IFORMASI A1

SEMBAKOHarga per Kg
Telor Ayam Horn17.500 - 18.500
Beras Strobery10.250 - 10.500
Gula Pasir Baru12.500 - 13.000
Gula Pasir Mantu11.500 - 12.000


JUDUL CERITARangking
Kawin Paksa : Malu Tapi Mau
Cerita Cinta : Malu Tapi Mau
Cerita Malam Pertama
Cerita Lucu Brewokan


KICAU MANIARangking
Download CD Master


Home » , , » Kawin Paksa - Calon Istriku Cewek Yang Dulu Memperkosa Diriku

Kawin Paksa - Calon Istriku Cewek Yang Dulu Memperkosa Diriku

Setelah lulus SMA dan hidup ngekos dengan beberapa teman aku jatuh ke jurang yang paling dalam, narkoba, minum, diskotik, lokalisasi hampir setiap hari kami berada di dalamnya, benar-benar aku berdosa dengan orang tua di rumah yang tahunya aku baru serius untuk kuliah. Gimana tidak amburadul kehidupanku karena ketika kost semua teman di kost rata-rata anak orang berada dan semua hampir suka minum, obat-obatan dan lokalisasi, awal-awalnya aku tak mengubris mereka tapi lama-lama karena semua anak kost seperti itu aku jadi ikut kecanduan juga. Aku masih ingat gimana teman-teman membawa aku kedalam mobil malam-malam langsung ke suatu daerah yang cukup dingin dan disana ternyata tempat hiburan malam yaitu karaoke yang ruangannya cukup gelap, kita aku agak ragu untuk masuk Anton langsung memegang lenganku untuk membawa aku disampinya dan didudukkan di salah satu kursi yang melingkar di sebelahnya dia, telingaku cukup bising mendengarkan musik yang cadas dan cukup enak untuk bergoyang. Lalu mereka pesan minum dan aku dipaksa untuk meminum juga, awalnya aku selalu mutah tapi terus diberi minum anak empat itu, Bendol, Hendar dan Zaky. Eh bukan itu saja mereka ternyata pesan cewek lima untuk menemani kami untuk minum dan berkaraoke.

Aku benar-benar kikuk ketika cewek cantik dengan body aduhai dan rambut lurus agak dicat warna coklat memberi minuman dan selalu mendekat ke tubuhku sambil tersenyum dan selalu ngajak ngobrol, eh lama-lama tangannya yang halus selalu pegang paha kaki, aku serasa bergetar dibuatnya karena belum penah selama ini menyentuh cewek, apalagi malah sekaran langsung dipegang sampai ke paha dan tangan cewek itu selalu digerak-gerakkan. Ketika aku lihat kesebelah-sebelahku buset ternyata empat teman kost aku sudah tidak ada, aku langsung agak grogi dan tanya pada cewek cantik yang ada di sebelah aku "Dik maaf teman-teman aku yang tadi disini pada kemana ya........", "Paling-paling pada ngamar, ayuk kita ke kamar aja biar lebih asik " sahut cewek itu, belum sempat aku menolak ajakannya tangannya yang halus menarikku menuju ke dalam yang semakin gelap ruanganya dan aku diajak masuk ke salah satu kamar di diskotik itu dan semakin berani cewek itu kepadaku. Aku didorongnya sampai terjatuh di kasur dan dia mulai mengerayangi semua tubuhku sampai aku merinding dan tak berkutik dibuatnya, ketika aku mau berontak dia sudah semakin gila mulai melepas kaos yang aku pakai dan mulai mencium semua bagian wajahku dan ketika aku mau berbicara bibirnya sudah dia sumpalkan ke dalam mulutku dan terasa mulai nakal, aku berkeringat dingin ketika dia mulai berani melepas celana panjang yang aku kenakan dan aku semakin nggak sadar dan seperti melayang ketika dia semakin berani memegang-megang bagian yang sensitif sampai aku panas dingin dan setelah itu aku tak bisa ingat lagi kejadianya tahu-tahu ketika bangun aku hanya pakai celana dalam dan cewek cantik itu terlihat merokok di depan kaca rias di dalam kamar itu dan ketika tahu aku bangun.

Dia mendekat dan sambil tersenyum "Oh.......yayang udah siuman ya dari mimpi indahnya dan wajahnya di dekatkan ke wajahku dan mulai mencium", aku cepat-cepat pakai celana panjang dan kaos yang ada di samping tempat tidur dan lihat jam kamar ternyata udah jam 5 pagi. "Hai kamu.....teman-teman aku dimana ya, apa udah pada pulang" tanya aku sama cewek itu. "Kenalkan nama aku Jihan, jangan panggil he......" jawab cewek itu sambil mengulurkan tangannya ke depan ku, aku menggapainya dan juga memperkenalkan diri "Aku Juan.........dimana ya teman-teman", "Teman-teman kamu semalaman nunggu kamu di depan karaoke, mereka masih terlihat ngobrol di kursi depan" jawab Jihan, sambil tak berkedip melihat ke arah aku yang terlihat kebingungan, dan dia terlihat tersenyum geli. "Juan mau kemana kamu kok mau keluar ngobrol aja dulu sama aku" pinta Jihan, karena dia melihat aku yang mau beranjak dari tempat tidur, aku membatalkan niat untuk segera meninggalkan kamar "Kuliah dimana kamu dan semester berapa ?" tanya Jihan, "Aku baru masuk kemarin jadi masih semester 1 dan di kota ini saja " jawab aku singkat, "Ju maafin aku ya, tadi malam soalnya selama ini cowok kesini kebanyakan yang selalu menyuruh aku dan selalu menciumi aku, tapi aneh ketika ketemu kamu dan aku tahu kamu masih culun, aku jadi malah yang memperkosa kamu sampai kamu pinsan" kata Jihan dengan kelihatan tulus melihat aku yang terlihat masih kebingungan dan selalu menunduk ketika tak sengaja saling memandang, Jihan dengan santai dan terlihat nyaman menyedot rokok sambil sesekali membuang puntungnya di asbak di depan kaca rias. Dan aku permisi untuk keluar kamar sambil meninggalkan uang di atas tempat tidur karena aku dengar teman-teman kost kalau bercerita kalau habis sama cewek di karaoke harus meninggalkan sejumlah uang, baru saja mau sampai ke pintu Jihan menarik tanganku dan memasukkan uang ke dalam saku aku sambil berucap "Seharusnya aku yang ngasih uang sama kamu Juan", sambil mencium aku dan berbisik nomor HP aku sudah aku masukkan ke dalam HP kamu.

Ketika aku sampai didepan Karaoke, teman-teman semua pada ketawa ngekek sampai pada terbatuk-batuk melihat tingkah polahku yang kebingungan sambil si Anton merangkulku dan membawa ke dalam mobil dan dengan cepat mobil meluncur kembali ke kost, dalam perjalanan semua teman-teman ku bercelotih sambil tertawa terbahak-bahak, aku jadi marah dan semua orang dalam mobil pada diam semua, karena aku memang baru tidak suka dan ketika baru sampai kost aku minta maaf sama teman-teman dan bilang bahwa saya trimakasih sama mereka semua, gara-gara mereka aku jadi cowok yang pemberani dan tidak punya rasa takut sama cewek lagi dan kita semua saling berangkulan dan aku hari itu tidak pergi kuliah karena sudah terlalu telat untuk mengikuti mata kuliah pagi, karena masih kantuk dan lelah, aku teruskan tidur sampai sore hari, dan ketika bangun HP aku lihat udah ada beberapa sms Jihan masuk, "met sore yayangku, tadi pergi kuliah tidak, aku jadi kangen nih bisa nggak nanti malam kesini ya yayangku", aku tersenyum baca sms nya Jihan dan membalasnya "Jihan makasih ya pelajaran kuliahnya tadi malam, aku sekarang jadi yakin kalau aku benar-benar cowok tulen kagak bencong yang takut sama cewek, ternyata cewek itu menyenangkan", aku menuju kamar mandi karena badan terasa lengket disana sini dan ketika selesai mandi aku lihat Jihan udah sms lagi "Ya........ya......sama-sama tapi yayang nanti kesini ya, bener aku kangen banget sama Juan", "nggak janji ya, soalnya yang bawa mobil kan si Bendol, jadi nanti aku tanya mau ngantarin nggak" balas aku. Sambil tiduran di kamar aku mulai merancang-rancang untuk minta ijin mama untuk membawa mobil yang biasa aku pakai untuk aku bawa ke kost, karena mama sudah bilang nanti kalau semester tengahan baru boleh bawa. Maka aku mulai ngebel Mama dan merayunya "Boleh ya ma.....Bendol aja boleh bawa mobil orang tuannya kok, masak mama melarang aku", "coba nanti tak bilang sama papa kamu boleh nggak" jawab mama dari seberang "makasih lho mah...........mamah emang cantik banget" rayu aku dalam telpon.

"Jihan sory ya minggu ini ada banyak tugas yang harus aku kerjakan, akhir pekan besok aja ya aku main kesana" aku sms Jihan, ternyata dia langsung menjawab "Aduh yayang, padahal aku kangen banget, tapi kagak apa deh......kan demi masa depan kamu, selamat belajar ya muach" balas Jihan. Padahal aku sudah merancang kalau besok mama ok, maka aku akan segera membawa mobil dari rumah dan bisa main ketempat kerja jihan di karaoke sesuka hati aku. Eh ternyata Papa mengijinkan aku untuk bawa mobil, itu aja berkat rayuan mama yang aduhai dan sejak saat itu hampir setiap malam aku pergi ke diskotik tempat Jihan bekerja dan semakin lama semakin aku kelihatannya tak bisa lepas dari jerat cinta Jihan. Dan suatu malam ketika aku benar-benar ingin berduaan dengan Jihan, karena saya sudah merancang ingin mengajak dia berakhir pekan ke Yogya hanya berduaan saja. Ketika aku datang ke tempat kerja dan langsung masuk ke kamarnya seperti biasa, aku sungguh kaget dan wajah saya memerah dan terasa seperti api yang sangat panas ada di wajah aku, karena aku menyaksikan sendiri Jihan bergumul dengan cowok dengan dengan dahsyatnya saling memangutkan bibirnya. Ketika Jihan tahu yang masuk aku maka ketika aku langsung menutup pintu dengan kencang dan lari mengejarku tanpa menghiraukan cowok itu, aku sudah berada di depan karaoke dan segera menuju parkir mobil. Jihan berlari sambil menangis memegang kaki ku untuk tidak masuk ke mobil, tapi aku diam tanpa melihat wajahnya dan mulai bicara "Juan kamu tahu pastinya kalau aku bukan cewek yang baik-baik sejak kamu mengenal aku dan kamu saya kira bisa menerima aku apa adanya, aku bukan cewek baik-baik, aku pasti melayani banyak lelaki". Karena aku masih marah aku diam saja, karena ada beberapa pengunjung diskotik yang memperhatikan kita, aku membukakan pintu mobil pada Jihan untuk masuk dan mengajaknya untuk menuju tempat yang lebih sepi untuk bisa bicara berduaan"

Selama perjalanan dia diam akupun lebih diam dan terlihat menahan amarah yang dalam, sambil sesekali aku pukulkan tangan ke stir mobil tanda karena aku menyimpan amarah yang sangat. Dan aku belokkan mobil ke tempat yang seperti lapangan dan aku matikan mesinnya. Aku mulai bicara sambil menahan amarah "aku tahu kalau Jihan wanita tidak suci dan aku kenal sama dia di diskotik, tapi kamu harus menghormati aku, sudah tahu jamnya aku ke atas tapi kamu menerima tamu", "Kamu mau marahi aku, pukul aku dan tendang aku keluar mobil aku pasti tidak akan membalas dan membiarkan kamu untuk menyakiti aku, karena aku tak pantas untuk kami cintai, aku perlu uang Juan, kedua orang tuaku saat ini ada di rumah sakit dan adik-adikku harus membayar uang sekolah" , ketika mendengar Jihan cerita sambil menangis amarahku sedikit turun dan mulai sedikit mau melihat wajahnya dan aku milat terus sorot matanya untuk mencari kejujuran dan ternyata dia paham apa yang aku pikirkan dalam hati "Juan percayalah padaku saat ini aku benar-benar butuh uang, kalau kamu tidak percaya ayo aku ajak ke rumah sakit, untuk melihat kedua orang tua aku yang ada disana", aku memandang dia dan mengambil tangan dan aku cium, karena aku tak bisa berbohong sama Jihan bahwa aku sangat mencintainya walau sebenarnya aku tahu kalau dia tidak wanita baik-baik. Aku menghidupkan mobil dan mengajak Jihan untuk menuju rumah sakit, dalam perjalanan Jihan baru sadar kalau tak memakai sepatu, dan aku langsung belok ke indomaret untuk cari sandal dan kami melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit seperti yang dia tunjukkan. Aku langsung memarkir mobil dan mengikuti Jihan masuk untuk menuju kamar tempat kedua orang tuannya di rawat, setelah sampai ternyata ada di kelas III yang dihuni banyak pasien, aku sempat pusing karena bau yang kurang mengenakkan tapi aku tahan dan menemui kedua orang tua Jihan yang ditunggui kedua adiknya yang masih smp dan sd. Ketika lihat Jihan sama aku, keluarganya melihat aku terus, tapi aku langsung cium tangan sama kedua orang tuannya. Dan aku pamit sama Jihan untuk membawa adik-adiknya cari makan di luar sambil mengandeng mereka berdua yang kelihatan kuyu untuk keluar dari rumah sakit itu dan ketika mau masuk lagi, aku ajak mereka untuk masuk idomaret untuk membeli bahan-bahan keperluan mereka dan kedua orang tuanya yang di rawat.

Setelah memberi keperluan mereka untuk beberapa hari Jihan dan aku pamitan untuk kembali pulang dan ketika sampai ke dalam mobil lama sekali aku terdiam dan tidak segera menyalakan kendaraan, aku memandang tajam ke arah wajah Jihan, dia kelihatan gugup dan tak percaya diri lalu aku mulai menghela nafas dalam dan mulai berbicara "Jihan kamu pasti tahu kalau aku sangat-sangat mencintai kamu, aku rela melakukan apapun demi kebaikan kamu dan keluarga kamu" , wajahnya melihat ke arahku sambil menghiyakan "tapi aku belum tahu apakah kamu mencintai aku atau tidak" kata aku dengan jelas, "Kak....aku tadi sudah bicara banyak hal sama kamu, aku ini bukan wanita baik-baik dan suci yang perlu untuk kamu perjuangan karena kehidupan keluarga aku seperti itu dan aku butuh banget uang itu, tapi aku cewek yang mungkin masih belia dan butuh kasih sayang dengan lelaki, pastinya aku punya cinta tulus yang tidak hanya nafsu saja, dan itu hanya sama kamu kak Juan" jawab Jihan, aku mulai menyalakan mobil dan langsung keluar dari rumah sakit dan mau menuju ke diskotik dimana Jihan bekerja tapi dia menolak aku mengantarnya kesana dan menyuruhku mengantarnya untuk pulang ke rumah. Ternyata rumah Jihan ada di dalam gang sempit terpksa mobil aku taruh di ujung gang tapi ternyata pemuda situ sudah sangat akrab dengan Jihan mereka sangat menghormati Jihan dan aku , "Nggak usah kuatir dengan mobilnya bro pasti kami jagakan", maka aku mengambil uang dua ratus dari dompet dan menyerahkan pada mereka biar buat beli kopi. Selama masuk jalan gang Jihan selalu mengandeng tanganku sambil berjalan aku bertanya "Jihan udah berapa cowok yang kamu ajak mampir ke rumah selama ini ?", "Ehm kamu pasti nggak percaya, baru kali ini aku membawa cowok pulang kerumah, makanya kalau banyak tetangga yang pada lihatin kamu itu hal yang wajar". Sampai dalam rumah ternyata cuma ada kamar dan kasurnya pun ada di bawah dan di ruang tamu sekaligus ruang keluarga ada tv yang didepannya ada kasur untuk tiduran. Aku membuka sepatu langsung tiduran dan Jihan terlihat ke dalam mungkin ganti baju, Aku menghidupkan rokok dan mulai berjalan menuju depan rumah untuk menghirup udara segar. Karena di gang sempit maka banyak sekali tetangga Jihan yang berlalu lalang dan sebentar-sebentar memperhatikan diriku, yang mungkin mereka melihat orang asing yang ada di kampung mereka dan kenal sama Jihan yang PK diskotik.

Ketika ada di depan rumah Jihan aku dapat ide untuk membuat warung makan dekat kampus seperti juga orang tua ku di kotaku berada. Aku langsung ngebel mama untuk merayu papa minta modal cukup besar dan seperti biasa mama hanya menghiyakan saja karena mungkin dia pandang ide aku kali ini positif. "Kak Juan itu aku buatin teh masuk dulu untuk diminum ya, aku masuk ke dalam rumah dan mulai menghidupkan tv sambil minum teh yang dibuatkan Jihan. Dari dalam kamar Jihan bilang "Kak.....aku kantuk berat ingin bobok dulu ya" , aku menghiyakan sambil minum teh dan terus menerus memindaha chanel, lama-lama kantuk juga dan aku tutup pintu dan menuju ke kamar di mana Jihan berada, aku kaget ketika mau nyusul tidur ternyata dia tersenyum sambil menunjukkan baju tidurnya yang benar-benar tipis sampai-sampai lekukan celana dalamnya terlihat jelas, membuat aku penasaran saja, aku langsung tidur di sebelahnya dan dia berbisik manja "Kak.....aku ingin kamu benar-benar jadi cowok ya", aku cuma tersenyum dan kami saling memangut dan mendekap erat sampai kami berdua tidak bisa bernafas, apalagi ternyata PLN mati lampu untuk wilayah itu. Jadi aku tak bisa menceritakan dengan jelas posisi aku dan Jihan saat itu he.....pokoknya kami baru kali ini merasakan keintiman yang paling dalam dan mungkin kami berdua tak bisa melupakan sampai kapanpun. Ketika aku bangun ternyata sudah jam 6 pagi dan Jihan sudah tak ada disisiku ternyata dia sudah memanaskan air untuk aku mandi dan membuat teh. Setelah mandi kamu berdua ngobrol dalam kamar sambil masih malas-malasan, "Kak...aku sudah berpikir tadi malam, aku udah tidak bakal balik kesana, karena aku yakin kak mau berusaha keras untuk aku", aku melihat dia dalam-dalam dan mulai ngomong "Tadi malam aku telpon mama minta modal untuk membuat rumah makan di dekat kampus, kalau memang papa setuju nanti kamu jadi pegawai aku", Jihan terlihat senang "yang bener kak, aku mau deh jadi pegawaimu yang special" di mulai merangkul aku dengan erat. Sebentar ada bel masuk dari mama "halo mama ya, gimana ma........papa setuju kah..........oh yes, mama memang hebat dan cantik banget.........ya ya ma sampai ketemu muach"

Singkat cerita Jihan sudah tidak lagi kerja di diskotik tetapi dia menjadi pekerja aku di warung yang sangat special dan mungkin berkat dari Jihan dan keluarganya aku berhasil untuk mendirikan beberapa warung di sekitar kampus sehingga aku bisa mencukupi berbagai kebutuhan keluarga Jihan, tapi sayang suatu hari Jihan dapat telpon dari adiknya yang smp mengabarkan bahwa ayahnya di panggil yang maha kuasa, Jihan langsung pingsan di pangkuanku karena ayahnya adalah orang yang sangat dia cintai selama ini, karena ibunya tidak terlalu dekat dengannya. Tanpa sepengetahuan Papa dan Mama aku membuatkan rumah cukup mewah untuk Jihan dan sekarang keluarganya menjadi nyaman untuk tinggal, suatu hari pas aku baru ngobrol di warung sama Jihan, aku agak kaget karena ada fortuner mendekat dan tak asing itu adalah milik orang tuaku, Papa dan Mama keluar dan mereka terlihat marah sekali ketika melihat aku dan Jihan. Aku langsung tahu apa yang dipermasalahkan Papa dan Mama, maka aku berusaha menjauhkannya dengan Jihan dan mengajak mereka untuk mengobrol di tempat kost aku, belum sampai kost Papa udah mengumpat habis aku, tapi aku tahan dan tak berkomentar sedikitpun. Aku sambil mengingat-ingat siapa yang sudah cerita tentang Jihan ke pada Papa dan Mama dan akhirnya ketemu ternyata Astri cewek yang dulu pernah jatuh cinta kepadaku dan tak pernah ku gubris sampai kami sama-sama kuliah satu kampus, dia memang satu daerah denganku. "Kamu itu waras atau sudah nggak normal, emangnya papa tidak tahu cewek yang kamu pacari dan pegang salah satu warung kamu kan wanita yang tidak pantas ada disisi kamu, apa sih yang tidak papa berikan pada kamu Juan ?, kuliah, mobil, modal untuk bikin warung tapi apa yang kau berikan kamu pada orang tua kamu ?, kotoran anjing kamu taruh di muka papa dan mama kamu", "sudahlah pa....jangan keras-keras marahnya kasihan anak kita" pinta mama sama papa. "boleh aku bicara papa, mama" sahut aku, "Papa dan Mama pasti sudah tahu detail tentang siapa Jihan, dia bukan wanita baik-baik dan bukan dari keluarga kaya raya, dia itu dulu kerja di diskotik sebagai PK dan juga nyambi sebagai wanita penghibur, jadi memang tidak pantas untuk ada di keluarga kita, dia juga sudah memperingatkan Juan tentang hal ini pap, dan dia tahu diri untuk tidak merengek-rengek untuk aku kasihani, tapi ketika dia bilang sama aku kalau dia benar-benar cinta aku dan jujur bahwa saat itu kedua orang tuanya ada di rumah sakit dan harus mendapatkan pertolongan sehingga membutukan uang, aku jadi lain berpikirnya dan ketika sekarang aku bisa nengajaknya kedunia yang baik, apa salahnya aku mencintainya Pap ?

"Ok papa ingin kamu bisa membuktikan pada kami berdua bahwa siapa itu, Jihan tidak akan melakukan perbuatan seperti yang pernah dia lakukan lagi dan yakinkan pada kita bahwa dia pantas untuk menjadi pendamping kamu selamanya karena kamu anak cowok satu-satunya di keluarga kita Juan, jangan karena kamu sukses kamu bisa meninggalkan dan melupakan kita kapan kamu mau" kata Papa,  "Papa, aku pasti tidak bisa melupakan dan didikan Papa sampai kapanpun, aku sukses karena semuanya sudah disediakan oleh papa dan mama dan Juan hanya tinggal menjalankan saja dan aku mohon maaf karena tak pernah cerita sama mama dan papa kalau disini aku sudah membangun rumah yang cukup besar dan mewah bersama Jihan dan sekarang ditempati Jihan dan kedua adiknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia Pa, Juan hanya minta jangan singung dan sakiti Jihan walau Juan yakin dia tak akan membalas hinaan dan makian dari Papa dan Mama, karena Juan sangat sayang sama dia" kata aku, Ketika mau pulang ayah mencium aku dan menepuk-nepuk pundakku, "kamu memang anaknya Papa, kamu benar-benar anak yang hebat dan bijak, besuk akhir pekan bawa Jihan untuk main ke rumah" dan kenalkan sama adik-adik kamu dan semua keluarga besar kita". Ketika kedua orang tuaku sudah pulang aku ceritakan semuanya sama Jihan, Jihan menangis terharu dan mengucap syukur sama yang maha kuasa. Dan benar pada akhir pekan yang cerah dengan memakai baju yang sangat bagus, aku ajak Jihan untuk pulang menemui kedua orang tuaku tapi sayang seribu sayang ketika aku membeli bensin, Jihan melihat ada indomaret di depan pom bensin dan ketika mau melintas ke indomaret ada truck pembawa semen yang menyambarnya, serasa tulang aku hilang semua ketika tahu yang tersambar truk adalah orang yang sangat aku sayangi yaitu Jihan, aku berlari dan mehampiri jasad Jihan dan darah mengalir dari semua tubuhnya, aku menangis dan menjerit hiteris dan menyesal seumur hidupku mengapa tidak aku larang ketika dia keluar mobil kenapa Tuhan !!

1 komentar:

Post a Comment

Paling Disuka

Translate