IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , , , » Cerita Romantis 2017 - Rachel Cewek Depan Rumahku

Cerita Romantis 2017 - Rachel Cewek Depan Rumahku

Dulu sekali........ketika masih SD aku sering main ke rumah persis di depan rumahku, karena lelaki yang punya ramah dan suka bercerita yang lucu-lucu bikin aku betah tinggal di tetanggaku ini. Aku masih ingat ketika aku masih sekolah dasar, bapak yang punya rumah depan punya anak yang masih umur kira-kira 2 tahun lucu, aku seneng banget kalau lihat dia gemesin.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/prillylatuconsina
Tapi setelah lulus SD aku harus ke kota lain untuk meneruskan ke SMP yang lebih baik, setelah itu sampai SMA aku jarang, malah tidak pernah ke rumah kampung lagi, tapi akhir-akhir ini ketika sudah masuk kuliah aku sering ijin ortu untuk ke kampung menengok simbah yang sudah tua. Ortu mengijinkan untuk tinggal di kampung sama simbah beberapa hari selama libur semester.

Siang itu aku mempersiapkan beberapa kaos dan baju serta celana, baik pendek maupun panjang karena aku ingin dirumah simbah bisa agak lama tinggalnya. Jarak kota aku tinggal ke rumah simbah cukup jauh hampir 125 km, jadi siang itu aku berangkat cuma pamitan sama bibi dan langsung ambil kunci motor Ninja Kawasaki 250 cc yang sudah nunggu aku di garasi, pakai helm hidupin mesin langsung cabut dengan ransel di punggung.

Kira-kira selama 2,5 jam aku baru nyampai ke depan rumah simbah, ya di rumah inilah aku lahir dan sekolah sampai SD, ketika sampai ke depan rumah simbah........ya rumah aku juga, karena diberikan simbah untuk Papa.....aku matikan kendaraan dan segera lepas helm karena sudah sangat terasa panas, lama sekali aku duduk diatas motor sambil lihat ke sana kemari sambil melihat-lihat dan mengenang situasi dulu sama sekarang, ketika aku turun dari motor dan melihat ke depan rumah, dimana dulu aku sering main, jatung aku serasa copot karena di depan rumah terlihat cewek putih, agak pendek, berambut lurus dengan mata bulat hitam indah mengawasiku dan mulai tersenyum.

Aku mulai tersenyum dan menganggukkan kepala untuk memberi tanda hormat sama cewek itu, cewek itu tersenyum manis sambil melambaikan tangannya dan malu-malu cepat-cepat masuk ke dalam rumah, kalau aku perhatikan persis artis Indonesia yaitu Prilly Latuconsina persis kecil pendek gitu tapi cantik emang sih. Aku sedikit malu karena ketika aku memutar tubuhku menuju rumah simbah, simbah sudah senyum-senyum didepan rumah sambil memperhatikan tingkah polahku. "Rinto kapan olehmu teko.......wis suwe yo neng ngarep omah simbah, ayo cepet barang-barange di boke neng omah", kira-kira simbah bicaranya seperti ini (Rinto kapan kamu pulang........pasti udah lama ya di depan rumah simbah, ayo cepat barang-barangnya di bawa masuk kerumah)

"Sana........cucuku mandi dulu, biar seger sudah sore.........." kata Simbah, "Ya.....nek sebentar lagi pasti aku mandi" kataku, setelah ganti kaos dan celana pendek aku menuju ke ruang tengah untuk ikut nenek menikmati acara TV. "Rinto........masih ingat kamu sama Rachel, anak pak Johan depan rumah.....kala itu sih masih umur 2 tahun waktu kamu sering main ke sana.........eh sekarang sudah SMA dan cantik banget.......mau kamu simbah kenalkan dengan Rachel?" kata simbah dengan semangat, "Ah nenek ada ada saja.......kenal aja tidak kok, malu nek kalau Rachelnya tidak mau nanti, aku mau jalan-jalan dulu ah nek.......".

Aku mulai kedepan rumah simbah, aku hirup udara yang masih segar, aku lihat masih berdiri kokoh pohon mangga di depan simbah yang membuat semakin asri dan pagar yang ditanami dengan tanaman membuat suasananya semakin hijau. Aku ambil kunci motor dari dalam kamar karena ingin cari udara segar sore hari, sama mau cari sikat gigi dan odol di toko yang agak dekat pasar batin aku dalam hati. Eh ternyata di desa simbah sudah ada indomart, aku langsung menuju ke indomart untuk mencari keperluan mandi dan cuci muka. Aku mulai masuk dan mencari keperluan keperluanku selama di rumah simbah.....karena serius mencari barang jadi ketika berjalan tidak melihat ke belakang dan ke samping.

Karena antara rak yang satu dengan yang lain agak sempit sehingga menyebabkan aku bersentuhan dengan pengunjung yang lain, aku dan orang itu sibuk ambil barang-barang yang lepas dari tangan kami dan ketika aku mengangkat wajah, aku terperanjat dan jatungku bergetar hebat ternyata cewek yang bertabrakan denganku adalah cewek yang tadi terlihat di depan rumah simbah. Dia tersenyum manis, aku jadi tambah grogi dibuatnya dan akupun ikut tersenyum. "Eh.....kenalin nama aku Rinto " kata aku agak grogi, sambil tanganku aku sodorkan di depan cewek itu, "Aku Rachel........mas tadi yang masuk ke rumah Simbah ya......." sahut Rachel.

Dari peristiwa itu kami jadi asyik gobrol, aku jadi sedikit lupa keperluan apa saja yang harus aku beli, karena Rachel ngajak ngobrol terus dan kami berdua tidak terasa sudah sampai depan kasir. Ketika Rachel mau mengambil dompetnya aku tahan, "Kagak usah aku yang bayar saja......." kata aku sambil mengambil dompet dari saku celana pendek. Lalu kami berdua keluar Indomart, "Kamu bawa motor.....?" kata aku sambil melihat ke wajah Rachel, "Tidak.......tadi aku jalan kaki" sahut Rachel, "Ayo boceng aku aja........" pinta aku.

Sejak saat itu aku dan Rachel sering berdua kemanapun aku pergi, karena dia menjadi gaet yang terbaik selama aku liburan di rumah simbah. Hari ke lima aku berada di rumah simbah pertemananku dengan Rachel sudah sangat menyenangkan, aku tak ingat lagi teman-teman kuliah, apalagi di desa simbah sinyal HP tidak terlalu bagus.......ya kabar dari teman-teman kuliah jadi terhenti.

"Rachel dimana ya di daerah sekitar sini yang punya pemandangan indah dan sejuk ?" tanya aku, "Ehm.......ada kak.......mau aku tunjukkan tempatnya ?" sahut Rachel, aku cuma menganggukkan kepala dan kami berdua sudah berboncengan dengan asyik menuju ke air terjun ternyata, walau jarak dari desa simbah agak jauh tapi nggak terasa sudah sampai. Kamipun bermain air sampai baju kami basah kuyub, tapi nggak terasa dingin karena kami berdua menikmatinya, mungkin Tuhan menjdodohkan kita berdua.....nggak tahu gimana awalnya ternyata Rachel terpeleset batu licin dan jatuh menindih tubuhku ke dasar sungai yang tidak dalam dan menyebabkan wajah kami berdua bersentuhan, kami berdua sejenak berpandangan dan kedua mata kami bertemu.

Aku lihat di mata Rachel ada riak senang dan gembira jadi satu, matanya terlihat bening serasa seribu bunga tumbuh di dalamnya, membuat aku semakin senang untuk melihatnya dan ingin masuk ke dalamnya. Nggak terasa tangan kami saling mendekap erat serasa tak mau untuk melepasnya, mata Rachel mulai terpejam ketika wajahnya semakin dekat dengan wajahku.

Wajah kami saling bersentuhan, walau di air aku rasa pipi Rachel terasa hangat di hidungku, semakin aku tak mau melepaskan hidungku dari kedua pipi Rachel, kami berdua terbuai dengan rasa itu..........yang hadir secara misteri di hati kami berdua, tangan Rachel terasa mendekap lebih erat terasa tak mau melepaskannya. Kami berdua sedikit malu untuk melepaskan dekapan ketika dari jauh terlihat bapak-bapak pencari rumput batuk-batuk kecil di kejauhan. Kami berdua beruntung karena air terjun itu masih perawan karena belum banyak wisatawan yang pergi kesana.

Sejak saat itu ada sesuatu yang aneh diantara kami berdua antara aku dan Rachel yaitu kami berdua merasa kalau kami nggak risi dan kikuk ketika Rachel selalu berpegangan lenganku dan begitupun aku tak ada merasa kuatir Rachel marah ketika aku merangkul tubuhnya dengan tanganku sambil berjalan menuju motor yang aku parkir agak jauh dari air terjun itu. Dalam perjalanan pulang Rachel terasa selalu mendekap tubuhku dari belakang dan terus bercerita dengan riangnya. Aku merasa plong dan sangat senang dan sesekali aku ambil tangan Rachel ke pangkuan sambil mengendarai motor dengan tangan satu dan meremas-remas tangan yang lembut itu.

Malam itu kami berdua ngobrol di teras rumah simbah, benar-benar situasinya sepi, sahdu dan sangat nyaman untuk berduaan dan di kursi yang agak datar di teras simbah, kepala Rachel selalu direbahkan ke dadaku, dia terlihat sedikit manja, kami berdua berebut HP aku dan seperti biasa wajah kami mulai bertemu dan kedua mata kami saling melihat dan mulailah naluri kami berdua mulai bangkit untuk menebar bau wangi dan indah bunga-bunga cinta yang menyebabkan kami berdua lupa dengan dunia, karena wangi dan indah cinta sudah ada di pikiran dan hati kami berdua. Kami berdua saling mendekap erat dan Rachel mulai mengelus wajah aku dengan tangannya yang mulus dan mulai menyentuhkan pipinya di wajahku dan menyentuhkan hidungnya di hidungku dan matanya mulai di pejamkan dengan semakin mempererat dekapan tangannya di tubuhku.

Dengan sedikit bergetar aku raih bibir yang lembut dan memerah dan aku sedikit kulum dengan bibirku, Rachel memindahkan pelukan kedua tangannya ke leherku, dia bagai rusa yang haus dan berada di pinggir danau yang penuh air, kedua dadanya terlihat naik turun dan desahan nafasnya terasa semakin panas dibibirku, membuat aku semakin dalam menikmatinya. Kami berdua melepaskan diri ketika terdengar kaki simbah pelan-pelan menuju ke ruang tamu. Kami berdua mulai duduk lagi ke kursi di teras simbah dan Rachel masih aja merebahkan kepalanya didadaku, mungkin cinta yang membikin dia tidak malu sama simbah. "Rinto.......udah malem.........ayo tidur, besok katanya mau balik ke rumah papa kamu, biar Rachel bobok sama Simbah.........ya setiap malam dia yang menemani simbah " kata simbah sambil berjalan masuk kembali ke rumah, "Ya nek sebentar lagi pasti masuk " sahut aku.

Eh ternyata Rachel menangis di dadaku sampai sesengukan segala "Rachel kenapa menangis........?" tanya aku, dia tak menjawab tapi terus aja masih menangis, lalu dia mulai bicara. "Kamu mau pulang ya besok.......kamu jahat.......kenapa nggak cerita sama aku......." sahut Rachel masih sesengukan. "Oh itu tadi simbah bicara.........emang kemarin aku cerita sama nenek kalau aku main cuma lima hari saja, jadi setahu simbah besok aku sudah pulang...........tapi karena ada kamu, aku putuskan pulangnya besok kalau mau masuk kuliah saja" kata aku. Rachel terlihat malu sambil mengusap air matanya dan mulai memukul-mukul tubuhku dengan kedua tangannya dan mulai lagi merangkulkan kedua tangannya ke leherku. Ternyata cinta dan sayang membikin semua orang semakin berani dan terus ingin menikmatinya.

Selasa, 9 Januari 2017 Karya Mas Boy


0 komentar:

Post a Comment

Paling Disuka

Translate