IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Kawin Paksa - Calon Istriku Cewek Yang Dulu Memperkosa Diriku

Setelah lulus SMA dan hidup ngekos dengan beberapa teman aku jatuh ke jurang yang paling dalam, narkoba, minum, diskotik, lokalisasi hampir setiap hari kami berada di dalamnya, benar-benar aku berdosa dengan orang tua di rumah yang tahunya aku baru serius untuk kuliah. Gimana tidak amburadul kehidupanku karena ketika kost semua teman di kost rata-rata anak orang berada dan semua hampir suka minum, obat-obatan dan lokalisasi, awal-awalnya aku tak mengubris mereka tapi lama-lama karena semua anak kost seperti itu aku jadi ikut kecanduan juga. Aku masih ingat gimana teman-teman membawa aku kedalam mobil malam-malam langsung ke suatu daerah yang cukup dingin dan disana ternyata tempat hiburan malam yaitu karaoke yang ruangannya cukup gelap, kita aku agak ragu untuk masuk Anton langsung memegang lenganku untuk membawa aku disampinya dan didudukkan di salah satu kursi yang melingkar di sebelahnya dia, telingaku cukup bising mendengarkan musik yang cadas dan cukup enak untuk bergoyang. Lalu mereka pesan minum dan aku dipaksa untuk meminum juga, awalnya aku selalu mutah tapi terus diberi minum anak empat itu, Bendol, Hendar dan Zaky. Eh bukan itu saja mereka ternyata pesan cewek lima untuk menemani kami untuk minum dan berkaraoke.

Aku benar-benar kikuk ketika cewek cantik dengan body aduhai dan rambut lurus agak dicat warna coklat memberi minuman dan selalu mendekat ke tubuhku sambil tersenyum dan selalu ngajak ngobrol, eh lama-lama tangannya yang halus selalu pegang paha kaki, aku serasa bergetar dibuatnya karena belum penah selama ini menyentuh cewek, apalagi malah sekaran langsung dipegang sampai ke paha dan tangan cewek itu selalu digerak-gerakkan. Ketika aku lihat kesebelah-sebelahku buset ternyata empat teman kost aku sudah tidak ada, aku langsung agak grogi dan tanya pada cewek cantik yang ada di sebelah aku "Dik maaf teman-teman aku yang tadi disini pada kemana ya........", "Paling-paling pada ngamar, ayuk kita ke kamar aja biar lebih asik " sahut cewek itu, belum sempat aku menolak ajakannya tangannya yang halus menarikku menuju ke dalam yang semakin gelap ruanganya dan aku diajak masuk ke salah satu kamar di diskotik itu dan semakin berani cewek itu kepadaku. Aku didorongnya sampai terjatuh di kasur dan dia mulai mengerayangi semua tubuhku sampai aku merinding dan tak berkutik dibuatnya, ketika aku mau berontak dia sudah semakin gila mulai melepas kaos yang aku pakai dan mulai mencium semua bagian wajahku dan ketika aku mau berbicara bibirnya sudah dia sumpalkan ke dalam mulutku dan terasa mulai nakal, aku berkeringat dingin ketika dia mulai berani melepas celana panjang yang aku kenakan dan aku semakin nggak sadar dan seperti melayang ketika dia semakin berani memegang-megang bagian yang sensitif sampai aku panas dingin dan setelah itu aku tak bisa ingat lagi kejadianya tahu-tahu ketika bangun aku hanya pakai celana dalam dan cewek cantik itu terlihat merokok di depan kaca rias di dalam kamar itu dan ketika tahu aku bangun.

Dia mendekat dan sambil tersenyum "Oh.......yayang udah siuman ya dari mimpi indahnya dan wajahnya di dekatkan ke wajahku dan mulai mencium", aku cepat-cepat pakai celana panjang dan kaos yang ada di samping tempat tidur dan lihat jam kamar ternyata udah jam 5 pagi. "Hai kamu.....teman-teman aku dimana ya, apa udah pada pulang" tanya aku sama cewek itu. "Kenalkan nama aku Jihan, jangan panggil he......" jawab cewek itu sambil mengulurkan tangannya ke depan ku, aku menggapainya dan juga memperkenalkan diri "Aku Juan.........dimana ya teman-teman", "Teman-teman kamu semalaman nunggu kamu di depan karaoke, mereka masih terlihat ngobrol di kursi depan" jawab Jihan, sambil tak berkedip melihat ke arah aku yang terlihat kebingungan, dan dia terlihat tersenyum geli. "Juan mau kemana kamu kok mau keluar ngobrol aja dulu sama aku" pinta Jihan, karena dia melihat aku yang mau beranjak dari tempat tidur, aku membatalkan niat untuk segera meninggalkan kamar "Kuliah dimana kamu dan semester berapa ?" tanya Jihan, "Aku baru masuk kemarin jadi masih semester 1 dan di kota ini saja " jawab aku singkat, "Ju maafin aku ya, tadi malam soalnya selama ini cowok kesini kebanyakan yang selalu menyuruh aku dan selalu menciumi aku, tapi aneh ketika ketemu kamu dan aku tahu kamu masih culun, aku jadi malah yang memperkosa kamu sampai kamu pinsan" kata Jihan dengan kelihatan tulus melihat aku yang terlihat masih kebingungan dan selalu menunduk ketika tak sengaja saling memandang, Jihan dengan santai dan terlihat nyaman menyedot rokok sambil sesekali membuang puntungnya di asbak di depan kaca rias. Dan aku permisi untuk keluar kamar sambil meninggalkan uang di atas tempat tidur karena aku dengar teman-teman kost kalau bercerita kalau habis sama cewek di karaoke harus meninggalkan sejumlah uang, baru saja mau sampai ke pintu Jihan menarik tanganku dan memasukkan uang ke dalam saku aku sambil berucap "Seharusnya aku yang ngasih uang sama kamu Juan", sambil mencium aku dan berbisik nomor HP aku sudah aku masukkan ke dalam HP kamu.

Ketika aku sampai didepan Karaoke, teman-teman semua pada ketawa ngekek sampai pada terbatuk-batuk melihat tingkah polahku yang kebingungan sambil si Anton merangkulku dan membawa ke dalam mobil dan dengan cepat mobil meluncur kembali ke kost, dalam perjalanan semua teman-teman ku bercelotih sambil tertawa terbahak-bahak, aku jadi marah dan semua orang dalam mobil pada diam semua, karena aku memang baru tidak suka dan ketika baru sampai kost aku minta maaf sama teman-teman dan bilang bahwa saya trimakasih sama mereka semua, gara-gara mereka aku jadi cowok yang pemberani dan tidak punya rasa takut sama cewek lagi dan kita semua saling berangkulan dan aku hari itu tidak pergi kuliah karena sudah terlalu telat untuk mengikuti mata kuliah pagi, karena masih kantuk dan lelah, aku teruskan tidur sampai sore hari, dan ketika bangun HP aku lihat udah ada beberapa sms Jihan masuk, "met sore yayangku, tadi pergi kuliah tidak, aku jadi kangen nih bisa nggak nanti malam kesini ya yayangku", aku tersenyum baca sms nya Jihan dan membalasnya "Jihan makasih ya pelajaran kuliahnya tadi malam, aku sekarang jadi yakin kalau aku benar-benar cowok tulen kagak bencong yang takut sama cewek, ternyata cewek itu menyenangkan", aku menuju kamar mandi karena badan terasa lengket disana sini dan ketika selesai mandi aku lihat Jihan udah sms lagi "Ya........ya......sama-sama tapi yayang nanti kesini ya, bener aku kangen banget sama Juan", "nggak janji ya, soalnya yang bawa mobil kan si Bendol, jadi nanti aku tanya mau ngantarin nggak" balas aku. Sambil tiduran di kamar aku mulai merancang-rancang untuk minta ijin mama untuk membawa mobil yang biasa aku pakai untuk aku bawa ke kost, karena mama sudah bilang nanti kalau semester tengahan baru boleh bawa. Maka aku mulai ngebel Mama dan merayunya "Boleh ya ma.....Bendol aja boleh bawa mobil orang tuannya kok, masak mama melarang aku", "coba nanti tak bilang sama papa kamu boleh nggak" jawab mama dari seberang "makasih lho mah...........mamah emang cantik banget" rayu aku dalam telpon.

"Jihan sory ya minggu ini ada banyak tugas yang harus aku kerjakan, akhir pekan besok aja ya aku main kesana" aku sms Jihan, ternyata dia langsung menjawab "Aduh yayang, padahal aku kangen banget, tapi kagak apa deh......kan demi masa depan kamu, selamat belajar ya muach" balas Jihan. Padahal aku sudah merancang kalau besok mama ok, maka aku akan segera membawa mobil dari rumah dan bisa main ketempat kerja jihan di karaoke sesuka hati aku. Eh ternyata Papa mengijinkan aku untuk bawa mobil, itu aja berkat rayuan mama yang aduhai dan sejak saat itu hampir setiap malam aku pergi ke diskotik tempat Jihan bekerja dan semakin lama semakin aku kelihatannya tak bisa lepas dari jerat cinta Jihan. Dan suatu malam ketika aku benar-benar ingin berduaan dengan Jihan, karena saya sudah merancang ingin mengajak dia berakhir pekan ke Yogya hanya berduaan saja. Ketika aku datang ke tempat kerja dan langsung masuk ke kamarnya seperti biasa, aku sungguh kaget dan wajah saya memerah dan terasa seperti api yang sangat panas ada di wajah aku, karena aku menyaksikan sendiri Jihan bergumul dengan cowok dengan dengan dahsyatnya saling memangutkan bibirnya. Ketika Jihan tahu yang masuk aku maka ketika aku langsung menutup pintu dengan kencang dan lari mengejarku tanpa menghiraukan cowok itu, aku sudah berada di depan karaoke dan segera menuju parkir mobil. Jihan berlari sambil menangis memegang kaki ku untuk tidak masuk ke mobil, tapi aku diam tanpa melihat wajahnya dan mulai bicara "Juan kamu tahu pastinya kalau aku bukan cewek yang baik-baik sejak kamu mengenal aku dan kamu saya kira bisa menerima aku apa adanya, aku bukan cewek baik-baik, aku pasti melayani banyak lelaki". Karena aku masih marah aku diam saja, karena ada beberapa pengunjung diskotik yang memperhatikan kita, aku membukakan pintu mobil pada Jihan untuk masuk dan mengajaknya untuk menuju tempat yang lebih sepi untuk bisa bicara berduaan"

Selama perjalanan dia diam akupun lebih diam dan terlihat menahan amarah yang dalam, sambil sesekali aku pukulkan tangan ke stir mobil tanda karena aku menyimpan amarah yang sangat. Dan aku belokkan mobil ke tempat yang seperti lapangan dan aku matikan mesinnya. Aku mulai bicara sambil menahan amarah "aku tahu kalau Jihan wanita tidak suci dan aku kenal sama dia di diskotik, tapi kamu harus menghormati aku, sudah tahu jamnya aku ke atas tapi kamu menerima tamu", "Kamu mau marahi aku, pukul aku dan tendang aku keluar mobil aku pasti tidak akan membalas dan membiarkan kamu untuk menyakiti aku, karena aku tak pantas untuk kami cintai, aku perlu uang Juan, kedua orang tuaku saat ini ada di rumah sakit dan adik-adikku harus membayar uang sekolah" , ketika mendengar Jihan cerita sambil menangis amarahku sedikit turun dan mulai sedikit mau melihat wajahnya dan aku milat terus sorot matanya untuk mencari kejujuran dan ternyata dia paham apa yang aku pikirkan dalam hati "Juan percayalah padaku saat ini aku benar-benar butuh uang, kalau kamu tidak percaya ayo aku ajak ke rumah sakit, untuk melihat kedua orang tua aku yang ada disana", aku memandang dia dan mengambil tangan dan aku cium, karena aku tak bisa berbohong sama Jihan bahwa aku sangat mencintainya walau sebenarnya aku tahu kalau dia tidak wanita baik-baik. Aku menghidupkan mobil dan mengajak Jihan untuk menuju rumah sakit, dalam perjalanan Jihan baru sadar kalau tak memakai sepatu, dan aku langsung belok ke indomaret untuk cari sandal dan kami melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit seperti yang dia tunjukkan. Aku langsung memarkir mobil dan mengikuti Jihan masuk untuk menuju kamar tempat kedua orang tuannya di rawat, setelah sampai ternyata ada di kelas III yang dihuni banyak pasien, aku sempat pusing karena bau yang kurang mengenakkan tapi aku tahan dan menemui kedua orang tua Jihan yang ditunggui kedua adiknya yang masih smp dan sd. Ketika lihat Jihan sama aku, keluarganya melihat aku terus, tapi aku langsung cium tangan sama kedua orang tuannya. Dan aku pamit sama Jihan untuk membawa adik-adiknya cari makan di luar sambil mengandeng mereka berdua yang kelihatan kuyu untuk keluar dari rumah sakit itu dan ketika mau masuk lagi, aku ajak mereka untuk masuk idomaret untuk membeli bahan-bahan keperluan mereka dan kedua orang tuanya yang di rawat.

Setelah memberi keperluan mereka untuk beberapa hari Jihan dan aku pamitan untuk kembali pulang dan ketika sampai ke dalam mobil lama sekali aku terdiam dan tidak segera menyalakan kendaraan, aku memandang tajam ke arah wajah Jihan, dia kelihatan gugup dan tak percaya diri lalu aku mulai menghela nafas dalam dan mulai berbicara "Jihan kamu pasti tahu kalau aku sangat-sangat mencintai kamu, aku rela melakukan apapun demi kebaikan kamu dan keluarga kamu" , wajahnya melihat ke arahku sambil menghiyakan "tapi aku belum tahu apakah kamu mencintai aku atau tidak" kata aku dengan jelas, "Kak....aku tadi sudah bicara banyak hal sama kamu, aku ini bukan wanita baik-baik dan suci yang perlu untuk kamu perjuangan karena kehidupan keluarga aku seperti itu dan aku butuh banget uang itu, tapi aku cewek yang mungkin masih belia dan butuh kasih sayang dengan lelaki, pastinya aku punya cinta tulus yang tidak hanya nafsu saja, dan itu hanya sama kamu kak Juan" jawab Jihan, aku mulai menyalakan mobil dan langsung keluar dari rumah sakit dan mau menuju ke diskotik dimana Jihan bekerja tapi dia menolak aku mengantarnya kesana dan menyuruhku mengantarnya untuk pulang ke rumah. Ternyata rumah Jihan ada di dalam gang sempit terpksa mobil aku taruh di ujung gang tapi ternyata pemuda situ sudah sangat akrab dengan Jihan mereka sangat menghormati Jihan dan aku , "Nggak usah kuatir dengan mobilnya bro pasti kami jagakan", maka aku mengambil uang dua ratus dari dompet dan menyerahkan pada mereka biar buat beli kopi. Selama masuk jalan gang Jihan selalu mengandeng tanganku sambil berjalan aku bertanya "Jihan udah berapa cowok yang kamu ajak mampir ke rumah selama ini ?", "Ehm kamu pasti nggak percaya, baru kali ini aku membawa cowok pulang kerumah, makanya kalau banyak tetangga yang pada lihatin kamu itu hal yang wajar". Sampai dalam rumah ternyata cuma ada kamar dan kasurnya pun ada di bawah dan di ruang tamu sekaligus ruang keluarga ada tv yang didepannya ada kasur untuk tiduran. Aku membuka sepatu langsung tiduran dan Jihan terlihat ke dalam mungkin ganti baju, Aku menghidupkan rokok dan mulai berjalan menuju depan rumah untuk menghirup udara segar. Karena di gang sempit maka banyak sekali tetangga Jihan yang berlalu lalang dan sebentar-sebentar memperhatikan diriku, yang mungkin mereka melihat orang asing yang ada di kampung mereka dan kenal sama Jihan yang PK diskotik.

Ketika ada di depan rumah Jihan aku dapat ide untuk membuat warung makan dekat kampus seperti juga orang tua ku di kotaku berada. Aku langsung ngebel mama untuk merayu papa minta modal cukup besar dan seperti biasa mama hanya menghiyakan saja karena mungkin dia pandang ide aku kali ini positif. "Kak Juan itu aku buatin teh masuk dulu untuk diminum ya, aku masuk ke dalam rumah dan mulai menghidupkan tv sambil minum teh yang dibuatkan Jihan. Dari dalam kamar Jihan bilang "Kak.....aku kantuk berat ingin bobok dulu ya" , aku menghiyakan sambil minum teh dan terus menerus memindaha chanel, lama-lama kantuk juga dan aku tutup pintu dan menuju ke kamar di mana Jihan berada, aku kaget ketika mau nyusul tidur ternyata dia tersenyum sambil menunjukkan baju tidurnya yang benar-benar tipis sampai-sampai lekukan celana dalamnya terlihat jelas, membuat aku penasaran saja, aku langsung tidur di sebelahnya dan dia berbisik manja "Kak.....aku ingin kamu benar-benar jadi cowok ya", aku cuma tersenyum dan kami saling memangut dan mendekap erat sampai kami berdua tidak bisa bernafas, apalagi ternyata PLN mati lampu untuk wilayah itu. Jadi aku tak bisa menceritakan dengan jelas posisi aku dan Jihan saat itu he.....pokoknya kami baru kali ini merasakan keintiman yang paling dalam dan mungkin kami berdua tak bisa melupakan sampai kapanpun. Ketika aku bangun ternyata sudah jam 6 pagi dan Jihan sudah tak ada disisiku ternyata dia sudah memanaskan air untuk aku mandi dan membuat teh. Setelah mandi kamu berdua ngobrol dalam kamar sambil masih malas-malasan, "Kak...aku sudah berpikir tadi malam, aku udah tidak bakal balik kesana, karena aku yakin kak mau berusaha keras untuk aku", aku melihat dia dalam-dalam dan mulai ngomong "Tadi malam aku telpon mama minta modal untuk membuat rumah makan di dekat kampus, kalau memang papa setuju nanti kamu jadi pegawai aku", Jihan terlihat senang "yang bener kak, aku mau deh jadi pegawaimu yang special" di mulai merangkul aku dengan erat. Sebentar ada bel masuk dari mama "halo mama ya, gimana ma........papa setuju kah..........oh yes, mama memang hebat dan cantik banget.........ya ya ma sampai ketemu muach"

Singkat cerita Jihan sudah tidak lagi kerja di diskotik tetapi dia menjadi pekerja aku di warung yang sangat special dan mungkin berkat dari Jihan dan keluarganya aku berhasil untuk mendirikan beberapa warung di sekitar kampus sehingga aku bisa mencukupi berbagai kebutuhan keluarga Jihan, tapi sayang suatu hari Jihan dapat telpon dari adiknya yang smp mengabarkan bahwa ayahnya di panggil yang maha kuasa, Jihan langsung pingsan di pangkuanku karena ayahnya adalah orang yang sangat dia cintai selama ini, karena ibunya tidak terlalu dekat dengannya. Tanpa sepengetahuan Papa dan Mama aku membuatkan rumah cukup mewah untuk Jihan dan sekarang keluarganya menjadi nyaman untuk tinggal, suatu hari pas aku baru ngobrol di warung sama Jihan, aku agak kaget karena ada fortuner mendekat dan tak asing itu adalah milik orang tuaku, Papa dan Mama keluar dan mereka terlihat marah sekali ketika melihat aku dan Jihan. Aku langsung tahu apa yang dipermasalahkan Papa dan Mama, maka aku berusaha menjauhkannya dengan Jihan dan mengajak mereka untuk mengobrol di tempat kost aku, belum sampai kost Papa udah mengumpat habis aku, tapi aku tahan dan tak berkomentar sedikitpun. Aku sambil mengingat-ingat siapa yang sudah cerita tentang Jihan ke pada Papa dan Mama dan akhirnya ketemu ternyata Astri cewek yang dulu pernah jatuh cinta kepadaku dan tak pernah ku gubris sampai kami sama-sama kuliah satu kampus, dia memang satu daerah denganku. "Kamu itu waras atau sudah nggak normal, emangnya papa tidak tahu cewek yang kamu pacari dan pegang salah satu warung kamu kan wanita yang tidak pantas ada disisi kamu, apa sih yang tidak papa berikan pada kamu Juan ?, kuliah, mobil, modal untuk bikin warung tapi apa yang kau berikan kamu pada orang tua kamu ?, kotoran anjing kamu taruh di muka papa dan mama kamu", "sudahlah pa....jangan keras-keras marahnya kasihan anak kita" pinta mama sama papa. "boleh aku bicara papa, mama" sahut aku, "Papa dan Mama pasti sudah tahu detail tentang siapa Jihan, dia bukan wanita baik-baik dan bukan dari keluarga kaya raya, dia itu dulu kerja di diskotik sebagai PK dan juga nyambi sebagai wanita penghibur, jadi memang tidak pantas untuk ada di keluarga kita, dia juga sudah memperingatkan Juan tentang hal ini pap, dan dia tahu diri untuk tidak merengek-rengek untuk aku kasihani, tapi ketika dia bilang sama aku kalau dia benar-benar cinta aku dan jujur bahwa saat itu kedua orang tuanya ada di rumah sakit dan harus mendapatkan pertolongan sehingga membutukan uang, aku jadi lain berpikirnya dan ketika sekarang aku bisa nengajaknya kedunia yang baik, apa salahnya aku mencintainya Pap ?

"Ok papa ingin kamu bisa membuktikan pada kami berdua bahwa siapa itu, Jihan tidak akan melakukan perbuatan seperti yang pernah dia lakukan lagi dan yakinkan pada kita bahwa dia pantas untuk menjadi pendamping kamu selamanya karena kamu anak cowok satu-satunya di keluarga kita Juan, jangan karena kamu sukses kamu bisa meninggalkan dan melupakan kita kapan kamu mau" kata Papa,  "Papa, aku pasti tidak bisa melupakan dan didikan Papa sampai kapanpun, aku sukses karena semuanya sudah disediakan oleh papa dan mama dan Juan hanya tinggal menjalankan saja dan aku mohon maaf karena tak pernah cerita sama mama dan papa kalau disini aku sudah membangun rumah yang cukup besar dan mewah bersama Jihan dan sekarang ditempati Jihan dan kedua adiknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia Pa, Juan hanya minta jangan singung dan sakiti Jihan walau Juan yakin dia tak akan membalas hinaan dan makian dari Papa dan Mama, karena Juan sangat sayang sama dia" kata aku, Ketika mau pulang ayah mencium aku dan menepuk-nepuk pundakku, "kamu memang anaknya Papa, kamu benar-benar anak yang hebat dan bijak, besuk akhir pekan bawa Jihan untuk main ke rumah" dan kenalkan sama adik-adik kamu dan semua keluarga besar kita". Ketika kedua orang tuaku sudah pulang aku ceritakan semuanya sama Jihan, Jihan menangis terharu dan mengucap syukur sama yang maha kuasa. Dan benar pada akhir pekan yang cerah dengan memakai baju yang sangat bagus, aku ajak Jihan untuk pulang menemui kedua orang tuaku tapi sayang seribu sayang ketika aku membeli bensin, Jihan melihat ada indomaret di depan pom bensin dan ketika mau melintas ke indomaret ada truck pembawa semen yang menyambarnya, serasa tulang aku hilang semua ketika tahu yang tersambar truk adalah orang yang sangat aku sayangi yaitu Jihan, aku berlari dan mehampiri jasad Jihan dan darah mengalir dari semua tubuhnya, aku menangis dan menjerit hiteris dan menyesal seumur hidupku mengapa tidak aku larang ketika dia keluar mobil kenapa Tuhan !!

Harni Oh Harni

Sore itu agung ngebel 'hay bro eneng acara ora mengko bengi, arep tak jalan-jalan neng simpang lima" , aku bales "Emang arep opo sih gung, arep beli sesuatu ya". Agung membalas bicaraku "walah oralah, itu si Cinta ngajak jalan-jalan", aku bales lagi "lha emange aku arep mbok dadeke obat nyamuk ngono", Agung balas "yo ora mungkin, soale si Cinta ngajak temenya si Harni, mengko kono boncengke koncone", "O ngono critane siplah" jawabku. Itu pembicaraan antara aku dan Agung teman karibku kuliah, dia ternyata sms "bro ojo nganti lali yo ketemu neng omahe yayangku si Cinta", "yo...ora usah kuatir, aku lagi dolan neng omahe adiku neng tlogosari gung" balas sms ku. Agung anaknya lumayang gendut tapi dia memang hebat karena pacarnya si Cinta, tinggi, langsing, cantik, putih, walau hidungnya agak pesek tapi malah menambah kecantikannya, bener-bener beruntung Agung temen karibku itu.

Kalau si Harni juga tak kalah langsing, tinggi, rambut lurus, dengan kaki-kaki panjang yang indah, walau hidungnya juga pesek tapi tidak mengurangi kesempurnaan tubuhnya, maklum asli jawa turunan pasti seperti itu. Makanya ketika Agung mengajak jalan dan bilang kalau aku nanti bareng sama Harni, aku langsung bilang bisa, maklum namanya cowok pasti suka sama cewek dan nggak bakal suka sama, tante tante apalagi mbah buyut. Aku saat ini memang bekerja sambil kuliah jadi lumayan menyenangkan, apalagi kuliahnya di biayai oleh tempat aku kerja semakin terasa menyenangkan. Kira-kira jam 5.30 sore saya mandi, ganti baju dan celana terus semprot sana sini langsung keluar rumah dan cabut dengan sepeda motor kesayangan, menuju tempat rumah pacar agung yang juga di daerah perumahan Tlogosari, jadi hanya 15 menit udah nyampai di rumahnya si Cinta, ketika standarkan montor sudah terlihat Agung dan dua cewek gobrol di teras rumah, aku uluk salam dan segera masuk ke dalam, Agung menghampiriku sambil berbisik "piye bro tampilan Harni jos gandos kan", aku cuma tersenyum sambil memperhatikan dua cewek dengan tampilan sporty yang kece dengan kaos tsirt dan celana jean yang ketat, membuat kaki kedua cewek ini enak di pandang mata.

"It......jangan gitu lihatnya, salaman dulu dong" tegur Cinta sama aku, karena aku serasa menelanjangi tubuh Harni yang ada di depan ku, aku tersenyum manis sambil mengulurkan tangan "Kenalin aku Dion, ehm walah kan udah sering bertemu di kampus ngapain kenalan ya" kata aku sambil menjawab sendiri, Harni tersenyum manis sambil memperhatikan aku juga dari kaki sampai ujung rambut sambil masih malu-malu kucing. Agung cuma merenges memperhatikan polah tinkah aku dengan si Harni yang masih agak kikuk, Agung duduk di lengan kursi sambil bersender di tubuhku dan mulai usil dan berbisik "Yon........malam ini serasi banget yo, aku sama Cinta dan kamu nanti sama Harni", "Yang pantas dan paling serasi itu cuma aku sama Harni, makanya kamu kecilin perut kamu yang buncit itu " sahutku, Agung cuma bisa merenges sambil tertawa cekikikan sampai Cinta dan Harni curiga memperhatikan tingkah polah kami berdua yang selalu tertawa cekikikan. Di kampus pun aku dan Agung terbiasa seperti itu sehingga kalau ada cewek yang melewati kami semua sedikit malu karena dikiranya kita memperdebatkan cewek yang lewat itu, kalau cowok ngobrolin cewek pasti tak bakal ada putusnya.

"Yang.....udah malem nih, kapan kita berangkat ?" pinta si Cinta sama Agung, mata Agung mengarah kepadaku dan akupun menganggukkan kepala tanda setuju untuk segera menuju kendaraan, karena si Cinta mengikuti Agung, maka Harni sambil sedikit malu-malu menghampiriku dengan senyum-senyum manis pertanda dia mempunyai itikad baik terhadapku. "Ini helmnya nanti kalau nggak pakai helm bisa kamu di minta polisi lho" kata aku sambil bercanda, Harni tersenyum sambil tangannya memegang helm yang aku berikan, ketika aku sudah berjalan ternyata Agung udah hilang dari pandangan dalam hati aku mengumpat semprul tenan bocah iki, lha lagi menehkeh helm kok wes geblas banter banget, beberapa saat setelah keluar dari perumahan Harni membuka pembicaraan "Kak...malam minggu kok malah nemenin kita jalan-jalan, emangnya kagak ngapelin pacar", "Ya. ya kenapa nggak ngapelin pacar ya.....lha masih jomblo mosok bisa ngapelin cewek ?" sahut aku. "Kak kalau bohong itu berdosa sama Allah, jangan suka bohong nanti jomblo beneran sampai tua baru terasa" kata Harni, "Bener.....belum punya pacar yang bisa serius Har, tolong dong cariin yang bener-bener bisa serius" sahut aku, sambil tak lupa memperhatikan jalanan majapait yang mulai agak rapat karena malam minggu banyak anak muda yang mencari hiburan.

Sampai simpang lima saya berputar dan langsung menuju jalan pahlawan ternyata Agung tak aku temukan, aku langsung menuju taman KB ternyata Agung dan Cinta udah ngobrol asik diatas motornya, aku berhenti agak menjauh dari mereka berdua dan masih posisi diatas motor aku dan Harni mulai ngobrol "Har apa nggak ada yang marah nih, aku boncengin kamu malam minggu jalan-jalan ke simpang lima", tanya aku, "Ehm takut ya kalau pacar aku marah sama Dion, nggak usah kamatir kak, aku belum punya pacar alias masih jomblo, pernah sih pacaran waktu di SMA dulu tapi udah putus lama banget" cerocos si Harni meyakinkan banget. "Kalau bohong berdosa lho.......kata kamu tadi?" sahut aku sambil mengodanya, "Bener kak suer, aku nggak bohong kalau sampai berbohong Allah yang paling maha tahu, bener nih ya kalau sama kakak malah aku ragu, kok sampai belum punya cewek, padahal kan udah kerja tetap sampai di kuliahkan segala dan bawa motor keren, masak nggak ada cewek yang ngelirik sama sekali" sahutnya, Aku mulai turun dari sepeda motor dan meregangkan tubuh, sambil tersenyum memandang tajam ke wajah Harni yang malam itu benar-benar terlihat manis dan menyenangkan dengan tampilan shirt ketat dan jean ketat membuat tubuhnya yang indah terlihat semua, dalam mata harni terlihat penasaran yang dalam ketika aku memandang tajam ke dalamnya dia terlihat penasaran apa yang keluar dari mulutku "Har.......cewek yang pingin deket sama aku memang ada dan aku pingin deket sama cewek juga ada, tapi sampai saat ini yang bener-bener serius belum ada" jawab ku.

"Emang bener kak, cari pacar itu gampang-gampang susah" kata Harni sambil tersenyum sedikit manja ke arahku, aku perhatikan anak ini terlihat sumringah malam ini dan ceria banget. "Har ayo jalan yuk sambil cari teh dan cemilan" pinta aku, Harni langsung turun dari motor dan berjalan disisihku sambil kedua tangannya berpegangan dilenganku seperti sama kakaknya sendiri. Aku ikut tersenyum senang ketika melihat wajah Harni yang ceria dan terlihat bahagia berjalan menyusuri jalan taman KB yang cukup ramai dengan pemuda pemudi yang lalu lalang kesana kemari dengan keinginan masing-masing. "Ehm kamu udah makan belum, nggak usah malu aku baru gajian nih" kata aku sambil melihat tajam ke arah Harni, "Ehm..aku mau bohong takut dosa.....memang tadi di rumah Cinta belum makan kak" sahut Harni sambil tersipu-sipu malu, "Nggak usah malu dan jangan berbohong kalau ingin jadi temen karibku, soalnya aku orangnya nggak mau dibohongi" sahutku sambil meraih tangan Harni untuk membantunya nyeberang jalan karena begitu ramai mobil dan kendaraan yang lalu lalang di jalan taman KB malam ini. Sampai di dalam warung kami masih asik ngobrol sampai menjadi perhatiaan beberapa pengunjung yang mungkin masih pacaran, karena mereka terlihat masih malu-malu dengan pasangannya. Tanpa sengaja karena duduk begitu dekat tangan Harni memegang kaki dan aku ambil kesempatan emas untuk lebih intim mengenal cewek ini tanpa pikir panjang aku pegang jari jemarinya lalu dengan reflek wajah Harni melihat ke arahku begitupun aku, kami sama-sama memandang dan akurasakan ada getaran aneh di jari jemari Harni dan semakin lama tangannya terlihat dingin, cukup lama jari jemari lembut itu aku gengam, ketika mulai sadar Harni dengan halus mulai melepaskan jari jemari itu dari gengamanku. 

"Har......lihatin cowok yang disebelah sana selalu lihatin kamu terus, kalau aku perhatikan cowok itu melihat sesuatu di dadamu yang cukup...." bisikku ditelinganya, belum selesai melanjutkan bisikan jari jemari Harni sudah terasa mencubit pahaku dengan kencang aku sampai meringis kesakitan. Cewek ini pasti nggak nyadar kalau dia selalu duduk dengan lekat ketubuhku aja pikir aku dalam hati. Makanan dan minuman mulai datang, cewek ini benar-benar baik, ketika makanan dan minuman datang dia langsung memberi sedotan pada minuman dan langsung mengambilkan nasi dipiringku, aku melihat dengan takjub pada dia. Tuhan mungkinkah makluk ini yang engkau jodohkan dengan diriku, guman aku dalam hati, Harni benar-benar bisa membawa diri di depan cowok dewasa yang siap menikah dan dia sangat anggun, aku jadi terkagum-kagum dibuatnya, jadi pensaran pingin lebih deket mengenal cewek ini. "Kak kok nggak cepet dimakan, malah melamun" tegur Harni, membuyarkan lamunanku, "kamu emang cewek yang terdidik dengan baik dikeluarga, terlihat banget " kata aku, "Ih.....Dion ngomong apa sih, udah biasa cewek itu harus gitu, duluin cowok dalam segala hal, ibu selalu mengingatkan aku kalau makan sama siapa aja, apalagi disitu ada cowok, cewek harus mempersilahkan dulu atau mau melayaninya dengan baik" sahut Harni, kami mulai menikmati hidangan makan dan minum di warung itu dan ketika selesai makan Harni memberi kejutan pada aku dengan membersihkan mulutku yang kotor dengan sisa-sisa makanan, aku semakin klenger dibuatnya, sudah tak bisa berkata-kata lagi kecuali memadang takjub sama anak ini. "Kak, bikin aku malu aja mosok melihatnya kayak gitu kearahku" bisik Harni disebelah telingaku, aku cuma tersenyum melihat tingkah polahnya yang mulai tak pd aku lihatin terus.

Kami berjalan bergandengan tangan ketika keluar dari warung dan mulai kembali ke jalan pahlawan untuk menuju ke taman KB, selama dalam perjalanan kami selalu ketawa ketiwi karena aku selalu cerita yang lucu-lucu membuat Harni selalu tertawa sambil sesekali mencubit pingangku karena tangannya mulai dilingkarkan ke tubuhku, aku sudah tak mengubris Agung dan pacarnya karena aku lebih asik bersama si cewek ini, makanya ketika sampai motor pukul 8 malam, Harni minta diantar pulang aku menganggukkan kepala dan langsung cabut dari simpang lima menuju jalan majapait lagi karena rumah Harni ternyata di daerah penggaron. Dalam perjalanan Harni sudah mulai nyaman untuk meletakkan tangannya dipupuku sambil badannya di condongkan kedepan untuk selalu ngobrol dengan aku, sampai nggak terasa kami sudah sampai didepan rumahnya, Harni turun dan mempersilahkan aku mau maen kerumahnya. Aku masuk dan ternyata sepi dan dia pamit untuk ganti baju sebentar, ketika keluar eh dia malah membawa seisi rumah untuk dikenalkan padaku "Kak........kenalkan ini keluargaku" kata Harni sambil berjalan mendekat ke arahku dan dia mulai memperkenalkan "Ini ayah" kata Harni, aku berdiri sambil memperkenalkan diri "Dio.......bapak" sahut aku sambil meraih tangan ayah Harni, berikutnya Ibunya dan adik cowoknya yang masih kelas 5 SD, sebentar kami memperkenalkan diri dan kemudian mereka mempersilahkan kita untuk ngobrol. Harni pamitan padaku untuk benar-benar ganti baju karena udah gerah, cukup lama aku menunggu, aku tak berkedip ketika keluar dia memakai celana jean pendek dan shirt yang lebih terbuka, membuat mataku tanpa berkedip melihat kesemua lekuk tubuhnya. "Ada apa sih kak kok terus melihat ke tubuhku ada yang berlobang ya bajuku" kata Harni sambil melihat sekeliling tubuhnya, aku cuma tersenyum dan berguman kecil "Body kamu bagus banget dan badan kamu indah ketika kamu hanya pakai sesuatu yang sederhana seperti itu", mata Harni terlihat semakin bercahaya ketika dia dengan senyum manisnya memandang juga kearahku tanpa berkedip, lama sekali kami salaing berpandangan, entah gimana awalnya wajah kami sudah begitu dekat dan hidung kami saling menyentuh dan tanpa sadar kedua tanganku memeluk tubuhnya yang ramping dan mulai menautkan bibir ke bibirnya yang tipis.

Cukup lama Harni tak mampu membalas tautan bibirku karena terasa tubuhnya bergetar kuat, terasa tubuhnya sedikit ingin berontak walau tak mampu, tapi ketika aku dengan lembut merengkuhnya lebih erat, harni mulai berani membalas pangutanku dibibirnya. Cukup lama kita menikmati gejolak yang beberapa jam lalu terpendam dalam jiwa kami berdua. Aku melepaskan rengkuhan ketika dari luar rumah terdengar suara anak kecil yang berlari menuju pintu dan ternyata benar adik Harni masuk sambil tersenyum padaku. Kami saling berpandangan dan mata Harni terlihat mulai manja untuk semakin minta aku menunjukkan cinta yang lebih, "Udah jam setengah sepuluh aku mau pulang dulu ya............." kata aku, Harni melihat ke wajahku sambil mengelengkan kepala dan menyembunyikan HP aku di bawah pantatnya, aku berusaha mengambilnya tapi dia menghalangi dengan tangannya dan tanpa sengaja karena di terdorong oleh tubuhku, tubuh Harni terjatuh di kursi sudut di rumahnya dan aku berada diatasnya dan kami berdua saling menautkan bibir dan tubuhku juga cukup kuat menindih tubuhnya yang didadanya cukup besar ada dua tonjolan yang terasa semakin panas menyentuh dadaku, kami berdua nggak ingat dan tak bisa cerita apa saja yang sudah kami lakukan karena begitu bergejolak dan sangat menguras energi karena badan kami berdua terasa panas karena jantung lebih banyak memompa darah untuk disalurkan ke berbagai bagian tubuh kita.Karena sudah pukul 11 malam mau ndak mau aku harus pulang karena kampung Harni sudah terlihat sepi dan kelihatan Harni sudah semakin percaya kalau aku benar-benar suka sama dia, "Aku pulang dulu ya yang...." pintaku , Harni memberi kode untuk aku minta ijin pulang sama kedua orang tuannya, aku menganggukkan kepala dan dia mulai berjalan menuju ke dalam ruang keluarga dan sebentar kemudian bapak dan ibunya keluar "Bapak Ibu mau pulang dulu sudah malam" kata aku sambil menuju ke dua orang tua Harni untuk salim lalu Harni mengantar aku menuju motor yang terpakir di depan rumah.

"Kak, helmnya biar disini ya........kalau besok besok mau keluar kan nggak usah repot-repot bawa helm" kata Harni sambil tersenyum, aku menghiyakan saja dan dia masih memegang tanganku walau aku sudah duduk di atas motor dan ketika tubuhnya aku tarik dan pipinya aku cium baru deh dia merelakan aku untuk pulang sambil berbisik "hati-hati ya di jalan, awas kalau masih nongkrong di simpang lima sendirian", lalu dia mendekatkan wajahnya kearahku dan mencium lalu berlari menuju ke dalam rumah. Aku langsung cabut dan mulai menuju ke dalam jalan raya mojopait dalam hati aku berguman "selamat malam sayang, selamat bermimpi indah tentang kita ya"

  

Sepatu & Sandal EAGLE


Kami menjual secara online produk EAgle baik sepatu maupun sandal, kami siap melayani pembelian dan mengantar barang yang anda inginkan sampai tujuan FB kami @eagledoedoed.









Paling Disuka

Translate