IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Harni Oh Harni

Sore itu agung ngebel 'hay bro eneng acara ora mengko bengi, arep tak jalan-jalan neng simpang lima" , aku bales "Emang arep opo sih gung, arep beli sesuatu ya". Agung membalas bicaraku "walah oralah, itu si Cinta ngajak jalan-jalan", aku bales lagi "lha emange aku arep mbok dadeke obat nyamuk ngono", Agung balas "yo ora mungkin, soale si Cinta ngajak temenya si Harni, mengko kono boncengke koncone", "O ngono critane siplah" jawabku. Itu pembicaraan antara aku dan Agung teman karibku kuliah, dia ternyata sms "bro ojo nganti lali yo ketemu neng omahe yayangku si Cinta", "yo...ora usah kuatir, aku lagi dolan neng omahe adiku neng tlogosari gung" balas sms ku. Agung anaknya lumayang gendut tapi dia memang hebat karena pacarnya si Cinta, tinggi, langsing, cantik, putih, walau hidungnya agak pesek tapi malah menambah kecantikannya, bener-bener beruntung Agung temen karibku itu.

Kalau si Harni juga tak kalah langsing, tinggi, rambut lurus, dengan kaki-kaki panjang yang indah, walau hidungnya juga pesek tapi tidak mengurangi kesempurnaan tubuhnya, maklum asli jawa turunan pasti seperti itu. Makanya ketika Agung mengajak jalan dan bilang kalau aku nanti bareng sama Harni, aku langsung bilang bisa, maklum namanya cowok pasti suka sama cewek dan nggak bakal suka sama, tante tante apalagi mbah buyut. Aku saat ini memang bekerja sambil kuliah jadi lumayan menyenangkan, apalagi kuliahnya di biayai oleh tempat aku kerja semakin terasa menyenangkan. Kira-kira jam 5.30 sore saya mandi, ganti baju dan celana terus semprot sana sini langsung keluar rumah dan cabut dengan sepeda motor kesayangan, menuju tempat rumah pacar agung yang juga di daerah perumahan Tlogosari, jadi hanya 15 menit udah nyampai di rumahnya si Cinta, ketika standarkan montor sudah terlihat Agung dan dua cewek gobrol di teras rumah, aku uluk salam dan segera masuk ke dalam, Agung menghampiriku sambil berbisik "piye bro tampilan Harni jos gandos kan", aku cuma tersenyum sambil memperhatikan dua cewek dengan tampilan sporty yang kece dengan kaos tsirt dan celana jean yang ketat, membuat kaki kedua cewek ini enak di pandang mata.

"It......jangan gitu lihatnya, salaman dulu dong" tegur Cinta sama aku, karena aku serasa menelanjangi tubuh Harni yang ada di depan ku, aku tersenyum manis sambil mengulurkan tangan "Kenalin aku Dion, ehm walah kan udah sering bertemu di kampus ngapain kenalan ya" kata aku sambil menjawab sendiri, Harni tersenyum manis sambil memperhatikan aku juga dari kaki sampai ujung rambut sambil masih malu-malu kucing. Agung cuma merenges memperhatikan polah tinkah aku dengan si Harni yang masih agak kikuk, Agung duduk di lengan kursi sambil bersender di tubuhku dan mulai usil dan berbisik "Yon........malam ini serasi banget yo, aku sama Cinta dan kamu nanti sama Harni", "Yang pantas dan paling serasi itu cuma aku sama Harni, makanya kamu kecilin perut kamu yang buncit itu " sahutku, Agung cuma bisa merenges sambil tertawa cekikikan sampai Cinta dan Harni curiga memperhatikan tingkah polah kami berdua yang selalu tertawa cekikikan. Di kampus pun aku dan Agung terbiasa seperti itu sehingga kalau ada cewek yang melewati kami semua sedikit malu karena dikiranya kita memperdebatkan cewek yang lewat itu, kalau cowok ngobrolin cewek pasti tak bakal ada putusnya.

"Yang.....udah malem nih, kapan kita berangkat ?" pinta si Cinta sama Agung, mata Agung mengarah kepadaku dan akupun menganggukkan kepala tanda setuju untuk segera menuju kendaraan, karena si Cinta mengikuti Agung, maka Harni sambil sedikit malu-malu menghampiriku dengan senyum-senyum manis pertanda dia mempunyai itikad baik terhadapku. "Ini helmnya nanti kalau nggak pakai helm bisa kamu di minta polisi lho" kata aku sambil bercanda, Harni tersenyum sambil tangannya memegang helm yang aku berikan, ketika aku sudah berjalan ternyata Agung udah hilang dari pandangan dalam hati aku mengumpat semprul tenan bocah iki, lha lagi menehkeh helm kok wes geblas banter banget, beberapa saat setelah keluar dari perumahan Harni membuka pembicaraan "Kak...malam minggu kok malah nemenin kita jalan-jalan, emangnya kagak ngapelin pacar", "Ya. ya kenapa nggak ngapelin pacar ya.....lha masih jomblo mosok bisa ngapelin cewek ?" sahut aku. "Kak kalau bohong itu berdosa sama Allah, jangan suka bohong nanti jomblo beneran sampai tua baru terasa" kata Harni, "Bener.....belum punya pacar yang bisa serius Har, tolong dong cariin yang bener-bener bisa serius" sahut aku, sambil tak lupa memperhatikan jalanan majapait yang mulai agak rapat karena malam minggu banyak anak muda yang mencari hiburan.

Sampai simpang lima saya berputar dan langsung menuju jalan pahlawan ternyata Agung tak aku temukan, aku langsung menuju taman KB ternyata Agung dan Cinta udah ngobrol asik diatas motornya, aku berhenti agak menjauh dari mereka berdua dan masih posisi diatas motor aku dan Harni mulai ngobrol "Har apa nggak ada yang marah nih, aku boncengin kamu malam minggu jalan-jalan ke simpang lima", tanya aku, "Ehm takut ya kalau pacar aku marah sama Dion, nggak usah kamatir kak, aku belum punya pacar alias masih jomblo, pernah sih pacaran waktu di SMA dulu tapi udah putus lama banget" cerocos si Harni meyakinkan banget. "Kalau bohong berdosa lho.......kata kamu tadi?" sahut aku sambil mengodanya, "Bener kak suer, aku nggak bohong kalau sampai berbohong Allah yang paling maha tahu, bener nih ya kalau sama kakak malah aku ragu, kok sampai belum punya cewek, padahal kan udah kerja tetap sampai di kuliahkan segala dan bawa motor keren, masak nggak ada cewek yang ngelirik sama sekali" sahutnya, Aku mulai turun dari sepeda motor dan meregangkan tubuh, sambil tersenyum memandang tajam ke wajah Harni yang malam itu benar-benar terlihat manis dan menyenangkan dengan tampilan shirt ketat dan jean ketat membuat tubuhnya yang indah terlihat semua, dalam mata harni terlihat penasaran yang dalam ketika aku memandang tajam ke dalamnya dia terlihat penasaran apa yang keluar dari mulutku "Har.......cewek yang pingin deket sama aku memang ada dan aku pingin deket sama cewek juga ada, tapi sampai saat ini yang bener-bener serius belum ada" jawab ku.

"Emang bener kak, cari pacar itu gampang-gampang susah" kata Harni sambil tersenyum sedikit manja ke arahku, aku perhatikan anak ini terlihat sumringah malam ini dan ceria banget. "Har ayo jalan yuk sambil cari teh dan cemilan" pinta aku, Harni langsung turun dari motor dan berjalan disisihku sambil kedua tangannya berpegangan dilenganku seperti sama kakaknya sendiri. Aku ikut tersenyum senang ketika melihat wajah Harni yang ceria dan terlihat bahagia berjalan menyusuri jalan taman KB yang cukup ramai dengan pemuda pemudi yang lalu lalang kesana kemari dengan keinginan masing-masing. "Ehm kamu udah makan belum, nggak usah malu aku baru gajian nih" kata aku sambil melihat tajam ke arah Harni, "Ehm..aku mau bohong takut dosa.....memang tadi di rumah Cinta belum makan kak" sahut Harni sambil tersipu-sipu malu, "Nggak usah malu dan jangan berbohong kalau ingin jadi temen karibku, soalnya aku orangnya nggak mau dibohongi" sahutku sambil meraih tangan Harni untuk membantunya nyeberang jalan karena begitu ramai mobil dan kendaraan yang lalu lalang di jalan taman KB malam ini. Sampai di dalam warung kami masih asik ngobrol sampai menjadi perhatiaan beberapa pengunjung yang mungkin masih pacaran, karena mereka terlihat masih malu-malu dengan pasangannya. Tanpa sengaja karena duduk begitu dekat tangan Harni memegang kaki dan aku ambil kesempatan emas untuk lebih intim mengenal cewek ini tanpa pikir panjang aku pegang jari jemarinya lalu dengan reflek wajah Harni melihat ke arahku begitupun aku, kami sama-sama memandang dan akurasakan ada getaran aneh di jari jemari Harni dan semakin lama tangannya terlihat dingin, cukup lama jari jemari lembut itu aku gengam, ketika mulai sadar Harni dengan halus mulai melepaskan jari jemari itu dari gengamanku. 

"Har......lihatin cowok yang disebelah sana selalu lihatin kamu terus, kalau aku perhatikan cowok itu melihat sesuatu di dadamu yang cukup...." bisikku ditelinganya, belum selesai melanjutkan bisikan jari jemari Harni sudah terasa mencubit pahaku dengan kencang aku sampai meringis kesakitan. Cewek ini pasti nggak nyadar kalau dia selalu duduk dengan lekat ketubuhku aja pikir aku dalam hati. Makanan dan minuman mulai datang, cewek ini benar-benar baik, ketika makanan dan minuman datang dia langsung memberi sedotan pada minuman dan langsung mengambilkan nasi dipiringku, aku melihat dengan takjub pada dia. Tuhan mungkinkah makluk ini yang engkau jodohkan dengan diriku, guman aku dalam hati, Harni benar-benar bisa membawa diri di depan cowok dewasa yang siap menikah dan dia sangat anggun, aku jadi terkagum-kagum dibuatnya, jadi pensaran pingin lebih deket mengenal cewek ini. "Kak kok nggak cepet dimakan, malah melamun" tegur Harni, membuyarkan lamunanku, "kamu emang cewek yang terdidik dengan baik dikeluarga, terlihat banget " kata aku, "Ih.....Dion ngomong apa sih, udah biasa cewek itu harus gitu, duluin cowok dalam segala hal, ibu selalu mengingatkan aku kalau makan sama siapa aja, apalagi disitu ada cowok, cewek harus mempersilahkan dulu atau mau melayaninya dengan baik" sahut Harni, kami mulai menikmati hidangan makan dan minum di warung itu dan ketika selesai makan Harni memberi kejutan pada aku dengan membersihkan mulutku yang kotor dengan sisa-sisa makanan, aku semakin klenger dibuatnya, sudah tak bisa berkata-kata lagi kecuali memadang takjub sama anak ini. "Kak, bikin aku malu aja mosok melihatnya kayak gitu kearahku" bisik Harni disebelah telingaku, aku cuma tersenyum melihat tingkah polahnya yang mulai tak pd aku lihatin terus.

Kami berjalan bergandengan tangan ketika keluar dari warung dan mulai kembali ke jalan pahlawan untuk menuju ke taman KB, selama dalam perjalanan kami selalu ketawa ketiwi karena aku selalu cerita yang lucu-lucu membuat Harni selalu tertawa sambil sesekali mencubit pingangku karena tangannya mulai dilingkarkan ke tubuhku, aku sudah tak mengubris Agung dan pacarnya karena aku lebih asik bersama si cewek ini, makanya ketika sampai motor pukul 8 malam, Harni minta diantar pulang aku menganggukkan kepala dan langsung cabut dari simpang lima menuju jalan majapait lagi karena rumah Harni ternyata di daerah penggaron. Dalam perjalanan Harni sudah mulai nyaman untuk meletakkan tangannya dipupuku sambil badannya di condongkan kedepan untuk selalu ngobrol dengan aku, sampai nggak terasa kami sudah sampai didepan rumahnya, Harni turun dan mempersilahkan aku mau maen kerumahnya. Aku masuk dan ternyata sepi dan dia pamit untuk ganti baju sebentar, ketika keluar eh dia malah membawa seisi rumah untuk dikenalkan padaku "Kak........kenalkan ini keluargaku" kata Harni sambil berjalan mendekat ke arahku dan dia mulai memperkenalkan "Ini ayah" kata Harni, aku berdiri sambil memperkenalkan diri "Dio.......bapak" sahut aku sambil meraih tangan ayah Harni, berikutnya Ibunya dan adik cowoknya yang masih kelas 5 SD, sebentar kami memperkenalkan diri dan kemudian mereka mempersilahkan kita untuk ngobrol. Harni pamitan padaku untuk benar-benar ganti baju karena udah gerah, cukup lama aku menunggu, aku tak berkedip ketika keluar dia memakai celana jean pendek dan shirt yang lebih terbuka, membuat mataku tanpa berkedip melihat kesemua lekuk tubuhnya. "Ada apa sih kak kok terus melihat ke tubuhku ada yang berlobang ya bajuku" kata Harni sambil melihat sekeliling tubuhnya, aku cuma tersenyum dan berguman kecil "Body kamu bagus banget dan badan kamu indah ketika kamu hanya pakai sesuatu yang sederhana seperti itu", mata Harni terlihat semakin bercahaya ketika dia dengan senyum manisnya memandang juga kearahku tanpa berkedip, lama sekali kami salaing berpandangan, entah gimana awalnya wajah kami sudah begitu dekat dan hidung kami saling menyentuh dan tanpa sadar kedua tanganku memeluk tubuhnya yang ramping dan mulai menautkan bibir ke bibirnya yang tipis.

Cukup lama Harni tak mampu membalas tautan bibirku karena terasa tubuhnya bergetar kuat, terasa tubuhnya sedikit ingin berontak walau tak mampu, tapi ketika aku dengan lembut merengkuhnya lebih erat, harni mulai berani membalas pangutanku dibibirnya. Cukup lama kita menikmati gejolak yang beberapa jam lalu terpendam dalam jiwa kami berdua. Aku melepaskan rengkuhan ketika dari luar rumah terdengar suara anak kecil yang berlari menuju pintu dan ternyata benar adik Harni masuk sambil tersenyum padaku. Kami saling berpandangan dan mata Harni terlihat mulai manja untuk semakin minta aku menunjukkan cinta yang lebih, "Udah jam setengah sepuluh aku mau pulang dulu ya............." kata aku, Harni melihat ke wajahku sambil mengelengkan kepala dan menyembunyikan HP aku di bawah pantatnya, aku berusaha mengambilnya tapi dia menghalangi dengan tangannya dan tanpa sengaja karena di terdorong oleh tubuhku, tubuh Harni terjatuh di kursi sudut di rumahnya dan aku berada diatasnya dan kami berdua saling menautkan bibir dan tubuhku juga cukup kuat menindih tubuhnya yang didadanya cukup besar ada dua tonjolan yang terasa semakin panas menyentuh dadaku, kami berdua nggak ingat dan tak bisa cerita apa saja yang sudah kami lakukan karena begitu bergejolak dan sangat menguras energi karena badan kami berdua terasa panas karena jantung lebih banyak memompa darah untuk disalurkan ke berbagai bagian tubuh kita.Karena sudah pukul 11 malam mau ndak mau aku harus pulang karena kampung Harni sudah terlihat sepi dan kelihatan Harni sudah semakin percaya kalau aku benar-benar suka sama dia, "Aku pulang dulu ya yang...." pintaku , Harni memberi kode untuk aku minta ijin pulang sama kedua orang tuannya, aku menganggukkan kepala dan dia mulai berjalan menuju ke dalam ruang keluarga dan sebentar kemudian bapak dan ibunya keluar "Bapak Ibu mau pulang dulu sudah malam" kata aku sambil menuju ke dua orang tua Harni untuk salim lalu Harni mengantar aku menuju motor yang terpakir di depan rumah.

"Kak, helmnya biar disini ya........kalau besok besok mau keluar kan nggak usah repot-repot bawa helm" kata Harni sambil tersenyum, aku menghiyakan saja dan dia masih memegang tanganku walau aku sudah duduk di atas motor dan ketika tubuhnya aku tarik dan pipinya aku cium baru deh dia merelakan aku untuk pulang sambil berbisik "hati-hati ya di jalan, awas kalau masih nongkrong di simpang lima sendirian", lalu dia mendekatkan wajahnya kearahku dan mencium lalu berlari menuju ke dalam rumah. Aku langsung cabut dan mulai menuju ke dalam jalan raya mojopait dalam hati aku berguman "selamat malam sayang, selamat bermimpi indah tentang kita ya"

  

0 komentar:

Post a Comment

Paling Disuka

Translate