IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Gara Gara Agama Manusia Menjadi Serba Salah ?

Mungkin tulisan penulis ini akan banyak mendapat respon negatif dari berbagai pihak baik perorangan maupun golongan. Untuk bisa menjadi manusia yang serba universal atau bisa menerima berbagai hal yang positif (mau toleran tentang berbagai hal karena semua manusia, binatang dan tumbuhan hanya Allah yang menciptakan) itu tidak semua manusia bisa berpikir seperti itu. Dan penulis sebelumnya minta maaf kalau nantinya ada tulisan yang mungkin menjadikan pembaca menjadi tersinggung.

Kemapanan manusia bisa berpikir bahwa Allah itu Universal itu sulit (bisa memahami kebebasan orang beragama secara baik dan tidak fanatik keluar) karena hal ini bukan dipengaruhi oleh pendidikan dan kecerdasan seseorang. Ini yang menyebabkan hal paling mendasar tentang salah kaprah tentang fanatisme terhadap agama yang berlebihan. Orang-orang yang percaya bahwa Allah itu Universal, kebanyakan orang-orangnya akan tidak mau punya agama tetapi percaya Allah itu ada dan bisa menerima semua perbedaan yang hakiki. Contohnya misalkan suatu ketika anaknya memilih untuk mengikuti agama lain, maka orang yang universal akan mempersilahkan dan tidak ada ancaman atau teguran keras tentang kehidupan beragama karena orang-orang seperti ini yakin bahwa Allah akan menerima orang yang baik menurutNYA bukan karena agamanya apa ?.

Karena menurut pemahaman orang orang yang percaya Allah itu Universal adalah bahwa keselamatan seseorang adalah hak dan tanggungjawab orang itu sendiri dan bukan tanggung jawab orang lain, walau orang tua sekalipun. 

Kalau orang yang berpikir bahwa Allah Universal, akan mempunyai pemikiran bahwa lahir, hidup dan mati seseorang, Allah lah yang menentukan dan bukan seseorang, golongan dan agama yang mengatur. Apakah bisa seorang bayi minta untuk dilahirkan di agama A ? ya sudah pasti tidak bisa, dan pastinya bayi itu nantinya akan didik oleh orang tuanya dengan agama A !. (mari kita renungkan)

Ketika sudah dewasa dan saatnya seorang anak mencari pasangan dan menemukan tambatan hatinya ternyata mempunyai agama atau keyakinan B, mereka berdua menjadi serba salah, karena kedua orang tuanya pasti mewanti wanti untuk tetap bisa selalu ingat dan tidak akan keluar dari agamanya !. Padahal jatuh cinta itu asalnya pasti dari Allah sendiri dan jatuh cinta tidak akan mengenal agama ?! kalau seperti ini apakah salah kalau kita berpikir bahwa Allah tidak pernah menciptakan salah satu agamapun?.

Semakin kita memahami agama kita sendiri dan selalu kritis terhadap isi kitab yang kita percaya dan terbuka akan pemahaman dari pihak manapun maka kita akan dibukakan hati oleh Allah, bagaimana cara memahami pemikiran Allah sendiri. Ketika penulis lebih terbuka memahami Taurat, maka penulis paham bahwa hampir semua adalah sejarah perjalanan kehidupan kerajaan dan adat istiadat dengan cerita raja-raja dan nabi kala itu. Dan ceritanya adalah ribuan tahun yang lalu dengan berbagai aturan-aturan adat yang sudah tidak pas kalau dilakukan zaman sekarang.

Karena disitu tentang peperangan karena adanya raja-raja dan nabi maka dulu penulis mempunyai pemahaman yang tidak baik dan menyebabkan pastinya penulis lebih condong ke bangsa Israel dan itu mungkin juga tidak salah penulis karena alur cerita dan gaya bercerita guru-guru saat itu lebih condong ke arah barat atau Israel.

Tetapi setelah penulis mau menjadi orang yang berpikiran bahwa Allah Universal maka penulis mempunyai pemahaman yang mungkin lebih baik yaitu untuk apa penulis mau memahami adat istiadat dan sejarah kerajaan-kerajaan Israel kalau penulis saja hidup di Indonesia dan penulis pikir Pancasila sudah mewakili di dalamnya dan lebih baik karena tak ada cerita sejarah di dalamnya tentang peperangan kerajaan dan raja-raja yang bisa menyebabkan orang yang salah memahami menjadi salah.

Perlu pembaca pahami bahwa awal permusuhan antara Israel dan Palestina adalah Abraham (Ibrahim) yang menjadi tonggak lahirnya orang kristen dan islam karena turunan Abraham (Ibrahim) adalah Ismail dan Iskak. Menurut cerita karena Abraham (Ibrahim) hamba yang sangat percaya dan takut Allah maka suatu ketika dia ditemui sendiri oleh Allah dan Abraham (Ibrahim) di suruh menuju tanah perjanjian, ternyata tanah perjanjian itu adalah milik sah bangsa Palestina.

Dan wajarlah kalau sampai sekarang antara Palestina dan Israel selalu berseteru, karena masing-masing pihak merasa benar, bangsa Palestina yang merasa paling berhak atas tanah kelahirannya, sedangkan bangsa Israel bersikeras lewat pesan Abraham (Ibrahim) bahwa tanah itu merupakan tanah perjanjian. Kalau menurut penulis ya sampai kapapun juga tidak akan selesai permasalahannya.

Menurut penulis, dunia bisa lebih nyaman ketika semua agama ditiadakan dan diganti dengan aturan adat-istiadat masyarakatnya masing-masing dengan hanya percaya Allah yang universal ( Allah akan menerima manusia dari ras apapun di dunia ini asal manusia itu bisa melakukan sesuatu yang baik menurut Allah) . Apa sih sesuatu yang baik menurut Allah : Hanya mau percaya dan menyembah Allah saja (tidak percaya setan), Hormat pada Orang Tua, Tidak membunuh, Tidak Bezinah, Tidak mengingini apapun yang dupunyai sesama manusia yang lain.

19-12-16 Mukidi Is The Best








Apakah Agama masih seperti arti sesungguhnya ?

Sekarang ini dalam hati banyak orang yang masih sangat taat dengan Tuhan, banyak bertanya-tanya apa benar agama membuat manusia semakin beradab dan baik ? karena menurut pengertiannya dari bahasa sangsekerta yang di pengaruhi Hinduisme dan Budhaisme, agama mengandung arti a = tidak dan gama = kacau. Jadi agama mengandung arti tidak kacau, dengan demikian agama mengandung pengertian sejenis aturan yang menghindarkan manusia dari kekacauan, serta menghantarkan manusia menuju ketertiban dan keteraturan.

Padahal yang kita rasakan dan saksikan sekarang ini, menurut penulis secara pribadi agama menyebabkan manusia ada sekat yang sangat ketara dan menyebabkan manusia yang berbeda agama mempunyai rasa saling kurang bisa menerima, walau sembagian dari manusia berkata tidak ah.......tapi dalam hati yang paling dalam kita harus jujur bahwa agama menyebabkan ada sekat yang sangat tajam walau itu tidak ketara. Penulis tidak penganut Hindu atau Budha tetapi menurut penulis, penganut Hindu dan Budha mempunyai toleran yang tinggi terhadap sesama bahkan binatang dan tumbuhan, mereka tidak akan melakukan sesuatu yang tidak masuk akal menurut masyarakat jika mereka tidak terlalu disakiti dan dirongrong kehidupan rohaninya.

Kalau penulis pelajari secara runut dari awal apa yang tertulis di Taurat, semua itu adalah sejarah awal terbentuk dunia yang di dalamnya ada aktor intelektual yaitu Adam dan Hawa yang pada akhirnya jatuh ke dalam dosa. Dilanjutan kemuakan Tuhan karena manusia ternyata punya mental yang bejat dan harus di musnahkan lewat air bah dan hanya menyelamatkan Nuh dan keluarganya. Habis itu di habisi lagi manusia oleh Tuhan karena memang moralnya lebih bejat dari binatang lewat Sodom dan Gomora dan akhirnya Tuhan memilih Abraham (Ibrahim) menjadi sosok yang percaya Tuhan dan di berkati, tetapi gara-gara Abraham (Ibrahim), negara di timur tengah dari dulu sampai sekarang bergolak terus lewat peperangan yaitu antara Israel (Yahudi) yang masih percaya dengan taurat dengan kental dan tidak percaya Yesus dengan Palestina (Hammas) yang memang mempunyai tanah sah tanah tersebut yang sampai sekarang di duduki Israel.

Kenapa sih bangsa Israel sampai segitunya ngotot menduduki tanah orang Palestina ?, kalau kita baca Taurat, kita akan tahu bahwa menurut Taurat, Abraham (Ibrahim) mendapatkan perintah langsung dari Tuhan lewat malaikatnya ketika bermain ke rumah Abraham (Ibrahim), dan Ia di perlihatkan bintang di langit dan Tuhan berfirman bahwa keturunannya akan seperti bintang di langit dan Abraham (Ibrahim) diperintahkan Tuhan untuk menuju tanah perjanjian dan tanah perjanjian itu ternyata milik bangsa Pilistin kala itu atau Palestina sekarang ini. Padahal Abraham (Ibrahim) adalah orang tuannya Iskak dan Ismail, menurut cerita di Taurat, Sarah selaku istri sah menyuruh Abraham (Ibrahim) menikahi Hagar karena mereka sudah sangat tua tidak mempunyai anak maka lahirlah Ismail, dan ternyata Tuhan mendengarkan doa Sarah walau sudah tua ternyata dia hamil, ketika malaikat Tuhan memberitahu kalau dia hamil, Sarah tertawa terbahak-bahak karena dia tidak percaya,  memang waktu itu sarah sudah berumur kira-kira 120 tahun dan ketika anaknya lahir di namakan Iskak (artinya tertawa).

Kalau kita cermati cerita Taurat ini dapat kita tarik suatu kesimpulan

1. Penyebab terjadinya perang antara Palestina dan Israel dari dulu sampai sekarang sebenarnya adalah Abraham (Ibrahim) yang mendapatkan perintah langsung dari Tuhan untuk menuju tanah perjanjian (apakah memang Allah mempunyai pandangan seperti itu ?) Padahal Abraham (Ibrahim) adalah Nabi yang dipercaya bangsa Israel dan Palestina !!

2. Ismail pasti lebih tua dari Iskak ( artinya tertawa) dan kedua anak ini mempunyai aliran darah yang sama yaitu dari Abraham (Ibrahim) dan katanya Ismail menjadi tonggak umat Muslim dunia dan Iskak menjadi tonggak munculnya Yahudi dan sekarang sebagian besar beralih ke Kristen yang lebih percaya Yesus (Injil), tapi kenapa umat Muslim dan Kristen harus berantem ?? mereka kan bersaudara !!

3. Kalau kita semua tidak fanatik yang berlebihan tentang isi Taurat atau yang lain dan hanya mengambil ajaran yang baik dari Allah dan tidak mau mengurusi sejarah kehidupan bangsa Israel dan Palestina yang sampai sekarang masih bertentangan penulis yakin dunia akan damai dan tak ada peperangan.

4. Penulis lihat sendiri dan perhatikan masih banyak sekali teman-teman bahkan saudara sendiri dari umat Kristiani yang masih memakan mentah isi Taurat dan mereka menjadi fanatik berlebihan tentang Israel atau Yahudi sebenarnya orang orang ini belum paham isi Injil yang sebenarnya dan orang orang ini sering memasang tentang sesuatu yang berlebihan di medsos.

5. Bagi penulis Allah tidak punya agama yang Allah senang ketika manusia sebagai mahkluk paling mulia mempunyai pikiran cinta Allah, cinta sesama manusia, binatang dan tumbuhan. Sederhana bukan ? bagi penulis pribadi, penulis di suruh menghilangkan Taurat, Injil maupun Yesus dari kehidupan tidak masalah asal penulis masih di beri kesempatan untuk mencintai Allah, mencintai sesama manusia, binatang maupun tumbuhan, karena inti semua ajaran adalah tentang kebaikan.

Desember 2016


 

Paling Disuka

Translate