berguman, kakek itu maksudnya kamu pasti akan berguna bagi bangsa dan negara ya sayang. Dorka dan Santa terus bertanya tanya dalam hatinya, jangan-jangan benar, apa yang dikatan kakek, nantinya si jabang bayi akan menjadi orang yang punya kelebihan tersendiri. Dorka dan Santa menamakan anaknya Hyrra, ketika memberi asinya Santa selalu melihat wajah anaknya sambil mengelus-elus rambut kepalanya dengan kasih sayang, karena Santa melihat kadang-kadang Hyrra terlihat tersenyum, menangis bahkan marah dalam tidurnya.

Ternyata dalam mimpi ditidurnya Hyrra selalu menghadapi kehidupan yang lain, ia sedang berada di suatu tempat yang asing, suatu dataran atau lembah dan terlihat awan gelap selalu mengelantung di langit dan cahaya matahari terlihat sangat suram, dengan tak ada suara, jadi terkesan hening dan hanya ada suara tiupan angin yang menyebabkan suasananya semakin mencekam, ketika Hyrra menolehkan kepala kekanan selintas bayangan hitam besar dengan wajah mengerikan dan ganas melintas di sebelah kiri dimana dia berada. Sebenarnya Hyrra gentar juga melihat keadaan yang mencekam tetapi karena sudah diberi sabda oleh seseorang yang memakai baju panjang dan memakai kerudung menutupi padangan wajah ketika dia di lepaskan dari kematian yang panjang maka dia ingin menghadapi binatang kematian itu sehingga bisa benar-benar terlahir sebagai Hyrra di dunia.

Binatang kematian yang di namakan Hellarwo semakin sering muncul berkelebat di samping tubuhnya, maka Hyrra semakin fokus biar bisa memandang binatang itu dengan jelas, dia agak terperanjat dan darahnya berdesir  ketika dia dengan jelas bisa melihat bentuk binatang kematian, dengan bentuk kepala seperti srigala dan wajah manusia yang kulitnya mengelupas dan selalu mengeluarkan air liur yang menjijikan disela-sela taring mulutnya dengan kaki-kaki kuda dan tangan serigala dengan cakar yang menghunus, selalu berlari kencang kesana kemari ingin selalu membantai habis apa saja yang ada di sekitarnya. Siapa saja yang melihat pasti ketakutan karena mengeluarkan suara raungan ringikan dan geraman amarah yang keluar dari mulutnya.

Karena ingin terlahir kedunia dengan penuh maka Hyrra mulai mengeluarkan senjata pedangnya yang siap menghunus, bukan sembarang pedang yang ia bawa, karena pedang ini adalah pedang kehidupan yang di berikan oleh seseorang ketika Hyrra terbangun dari tidur panjangnya, ia sudah membulatkan tekad penuh untuk tidak kembali lagi ke tidur panjangnya. Karena menurut sabda orang itu, kalau Hyrra tak bisa mengalahkan binatang kematian yang menakutkan dan menyeramkan itu maka dia akan kembali ke tidur panjangnya lagi. Dari jarak kira-kira 50 meter binatang itu mulai memperlihatkan kekuatan dengan meraung sambil memperlihatkan taring giginya yang tajam dan langsung nerlari cepat kilat untuk menyerang Hyrra, untuk ia bisa menangkis serangan dengan pedangnya, walau Hyrra terlihat rubuh di bawah terkaman binatang menyeramkan itu.

Hyrra berhasil menendang binatang menyeramkan itu dan terpental sampai kira-kira 10 meter dari tempatnya belum sempat tarik nafas baru saja berdiri Hyrra sudah di kejutkan dengan munculnya beberapa binatang-binatang kematian yang sudah merubung dirinya. Tapi Hyrra tetap fokus pada salah satu hewan kematian yang tadi menjatuhkan dirinya. Dengan pedang terhunus menuju jantung, Hyrra berlari kencang untuk menuju ke salah satu makluk mengerikan itu dan tanpa komado ternyata semua binatang kematian itu bergerak bareng menyerang dirinya, maka Hyrra terkesiap karena ketika pedangnya masuk ke dada makluk menyeramkan itu dan mengenai jantungnya. Maka lenyaplah semua makluk mengerikan itu dari sisinya dan yang lebih membuat dia terpana adalah munculnya sinar matahari yang tadi selalu di selimuti awan gelap, maka dilihatlah pemandangan yang sungguh indah, di bagian bawah lembah terlihat pemandangan perkotaan yang sungguh menakjubkan.

Tapi Hyrra tidak langsung suka cita, karena seseorang yang telah memberi kehidupan pada dia sudah berpesan, untuk kamu bisa benar-benar menjadi manusia maka masih banyak binatang-binatang kematian yang harus kamu lalui, maka Hyrra mulai meninggalkan lembah itu menuju ke kota, sesampai di pinggir kota ia bertemu dengan gadis cantik yang ternyata sudah tahu namanya, Hyrra tak mungkin bisa menampik ajakan gadis itu untuk singgah kerumahnya untuk sekedar mampir menghilangkan penat. Ketika sampai di rumah gadis tersebut Hyrra merasa ada sesuatu yang aneh ternyata hampir semua orang yang dia jumpai tak ada yang bicara dan terlihat dingin menatapnya.

Sedang di dunia nyata Nenek Hyrra sedang menyiapkan berbagai peralatan yaitu jarum, gunting, benang, peniti yang semuanya itu di taruh di bawah tempat tidur Hyrra, menurut kepercayaan zaman dulu alat-alat ini di sediakan sebagai senjata Hyrra di dunia yang masih setengah manusia. Ketika melihat hal itu, ibu Hyrra yaitu Santa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya serasa menertawakan ibunya yang masih percaya takayul.
Bersambung besok ya.................

0 komentar:

Post a Comment

Paling Disuka

Translate