IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , » Kesempurnaan Cinta 2017

Kesempurnaan Cinta 2017

Cerita cinta ini hanya fiksi belaka, jika ada nama atau kebetulan kehidupan seperti ini, itu hanya kebetulan saja karena seluruh cerita ini hanya fiksi belaka.

Nama aku Rega Asmara, mungkin orang tua aku dulu ketika aku lahir benar-benar baru merasakan indahnya atau baru menikmati asmara he...........tapi bagiku apalah arti sebuah nama. Dan ketika aku tumbuh menjadi cowok yang sekarang memasuki bangku kuliah papa dan mama senyum-senyum aja kalau melihat wajah dan tubuh aku yang tinggi dan tampan, mereka berdua merasa bersyukur dan bangga, apalagi mama selalu mengacungkan jempol dua tangannya. Yang paling aku suka dari mereka berdua adalah mereka selalu mengajarkan untuk rendah diri dan tidak sombong. Kalau aku ganteng dan memiliki tubuh atletis juga nggak mengada-ada karena ketika dari dulu aku sekolah dari smp sampai sma teman-teman sekolah aku yang cowok selalu panggil dengan sebutan si ganteng. Hobby aku olah raga hampir semua olah raga pasti aku suka, bola, basket, tenis, badminton tapi yang paling aku suka sepak bola, jadi nggak heran kalau tubuh aku sangat atletis dan kalau cewek lihat pasti senang, karena enak kalau dilihat (pas banget he....................)

Kenangan itu terjadi ketika aku dan teman-teman pulang sekolah sma kira-kira jam 1.30 siang, kami semua pasti nunggu mobil angkutan, ketika ada angkutan lewat pasti kami berdesak-desakkan berebut tempat duduk dan pastinya di dalam mobil kita berdesak-desakkan. Entah gimana bang sopir mengemudikan mobil tahu-tahu mobil mengerem mendadak dan pastinya yang depan jatuh ke belakang semua he.......begitu juga cewek di depan aku, dia langsung nungsep di dadaku ha.........asik, aku lihat dia tersipu malu, malu gimana gitu...........aku pastinya ikut tersenyum biar cewek itu tidak semakin malu, tapi ternyata aku lihat tatapan cewek itu menusuk ke jantungku, aku sedikit terpesona dengan tatapannya dan kamu cukup lama sama-sama menatap, memang jatungkupun ikut sedikit berdesir dibuatnya. Karena kejadian yang lumrah akupun melupakannya, Tapi ternyata lain untuk cewek ini karena suatu hari sewaktu istirahat ada cewek satu kelas dengannya masuk ke dalam kelas aku dan memberikan sepucuk surat yang berwarna merah muda, namanya masih sma, aku juga masih sedikit malu-malu menerimanya, teman aku yang bernama Ditya yang memang agak nakal, langsung nyuruh buka "Ayo Ga..........buka aja.............pasti kamu penasaran kan " kata Ditya sambil merebut surat dari tanganku.

Ya terpaksa aku buka akhirnya dan ternyata

"Dear"

Rega Asmara...........mungkin kamu menganggap aku cewek yang terlalu agresif karena beraninya diriku menyatakan cinta duluan padamu. Ga setelah peristiwa kemarin di mobil angkutan itu, aku benar-benar tiap malam tak bisa tidur..........karena bayangan wajahmu selalu hadir disetiap mimpi dan lamunanku.
Maafkan aku ya Ga...............yang sudah berani berterus terang padamu bahwa aku memang mencintaimu

Dari aku yang mencintaimu

Dia Ayu Permata

Ditya tersenyum melihat ke arahku sambil tangannya tak lupa merusak rambutku yang sudah rapi sambil berlalu dari dalam kelas. Aku di buat berkeringat membaca surat dari Dia, teman-teman pasti melihat wajah aku yang memerah karena menahan perasaan antara senang dan bahagia serta bangga. Dia memang cewek yang cantik dan mempesona, semua cowok pasti suka sama dia. Ketika istirahat kedua, Nada mengajak aku untuk beli minum di kantin dan pas banget aku lihat Dia berjalan dengan Sinta juga menuju kantin. Dia didepan agak jauh udah lihat-lihat kebelakang sambil melambatkan jalannya menunggu aku sama Nada yang berjalan dibelakannya, otomatis aku dan Nada berusaha mendahului cewek dua ini, eh ternyata Dia memegang tanganku sambil berkata "Rega.....titipan aku udah nyampai belum.......", aku pura-pura bloon, sambil berkata "Em........titipan yang mana ya....................." sambil lihat mata Dia dengan senyuman cinta, Dia merasa aku bohongi dan dia segera mengajak Sinta untuk meninggalkan aku dan Nada yang masih tersenyum-senyum menggodanya. Sampai di kantin aku dan Nada pesan minum dan gorengan setelah itu duduk di meja kursi kantin untuk menikmati minum es teh dan gorengan. Karena udah puas aku menuju ibu Mar penjual di kantin untuk membayarnya tapi bu Mar tersenyum sambil berkata "Ga.............minuman es teh dan gorengan kamu berdua sudah di bayar sama Dia.............Ga...........kamu itu ganteng, pinter dan sopan lagi....maka banyak cewek suka sama kamu".

Aku tersenyum malu sama bu Mar dan mengajak Nada untuk segera meninggalkan kantin, karena penjual-penjual di kantin mulai ngerumpi sambil melihat ke arahku sambil tersenyum. Nada mulai mengajak aku berlari-lari kecil menuju kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Sampai di dalam kelas hampir semua pelajaran jam terakhir tak masuk ke dalam otak hanya bayangan Dia dan suratnya yang silih berganti menghiasi dalam otakku. Ketika pulang sampai rumah, aku langsung masuk kamar dan aku kunci, surat dari Dia aku buka dan baca berulang-ulang sambil senyum-senyum sendiri, aku rebahkan tubuh di kasur sambil meletakkan surat dari Dia menutupi wajahku, wangi..............bau surat merah muda dari Dia sewangi bau tubuh Dia yang tadi tangannya memegang tanganku............aku tersenyum senang dan bahagia, aku tertidur karena lelah ketika bangun sudah pukul 16.30 wib, aku langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan karena terasa sangat lengket keringat di tubuhku.

Esok harinya seperti biasa aku berangkat sekolah jam 5.45 wib dari rumah karena memang agak jauh sekolahku dan harus naik mobil angkot, seperti biasa mobil angkot yang setiap hari aku tumpangi selalu lewat jalan depan rumah, kira-kira mobil berjalan 10 menit mobil berhenti untuk menaikkan penumpang dan ternyata Dewi anak kelas 1 teman satu kelasnya Dia, ketika lihat aku Dewi tersenyum dan langsung menuju bangku di sebelah tempat dudukku dan dia mulai megajak aku gobrol, kita jadi asik gobrol dan nggak terasa sudah sampai di depan sekolah kami, aku dan Dewi turun dan berjalan bareng untuk menuju gerbang sekolah, ternyata Dia dan Sinta juga berjalan menuju gerbang sekolah, aku lihat wajah Dia tidak suka ketika aku berjalan beriringan dengan Dewi, apalagi aku lirik terlihat sekali si Dewi memanas-manasi Dia dengan menempelkan tubuhnya ke tubuhku sambil berjalan menuju gerbang sekolah. Karena memang tak ada rasa apa-apa, aku pun dengan santai berjalan di sebelah Dewi menuju ke gerbang sekolah dan ketika bertemu Nada, aku langsung berlari-lari kecil sambil meninggalkan Dewi yang disebelahku.

Belum jauh aku berjalan bersama Nada, eh ternyata Dia dan Dewi terlibat adu mulut, lalu aku deketi Dia lalu menarik lengannya dan bilang "Dia...........udah nggak usah ribut.........malu dilihat teman-teman", Dewi lalu pergi meninggalkan kami berdua, Dia terlihat sewot sama aku dan ia berjalan agak sedikit berlari menuju ke dalam kelasnya, ketika aku menoleh melihat Nada, ia senyum-senyum sambil geleng-geleng kepala. Lalu kami berdua menuju kelas, Nada wajahnya hampir mirip sama aku, banyak teman yang bilang kalau kita itu kembar dan mempunyai cara pikir yang sama yaitu cool. Hari ini sungguh hari yang kami satu kelas selalu tunggu-tunggu karena jam 1 dan 2 adalah olah raga. Ketika bel berbunyi kami langsung ganti kaos olah raga dan berlari ke arah lapangan yang ada di belakang kelas kami, Pak Edy selaku guru olah raga menyuruh kami membentangkan tangan untuk melakukan pemansan lalu beliau berkata "anak-anak kalau hari ini olah raganya permaianan basket gimana ??", semua anak-anak bilang setuju bersamaan. Kami yang cowok-cowok main basket dan teman kami yang cewek cuma duduk-duduk di pinggir lapangan sambil melihat teman-teman cowok main basket, pas di tengah-tengah permainan lemparanku ternyata melenceng dan bola meluncur cukup keras dan prassssssss, bola mengenai kepala Yulia dari belakang dan dia langsung tersungkur di pinggir lapangan lalu pingsan, aku dan teman-teman panik dengan di bantu pak Edy membawa Yulia ke ruang UKS.

Karena merasa bersalah aku ikut menunggui Yulia yang masih pingsan di UKS, pak Edy dan bu Yeni memberi minyak penyengat supaya Yulia bisa segera sadar. Kira-kira 5 menit kemudian Yulia sadar dan mulai menangis, aku menjadi trenyuh melihat dia menangis. Setelah di elus-elus bu Yeni , tangisan Yulia agak berhenti dan pak Edy dan bu Yeni pamitan sama aku untuk melanjutkan mengajar dan tinggallah cuma aku dan Yulia di dalam UKS. Dengan ragu dan takut aku mendekat ke tempat bet tidur di mana Yulia berada, Yulia wajahnya di palingkan ke sebelah kanan ketika melihat aku mendekat, dengan agak terbata-bata aku meminta maaf padanya "Yu...yu........lia ma.........maaf tadi aku tak sengaja melepar bola, me...mengenai kepala kamu..........ma....maafkan aku ya Yul ", aku berusaha memegang tangannya tapi Yulia menariknya dengan halus, aku jadi salah tingkah dan mati kutu dibuatnya, lama sekali kami berdua cuma berdiam diri, Yulia tiduran di bet dengan wajah menghadap ke tembok sedangkan aku berdiri di samping tempat tidurnya. Dan karena aku merasa bersalah maka aku harus melakukan sesuatu batin aku dalam hati "Yulia........a........aku mau me..........melakukan apapun asal kamu mau memberi maaf padaku" kata aku, karena tak tahu harus berbuat apa.

Hati aku merasa sedikit plong karena wajah Yulia mulai menghadap ke arah aku dengan tersenyum dengan wajah yang masih pucat lalu mulutnya mulai bergerak "Ga................aku mau memaafkan kesalahanmu........asal..............", "Asal apa Yul..........aku pasti akan melakukannya " kata aku seperti pahlawan yang kesiangan. "Asal kamu mau..................menjauhi cewek kelas 1 yang sok cantik yang bernama Dia itu.............." kata Yulia, wajah aku seperti di tampar palu yang paling kencang sambil melihat ke wajah Yulia tak percaya apa yang baru dia ucapkan. "Ke....kenapa harus itu Yul................" sahut aku agak cemas. "Ya...........begitulah...............itu kalau kamu mau................kalau nggak mau...........juga nggak masalah...........tapi jangan bicara sama aku sampai kita lulus" kata Yulia ketus. Aku cuma bisa melihat dia sambil meremas-remas rambut kepala sendiri dan akhirnya dengan berat hati dan perasaan yang hancur aku menganggukkan kepala tanda setuju, Yulia mulai bangun dari tempat tidur dengan aku bantu dan mulai duduk di pinggir bet tempat tidur UKS, ketika mau aku tatih untuk berjalan eh...........tangan aku di pegang dan aku tertarik tepat didepan wajahnya.............matanya tajam melihat ke mataku, mata kami berdua agak lama bertemu, aku nggak bisa bergerak dan hanya terpaku seperti patung ketika Yulia perlahan mendekatkan wajahnya dan langsung mencium kedua pipiku..............Yulia lalu mulai memeluk tubuhku dan kepalanya di sandarkan ke dadaku sambil berkata "Ga................kamu itu punya perasaan atau nggak sih, setiap hari aku perhatikan di kelas tapi nggak ada respon sedikitpun dari kamu................", aku diam tak dapat berkata-kata apapun..................dan jantung aku terasa 1000 x berdetak dalam 60 detiknya dan membuat tubuhku bergetar hebat karena baru kali pertama aku dicium cewek dengan agak terkaget-kaget, karena setahu aku cowok yang mencium duluan sama cewek. Yulia melepas pelukannya lalu keluar UKS sambil senyum-senyum melihat aku yang tak mampu berbuat apapun.

Yulia itu cewek di kelas kami yang paling cantik, tinggi dengan rambut terurai dengan badan putih bersih dan mata bulat yang indah serta di tumbuhi bulu-bulu tipis di tangannya dan alis yang tebal. Ketika keluar dari dalam UKS pikiran dan perasaanku campur aduk seperti nenek waktu membuatkan sayuran di rumah, daun apa saja di campurkannya. Karena jam olah raga sudah berakhir kami semua ganti baju dan harus meneruskan pelajaran yang lain, ketika melihat wajah dan tingkah laku aku yang aneh Nada mulai bertanya "Ada apa sih..............Ga, setelah keluar dari UKS tingkah dan tampilan wajah kamu aneh ?", "Ah...........nggak, nggak ada apa-apa...........kamu yang salah penglihatannya " goda aku pada Nada.Karena aku perhatikan Nada penasaran "Nanti kalau pulang saja aku cerita................sambil nunggu angkutan yang lewat" kata aku sambil menulis catatan guru di papan tulis. Ketika pulang kami berdua sengaja pulang yang paling akhir, jadi hampir sudah tak ada siswa kecuali kami berdua, aku dan Nada mulai berjalan perlahan meninggalkan kelas dan alu mulai bercerita "Hari ini tubuh aku terasa lemas dan malas seperti kalau lihat bola tim kesayangku di cukur lawan.........sepertinya walau lapar, makanpun malas..." kata aku, sambil berjalan Nada melihat ke arah wajahku sambil mengangkat pundaknya. Nada serasa bertanya, memang kenapa ?, "Gara-gara aku melempar bola basket dan kena kepala Yulia sampai pingsan ternyata membawa nasibku ikut berubah Da.." kata aku, "Emangnya kenapa Ga ?" tanya Nada. "Ketika Yulia tersadar dari pingsan dan aku meminta maaf...........eh ternyata dia tidak mau..............karena kehabisan akal untuk meminta maaf, aku berjanji sama dia...............akan melakukan apa yang menjadi permintaanya asal dia mau memberi maaf" kata aku.

Nada jadi penasaran dan "Terus.......terus apa yang di minta Yulia sama kamu, kok sampai membuat kamu frustasi...", "Yulia minta pada aku.............." belum tuntas aku bicara, Nada sudah menimpali "Minta apa Ga?", "Yulia minta aku menjahui Dia..............pacar aku" sahut aku dengan suara agak parau karena bergetar. "Gila...........itu anak, bisa-bisanya sampai sebegitunya..................ehm tahu aku sekarang..jangan-jangan Yulia suka sama kamu Ga..............oh ya kalau aku perhatikan, hampir setiap pelajaran dia selalu melihat atau melirik ke arah kamu Ga " cerocos Nada. "Dia juga................." belum sempat aku berbicara, Nada sudah menimpali "Dia juga apa Ga ?", "Ingat ini tak perlu di ceritakan sama, siapapun................" kataku, Nada mangut-mangut dan dengan penasaran menunggu kalimat yang keluar dari mulutku "Nada........bener-bener aku nggak yangka dan nggak mengira, ketika aku bantu Yulia berdiri dan duduk di pinggir bet UKS, dia mengeret tanganku dan langsung mencium pipiku..............." kata aku, Nada tertawa terbahak-bahak sambil melihat ke arahku dan berkata "Kamu harusnya senang dan gantian cium dia bro....kok malah diam saja tak berkutik ", "Kalau itu Dia, aku pasti cium kalau nggak mau aja, aku pasti brusaha curi-curi..........." kata aku, kita berdua mulai tertawa terus sedikit aku bisa melupakan permintaan Yulia yang parah itu.Ketika kami baru asik-asiknya tertawa-tawa, Dia dan Sinta lewat di sebelah langsung saja tangan Dia aku raih dan ia jadi berjalan di sisiku, "Ga..aku tak jalan sama Sinta duluan ya..........." pinta Nada, aku menganggukkan kepala dan sambil berucap "Kalau bisa sambil bergandengan ya.............", mereka berdua tak mengubris ucapanku tetapi terus saja mempercepat langkahnya.

"Ga...aku mau beli buku dan kado untuk teman cewek yang besuk ultah, mau nggak ngantar ?" kata Dia, "Dimana...?" tanya aku, "Ya...pasti ke toserba (Mall) " jawab Dia, aku menganggukkan kepala dan kami berdua menunggu mobil angkot sambil bercanda. Dalam mobil angkot tangan kami berdua selalu berpegangan seperti ipin dan upin aja he.................sesampai di mall, Dia mengajak aku ke Gramedia dulu untuk beli buku, di Gramedia ketika Dia sedang membaca buku, tangan kananku memeluk tubuhnya dari belakang dan Dia agak manja malah menjatuhkan tubuhnya di gengaman tanganku, aku memberanikan diri mencium rambutnya yang indah itu. Dia memberi kode dengan pandangan wajahnya malu pada pengunjung yang lain, Dia mulai berjalan sambil menggenggam tangan kananku yang terus melingkar di tubuhnya yang ramping. Aku perhatikan Dia senang dan bahagia seperti diriku, akhirnya kami sendiri-sendiri baca-baca buku dan ketika aku baru serius-seriusnya membaca buku, Dia memanggil sambil melambai-lambaikan tangan dari sudut pojok ruangan. "Ga...bagus nggak kalau buku ini untuk hadiah ultah" tanya Dia, sambil merangkulkan kedua tangan ke tubuh Dia dari belakang "Semua yang kamu pilih pasti aku suka...karena aku sayang dan cinta sama kamu.." kata aku, Dia tersenyum manja sambil mencubit perutku....cubitannya terasa sakit-sakit menyenangkan. Karena sudah jam 14.30 wib kami berdua segera pulang dan kebetulan bus angkutan yang kita naiki agak kosong, jadi kami bisa menikmati berduaan tanpa bau dan suara berisik dari penumpang lain. Karena rumah Dia cukup dekat dengan pusat kota maka Dia turun duluan, ketika mau berdiri dari samping kursi tempat dudukku,aku bohongi Dia, "Dia...itu di minta ongkosnya pak kondektur", otomatis wajahnya melihat ke arah samping, aku secepat kilat mencium pipinya, Dia melihat ke arahku dengan pipi yang memerah dan berbisik serta memukulkan tasnya ke tubuhku "Ga..............ih kamu memang nakal dan nekat dilihat orang nanti..........sampai besuk ya..........."



bersambung........................................... 

0 komentar:

Post a Comment

Paling Disuka

Translate