IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , , » Diperkosa, Diculik dan Dikawin Paksa

Diperkosa, Diculik dan Dikawin Paksa

Cerita ini, kiriman dari salah satu pengemar blog ini dan ingin menceritakan pengalaman hidupnya, karena ingin pengalaman hidupnya ini tidak dialami lagi oleh cewek cewek saat ini. Untuk itu penulis mengganti semua nama asli menjadi samaran sehingga tidak akan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan akan cerita ini.

Sebut saja nama cewek itu Dara, Dara kala itu masih kelas 2 SMA sebuah sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) di suatu wilayah Jawa Tengah yang cukup ternama, hampir semua siswa yang jumlahnya berjibun di sekolah Dara cukup punya nama karena dia merupakan Sekretaris OSIS kala itu dan juga pintar menyanyi sehingga sering ikut lomba bernyanyi solo dan merupakan penyanyi band di sekolahnya, di tambah lagi Dara mempunyai tubuh yang semampai tinggi badannya kira-kira 165 cm dan berat badan 50 kg, dia cantik parasnya dan supel, sehingga banyak teman yang suka padanya.

Karena Dara cabtik dengan bodi yang ideal sehingga banyak grup band yang mengajak untuk ikut manggung bersama, sehingga kala itu walau masih sekolah dia cukup duit untuk jajan dan beli pulsa. Dara juga banyak teman karibnya suka karena kalau habis manggung dengan teman dia tidak segan untuk mengajak teman-teman karibnya untuk jajan di kantin sekolah. Tapi seingat Dara hanya 3 grup band yang ia mau kalau diajak manggung walau sebenarnya banyak sekali grup band yang ingin mengajaknya untuk bergabung karena dia sudah sangat kenal dengan ketiga personel grup band yang selama ini selalu mengajak manggung dirinya.

Karena keinginannya untuk sukses menjadi penyanyi yang terkenal secara Nasional, Dara jadi tergiur oleh ajakan dari salah satu Guru nya SMA kala itu yang bernama Bapak Irwan, karena dia di iming-imingi masa depan yang cerah, karena di samping selalu tampil di IO nya Dara akan selalu mendapatkan pendidikan olah vocal yang semakin matang. Maka ia langsung menghiyakan ajakan salah satu gurunya itu. Inilah awal yang pikir Dara sangat baik untuk mengejar cita-citanya menjadi salah satu penyanyi Nasional yang akan membuat namanya bisa di kenal seluruh masyarakat Indonesia, bener-bener akan membanggakan kedua orang tuannya pikir Dara kala itu.

Awal Bencana Yang membuat Dara Jatuh

Suatu hari Dara dan Bapak Irwan manggung disuatu acara, dan selama acara itu Dara kurang nyaman tampilannya, karena dari dia datang ke acara itu sampai naik ke panggung untuk menghibur yang hadir diacara itu adalah seorang lelaki yang selalu melihat ke arahnya terus dan ketika dia melihat ke arah cowok itu, maka terlihat cowok itu berusaha membuat mata mereka bertemu, Dara menjadi semakin gusar dan salah tingkah. Tapi Dara tak terlalu memikirkan siapa cowok itu sebenarnya, tampilannya memang rapi di banding tamu-tamu yang lain dan kelihatannya cukup ternama. Karena disamping masih muda cowok itu terlihat diberi hormat oleh Pak Irwan juga.

Setelah acara selesai Pak Iwan memperkenalkan Dara dengan cowok tersebut dan ternyata bernama Adi, Adi selalu berusaha mengajak ngobrol Dara untuk bisa lebih dekat dan Dara juga menanggapi dengan baik Adi seperti cowok-cowok yang lainnya ketika dia tampil, Dara agak keberatan ketika Adi ini meminta nomor teleponnya, karena Adi selalu merengek akhirnya Dara memberi juga nomor HPnya pada Adi. Dara sudah lupa dengan Adi yang kenal kemarin minggu waktu dia tampil bersama Pak Irawan, Dara diingatkan karena Adi selalu sms walau tak pernah dia mau membalasnya, karena Dara sudah punya tunangan yang kedua orang tua mereka sudah sangat setuju dan Dara sendiri sangat cinta sama kekasihnya itu yang bernama Yulian.

Walau tidak pernah dibalas sms dan teleponnya Adi selalu gigih untuk merebut hati Dara, hampir setiap hari Dara mendapatkan kiriman pulsa yang lumayan besar untuk anak SMA, tapi Dara tetap kekeh untuk tidak mau diajak pertemuan dengan Adi walau Pak Irwan kadang-kadang ikut mendesak untuk mau dekat dengan Adi, karena cowok ini bisa membawa ke dunia tarik suara yang lebih baik karena Adi ini sering mengorbitkan seseorang menjadi penyanyi Ibukota. Akhirnya karena Dara ingin sekali menggapai cita-citannya, maka dia mulai melunak dan mau membalas menerima sms dan telepon dari Adi, dan suatu hari pas dia baru sekolah Adi telpon mengajak Dara untuk makan diluar, walau Dara terus menolak tetapi Dara tak bisa mengelak ketika pulang sekolah, Adi sudah turun dari mobilnya dan mengajak Dara masuk ke mobil dan langsung menuju rumah makan di pinggir laut kala itu.

Setelah selesai makan ternyata Adi tidak langsung mengantar Dara pulang ternyata dia mengajak Dara jalan-jalan ke suatu daerah masih di pinggir laut dan ia lihat ada deretan rumah-rumah kecil yang jaraknya agak berjauhan dan Adi menghentikan mobil di salah satu rumah kecil itu dan mengajak ia turun, ketika masuk ke dalam hati Dara sudah tidak enak dan entah apa yang membuat dia mulai melihat ada gelagat yang kurang baik ia lihat pada Adi. Dara menolak dengan lantang ketika Adi ingin mencium dan membawa tubuhnya ke dalam pelukannya. Dara meronta sekuat tenaga untuk melepaskan rangkulan Adi, sehingga Dara hampir saja jatuh tersungkur kalau tidak ada diding rumah kecil itu di sisi kiri tubuhnya. Adi mulai memperlihatkan keinginan untuk memaksa Dara untuk mau melayaninya, karena Dara terus memberontak maka Adi memasukkan dalam kamar dan menguncinya. Dara terus menangis ketakutan dan terus merengek pada Adi untuk di antar pulang tapi Adi masuk dengan keinginan yang bejat untuk memperkosa Dara, ia mulai berusaha melepas baju seragam Dara, tapi dengan segenap kekuatan Dara menahannya tapi berapapun kekuatan Dara tak akan mampu melawan Adi, dengan nafsu yang sudah selangit, Adi mulai menyobek seragam Dara, membuat Adi tambah beringas ketika melihat kemolekan tubuhnya dan semakin segera menindih ketika dia melihat tubuh Dara yang putih mulus tanpa ada bagian ditubuhnya yang bekas luka.

Ia mengerayangi bagian-bagian sensitif Dara, membuatnya semakin tak berdaya dan akhirnya Adi dengan mudah melepas rok dan celana dalam Dara, ia segera menindih Dara, ia merintih kesakitan karena memang masih perawan dan berkali kali hari itu, Adi melampiaskan nafsu bejatnya. Adi mulai melepaskan nafsu bejatnya dengan tanpa mempedulikan tangisan dan rintihan Dara dan hari itu juga keperawanan Dara menjadi hilang dan tanpa bekas, Dara menangis dan menangis meratapi nasib yang menimpanya, Dara merasa jijik dengan dirinya sendiri, tubuhnya menjadi tak berguna dan kotor. Ketika pulang dia berusaha tegar untuk bisa menutupi semua kejadian yang sudah dia alami, biar peristiwa ini tidak ada yang tahu karena dia sangat malu dengan dirinya sendiri. Dara menangis sejadi-jadinya ketika sampai didalam kamarnya dan menguncinya dari dalam karena takut ketahuan kedua orang tuannya Dara menelungkupkan bantak di wajahnya. Semua pikiran tentang pertunangannya menjadi berantakan dan pikiran menakutkan saat ini dalam hidupnya. Beberapa hari setelah kejadian itu Adi sms dan selalu mengancam, dia mengajak makan diluar dan pasti selalu minta Dara untuk selalu melayani nafsu bejatnya. Sebenarnya tak ada sedikitpun rasa cinta dan sayang pada diri Dara tapi karena hanya tekanan dan ancaman Adi, ia menjadi kalah dan tak berdaya, Dara hanya ingin kedua orang tuannya tidak terpukul dan ia ingin masih bisa lulus sampai SMA.

Adi menculik Dara Membawa Ke Pulau Dewata

Dara menjadi rendah diri, dia sering berpikir sendiri atau melamun sendiri, mungkin sudah tak ada cowok yang mau menerimanya karena dia sudah tak perawan lagi tapi beruntung Dara tak punya keinginan sedikitpun untuk mengakiri hidupnya. Beberapa bulan ia mulai bisa menguasai dirinya dan mulai disibukkan dengan persiapan UN dan tanpa berpikir lagi tentang Adi, walau sebenarnya dia mendapat sms dan telepon tetapi Dara bisa mengelak karena dia serius menghadapi UN untuk masa depannya. Beberapa waktu Adi tidak lagi menghubungi Dara dan setelah Dara dinyatakan lulus SMA, ia mempunyai tekad bulat untuk meninggalkan Adi walau apapun yang terjadi, ia mulai tidak mempan atas itimidasi Adi, akhirnya suatu hari Adi sms bahwa ia ingin bertemu yang terakhir dengan Dara hanya untuk mengajaknya makan siang saja. Dara mulai bisa melunak dan menyetujui pertemuan makan siang hari itu, maka mereka berdua masuk rumah makan tetapi setelah Dara meminum air mineral yang diberikan oleh Adi, Dara mulai tidak ingat apa-apa lagi dan tahu-tahu sudah berada di kapal penyeberangan menuju pulau Dewata (Bali), ternyata Adi menculiknya untuk mengajak Dara meninggalkan kedua orang tua dan tunangannya.

Dipaksa Kawin Dengan Adi

Sebenarnya Dara tidak mau untuk diajak menikah dengan Adi dipulau Dewata itu tapi karena tekanan dan intimidasi akhirnya Dara secara sah menjadi istri Adi dan mulai saat itu Dara selalu melayani hubungan intim dengan suaminya walau sebenarnya dia tidak ada cinta sedikitpun. Dara sangat kagum dengan kegigihan Adi dalam menghidupinya, apapun dia lakukan walau sampai kerja siang malam supaya mereka berdua tidak hidup di emper pertokoan di pulau Dewata. Karena kerja keras Adi kehidupan keluarga sebenarnya sangat kecukupan bahkan lebih tetapi benar-benar sayang kalau keluarga tanpa landasan kasih dan sayang memang selalu ada ada saja. Adi mulai pencemburu berat dengan Dara yang memang cantik dan molek, ketika ada beberapa cowok walau itu tetangga yang mengajak ngobrol dirinya, Adi selalu marah dan cemburu dan menyebabkan Dara dapat tamparan dan umpatan, lalu beberapa hari Dara pasti di hukum tak boleh keluar dari kamar, karena ketika Adi kerja pintu kamar dikunci dan baru di buka saat dia pulang kerja. Pernah ada cowok yang dipukuli Adi gara-gara hanya lewat depan rumah dan sempat mengajak ngobrol Dara hanya beberapa menit, sehingga Adi diperingatkan beberapa pemuda kampung dan melaporkannya sama RT setempat.

Karena temperamental dan selalu main tangan ia lama-lama tidak tahan kalau terus menerus menjadi istri Adi walau sebenarnya Dara mulai bisa menerima Adi menjadi suaminya yang sah walau tidak dilandasi dengan cinta. Suatu hari ada telepon masuk yang tidak ada namanya aku angkat dan aku bilang "Halo siapa ya..?" agak lama dari seberang tidak menjawab "Halo....ini Dara kan" jawab cowok dari seberang, jantung Dara serasa copot karena dia tahu dan sangat hafal dengan suara itu, karena suara dari seberang itu adalah Yulian. Agak lama Yulian dan Dara tak saling bicara "Aku nggak ganggu kamu kan Dara........" sambung suara dari seberang, "Ah.....kagak, malah aku yang tidak pantas terima telepon ini dari kamu, aku cewek yang kotor dan pokoknya tak pantas kamu hubungi........, dapat nomor hp aku dari siapa kamu" jawab Dara. "Ingat nggak sama Ninuk teman karib kamu SMA dulu.........." jawab Yulian, Dara terlihat mangut mangut sendiri karena dia pernah menghubungi temannya itu dengan nomor hp barunya, karena nomor yang lama sudah dibakar Adi. Sejak saat itu Dara dan Yulian sering telepon walau sembunyi-sembunyi sama suaminya dan pada akhirnya Dara bisa bercerita panjang lebar dengan Yulian bekas tunangannya itu. 

"Yulian.......aku sudah tidak pantas dapat kamu lagi, aku sendiri jijik sama tubuhku karena ulah bejat Adi, gimanapun juga aku tidak pantas untuk kamu miliki walau aku dan kamu masih saling mencintai" jawab Dara ketika suatu hari, Yulian meminta Dara untuk mau ia nikahi. "Dara...percayalah cinta aku sama kamu masih seperti dulu tidak berubah.......aku bisa menerima tubuh kamu seperti itu.....percayalah, karena aku tahu kamu anak yang baik dan kamu sampai seperti itu tidak keinginan kamu" pinta Yulian dari seberang. Dan mereka berdua mulai merencanakan pelarian Dara dari genggaman Adi yang biadab itu, keluarga mereka berdua sudah sepakat untuk menerima Dara kembali jika mau di nikah secara sah. Akhirnya hari itu Yulian bisa membawa kembali Dara ke pangkuan keluarganya dan memulai hidup baru sebagai suami istri yang sangat berbahagia. Mereka berdua mendapatkan kepercayaan dari Yang Maha Kuasa untuk merawat Putra dan Putri yang sehat sampai saat ini.

Kamis, 19 Januari 2017 Cerita Kiriman dari Dara

Jangan pernah menyerah dan patah semangat untuk mendapatkan cinta dan hidup yang bahagia. Awal hidup kita yang kelam belum tentu hancur sampai ajal merengutnya, masih banyak manusia yang baik dan tak melihat masa lalu pasangannya.

2 komentar:

Mas Boy said...

Kamu bisa baca yang lain disini Cerita Cinta

Anonymous said...

Ok deh

Post a Comment

Paling Disuka

Translate